Annoying Maid With Killer Bos

Annoying Maid With Killer Bos
Perasaan Takut


__ADS_3

David panik luar biasa karena Alana berada di antara sadar atau tidak setelah mendapatkan tabrakan itu. Tanpa membuang waktu, David membawa Alana pergi ke rumah sakit. Tubuh gadis itu dipeluk dengan erat, untuk pertama kali perasaan takut memenuhi hati David. Dia tidak pernah merasa seperti itu sebelumnya tapi hari ini, untuk pertama kalinya dia merasa takut kehilangan seseorang dalam hidupnya.


Selama di perjalanan menuju rumah sakit, tidak sekalipun David melepaskan Alana. Kedua matanya terasa panas tapi dia berusaha menahan semuanya. Menahan rasa takut, bahkan dia tidak pernah merasa takut seperti ini saat ibunya meninggal. Apakah Alana begitu berarti baginya?


"Mom, Dad," Alana memanggil kedua orangtuanya dengan pelan. Satu tangannya bahkan terangkat seperti untuk menggapai sesuatu tapi kedua matanya tertutup.


"Aku di sini, aku berada di sini!" David meraih tangan Alana dan menggenggamnya.


"Apa kalian datang menjemput aku?"


"Tidak, bodoh. Jangan asal bicara!"


"Aku...," Alana berhenti sejenak, senyum tipis terukir dari bibirnya, "Merindukan kalian," ucapnya lagi.


"Jangan tinggalkan aku, Alana. Aku tidak akan membiarkan kau mati dengan cara seperti ini!"


"Maaf," itu kata-kata terakhir Alana sebelum dia tidak sadarkan diri.


"Alana, tetaplah bersama denganku!" teriak David. Tubuh Alana diguncang tapi tidak ada reaksi sama sekali. Tentunya keadaan Alana yang seperti itu membuat David semakin takut.


"Aku tidak akan membiarkan kau mati dengan cara seperti ini!" teriaknya lagi tapi kini tubuh Alana didekap dengan erat. Sekarang dia baru sadar ternyata gadis bodoh itu begitu berarti baginya. Apakah dia sudah jatuh hati pada Alana Meyyer?


Sekarang dia pun sadar jika harinya yang hampa, harinya yang tidak pernah berwarna menjadi ramai setelah Alana masuk ke dalam kehidupannya. Meski Alana gadis yang naif, meskipun dia pecundang yang tidak bisa melakukan apa pun tapi Alana adalah gadis yang menyenangkan.

__ADS_1


Bagaimana jika gadis itu pergi meninggalkan dirinya? Harinya pasti akan kembali sepi dan dia akan merasakan  kehilangan yang teramat dalam.


"Jangan tinggalkan aku, Alana. Jangan tinggalkan aku!" pinta David tanpa melepaskan Alana dari dekapannya. Siapa pun yang melakukan hal ini tidak akan dia biarkan dan dia curiga dengan seseorang. Akan dia cari tahu nanti, pasti akan dia cari tahu.


"Cepat!" teriak David pada sang supir. Alana sudah semakin lemah saja, David pun semakin takut. Seharusnya dia tidak mengajak Alana keluar. Jika dia tahu akan terjadi kejadian seperti ini maka dia tidak akan membawa Alana. Rasanya jadi menyesal, benar-benar menyesal.


David berteriak dengan keras setelah tiba di rumah sakit. Dia ingin Alana ditangani segera. Pria itu bahkan terlihat frustasi selama menunggu, dia harap Alana baik-baik saja tapi akibat kejadian itu, kaki bagian kanan Alana harus patah. Tidak hanya kaki tapi satu tangannya pun harus patah.


Alana dibawa ke ruang gawat darurat, beberapa luka juga dia dapatkan dan yang paling parah adalah di bagian kepala. Pakaian David bahkan kotor akibat darah tapi dia tidak mempedulikan hal itu karena yang sangat dia khawatirkan saat ini adalah keadaan Alana.


"Kau harus bertahan, gadis bodoh!" David menunduk, sungguh kejadian yang tidak terduga.


Tidak, dia harus segera mencari tahu siapa pelakunya. David mengambil ponsel, dia akan memerintahkan anak buahnya untuk melihat siapa pelaku yang telah menabrak Alana.  Entah kenapa dia merasa, selain Veronica tidak ada pelaku lainnya lagi.


"Sedang dikerjakan, Sir. Aku akan mengirimkan gambar-gambarnya untukmu."


"Segera!" perintah David. Jangan sampai terlambat sehingga Veronica melarikan diri dan memang itulah yang hendak Veronica lakukan.


Setelah melakukan aksi kejinya, Veronica segera pulang. Dia harus pergi dari kota itu untuk sementara waktu. Dia harus menghindar beberapa saat sampai kemarahan David reda. Jangan sampai David mencurigainya dan tahu aksi kejinya. Jika dia pergi, maka dia akan memiliki alibi bahwa dia tidak tahu apa pun.


Veronica bergegas mengambil barang-barang penting miliknya. Paspor dan segala sesuatu yang penting dan setelah itu dia pergi dari ke bandara. Dia harus bergegas selama David sibuk pada Alana Meyyer yang mungkin saat ini sudah mati. Yeah... dia harap Alana sudah mati namun Alana masih hidup.


Luka dibagian kepala sudah diobati, tangan dan kakinya yang patah pun sudah ditangani. Untuk beberapa saat mungkin Alana tidak akan bisa menggerakkan kaki dan tangannya, dia tidak akan bisa beraktifitas seperti biasanya lagi.

__ADS_1


David yang sudah menunggu tampak lega, saat Alana dibawa keluar dari ruangan dan hendak dipindahkan ke ruangan lain. Dia bahkan berbicara sebentar dengan dokter yang menangani Alana karena dia ingin tahu bagaimana keadaan gadis itu.


"Apa yang kau katakan?" tanya David saat sang dokter berkata jika kemungkinan besar Alana akan mengalami hilang ingatan. Itu semua karena kepalanya yang terbentur.


"Aku sudah katakan padamu, Tuan. Kemungkinan dia akan kehilangan ingatannya saat dia sadar."


"Sial, apakah kau tidak bisa mencegah hal itu agar tidak terjadi?" tanya David. Hilang ingatan? Itu tidak bagus untuk Alana.


"Maaf, aku tidak bisa mencegah hal itu. Ini hanya prediksi saja, apa yang akan terjadi nanti belum kita ketahui. Sebaiknya kau selalu berada di dekatnya agar dia tidak panik jika dia sadar dalam keadaan hilang ingatan!"


David tidak berkata apa-apa lagi dan melangkah pergi ke ruangan di mana Alana sedang dirawat. Veronica, jika memang dia pelakunya, tidak akan dia biarkan. Hukuman apa yang pantas Veronica dapatkan? Apa pun itu, Veronica akan mendapatkan ganjaran dari apa yang telah dia lakukan.


David masuk ke dalam ruangan, di mana Alana berbaring dan belum sadarkan diri. Pria itu melangkah, mendekati Alana dan duduk di sisinya. Dia harap Alana tidak hilang ingatan, tidak karena dia takut Alana berubah. Tangan Alana di genggam. David menatap wajah Alana yang pucat. Semua terjadi tanpa mereka duga dan semua yang terjadi cukup mendadak.


Anak buah yang dia utus untuk menemukan pelaku pun sudah mendapatkan beberapa bukti. Seorang wanita mengemudikan mobil tapi itu bukan Veronica karena saat itu Veronica memang menyamar. Foto-Foto juga sudah diberikan pada David, pria itu melihatnya dengan teliti untuk mengenali pelaku yang tampak asing.


Pelaku menggunakan sebuah kaca mata hitam, warna rambut sangat berbeda jauh dengan rambut Veronica tapi tetap saja, dia tetap curiga dengan Veronica. Karena ingin memastikan, David kembali memberi perintah pada anak buahnya untuk mengintai Veronica. Dia bahkan mencoba menghubungi Veronica.


Veronica ketakutan saat melihat nama David tertera di layar ponselnya. Celaka, apa David sudah tahu jika dia pelaku yang menabrak Alana. Karena takut, Veronica tidak berani menjawab tapi hal itu justru semakin membuat David curiga.


"Jangan kira kau bisa lari dariku, Veronica. Ke mana pun kau pergi, aku pasti akan menemukan keberadaanmu!" David mengirim pesan seperti itu untuk Veronica.


Veronica semakin panik, ponsel hampir jatuh dari tangannya. Tidak, Tidak mungkin David tahu begitu cepat tahu dengan aksi yang dia lakukan. Kedua tangan Veronica bahkan gemetar hebat, sial. Setelah membunuh Alana, dia justru semakin jauh dari David dan hal itu diluar rencana.

__ADS_1


__ADS_2