
Veronica menangis di sepanjang jalan kembali, dia tidak rela David memutuskan tali persahabatan di antara mereka begitu saja. Itulah yang dia takutkan selama ini, dia takut David memutuskan tali persahabatan mereka dan pada akhirnya apa yang dia takutkan terjadi juga.
Tidak saja Veronica, walau nenek David terlihat diam dan tampak tenang namun sesungguhnya dia gelisah di dalam hatinya. Dia tidak menyangka akibat keinginannya mendekatkan David dan Veronica justru membuat David murka sehingga membuat hubungan mereka sebagai keluarga jadi hancur.
Apa dia sudah salah mengambil tindakan? Seharusnya dia tidak mendukung Veronica menggunakan obat per*ngsang dan sekarang, dia tahu jika David sudah marah seperti itu maka David tidak akan mudah dibujuk dan diajak bicara. Rasa penyesalan tumbuh di hati, seharusnya dia tidak mendukung keinginan Veronica.
"Bagaimana ini, Nenek. Aku tidak mau jadi seperti ini," ucap Veronica sambil menangis.
"Diam! Semua gara-gara ambisimu itu!" ucap nenek David kesal.
"Kenapa Nenek jadi menyalahkan aku?" Veronica tampak tidak terima.
"Seharusnya aku tidak mendukung rencana gilamu untuk menjebak David, Veronica. Seharusnya kau mendapatkan dirinya dengan kemampuanmu sendiri tapi aku justru menyetujui ide gilamu itu untuk mendapatkan David. Apa kau pikir kau saja yang sedang pusing dengan kejadian ini? Lain kali jangan datang ke rumah lagi!"
"Kenapa Nenek jadi memarahi aku seperti itu?" Veronica menghapus air matanya, kenapa nenek David jadi marah dengannya?"
"Aku sudah salah mendukung dirimu, Vero. Sekarang David marah padaku, hubungannya dengan ayahnya sudah tidak baik dan sekarang hubungannya denganku pun menjadi tidak baik. Semua gara-hara kau! Seharusnya aku tidak mendukung rencana busukmu itu!" ucap sang nenek dengan sinis.
"Nenek, aku tidak menyangka akan jadi seperti ini. Jangan menyalahkan aku atas apa yang terjadi!" ucap Veronica tidak terima.
"Diam, aku tidak mau mendengar apa pun!"
"Aku tahu aku yang salah karena tidak memanfaatkan kesempatan yang kau berikan dengan baik, Nenek. Aku tahu yang terjadi akibat kelalaianku tapi jangan marah padaku seperti ini," pinyta Veronica.
"Hentikan mobilnya!" perintah Ellen.
Veronica tampak tidak mengerti kenapa nenek David meminta sang supir menghentikan laju mobil. Setelah mobil berhenti, sang supir pun keluar dari mobil untuk membuka pintu.
__ADS_1
"Keluar!" perintah sang nenek sambil membentak.
"Apa maksud, Nenek?" tanya Veronica tidak mengerti.
"Keluar sekarang, Veronica! Jangan pernah datang ke rumah lagi karena mulai sekarang kau tidak diterima!"
"Jangan, Nenek," Veronica memegangi lengan nenek David untuk membujuk, "David sudah membuang aku, sekarang Nenek juga ingin membuang aku. Jika Nenek melakukan hal ini, lalu aku dengan siapa?" tanyanya dengan air mata mengalir.
"Tidak perlu membual dan basa basi, kau masih memiliki orangtua. Sekarang keluar jika tidak aku akan memerintahkan dirinya untuk menarikmu keluar!" ancam sang nenek.
"Aku minta maaf, Nenek. Aku akan pergi menemui David dan meminta maaf jadi jangan perlakukan aku seperti ini," Veronica masih berusaha memohon.
"Keluar, Veronica!" teriak Ellen Douglas penuh emosi. Seharusnya dia tidak mendukung Veronica, dia sungguh menyesal. David adalah satu-satunya cucu yang dia miliki tapi sekarang, dia justru membuatnya cucunya marah dan membenci dirinya.
Veronica menangis, tak bisa menolak perintah nenek David. Lebih baik dia menurut untuk hari ini karena dia tahu nenek David sedang emosi tapi lain kali dia akan kembali untuk membujuk sang Nenek. Mau tidak mau Veronica keluar dari mobil, walau dengan perasaan kesal dan malu luar biasa.
Kenapa Alana tidak mati saja bersama dengan kedua orangtuanya? Kenapa dia harus memiliki hutang dengan David sehingga David harus mengenal dirinya? Tidak terima, dia sungguh tidak terima. Jika Alana tidak ada, apakah hubungannya dengan David bisa kembali seperti semula? Apakah David akan menjadi miliknya? Jika begitu, dia harus mencobanya. mencoba menyingkirkan Alana Meyyer dari kehidupan David.
Alana yang sudah jadi tersangka padahal dia tidak tahu apa pun sedang membuatkan makanan untuk David. Akibat memaksakan diri untuk keluar, keadaan David justru semakin memburuk. Luka di kakinya kembali berdarah padahal dokter sudah mengingatkan untuk tidak banyak bergerak. Tentunya hal itu membuat Alana panik dan marah. Dia bahkan tidak ragu untuk memarahi David.
Semangkok bubur sudah jadi, Alana bergegas membawanya ke dalam kamar. Jangan sampai bayi besar yang sedang marah itu semakin bertindak menyebalkan, Veronica dan sang nenek yang berbuat tapi dia yang mendapat bagian tidak enaknya.
Sambil mengomel, Alana membawa bubur ke dalam kamar. Seharusnya dia membawa David ke dalam kamarnya, dia benar-benar lupa. David menatapnya tajam saat Alana masuk ke dalam, Alana pun melotot ke arahnya dengan ekspresi kesal.
"Kenapa begitu lama?" untuk meredakan emosinya, David sengaja membuat Alana kesal.
"Cerewet!" ucap Alana kesal.
__ADS_1
"Cepat, aku sudah lapar. Jika tidak enak maka aku tidak mau makan!"
"Kenapa kau begitu cerewet? Apa tidak bisa menunggu sebentar!"
"Tidak bisa, aku tidak mau menunggu!"
"Menyebalkan, semoga istrimu tahan dengan sifatmu nanti!" ucap Alana kesal.
"Kenapa bawa-bawa istriku? Apa hubungannya dengannya?"
"Tidak ada, memangnya kau sudah punya istri?" kesal, pria itu paling pandai adu mulutnya dengannya. Biasanya pria seperti David pendiam karena malas bicara tapi nyatanya, pria itu cerewet setengah mati.
Mereka tidak berbicara lagi, Alana menyuapi David makan dalam diam tapi sesungguhnya ada yang hendak dia bahas dengan David tapi pada akhirnya dia tidak bisa menahan diri.
"Mengenai hubunganmu dengan nenekmu," ucap Alana. Dia memberanikan diri untuk mengatakan hal itu.
"Ada apa? Dia sudah bukan nenekku lagi, jadi jangan ikut campur!"
"Bukan begitu, David. Aku memang tidak mau ikut campur tapi aku rasa tidak seharusnya kau memutuskan tali kekeluargaan dengan nenekmu."
"Setelah apa yang dia lakukan, Alana? Nenek macam apa yang mencelakai cucunya sendiri demi orang lain?"
"Aku tahu, David. Aku tahu apa yang nenekmu lakukan adalah salah tapi kau harus melihat siapa yang telah membuatnya seperti itu. Nenekmu pasti terpengaruh dengan ucapan Veronica, dia pun pasti membenci aku dan takut kita memiliki hubungan spesial. Veronica pasti telah menanamkan sebuah perasaan takut dan cemas sehingga nenekmu menganggap jika memang hanya Veronica yang pantas untukmu. Mungkin karena hal itulah nenekmu bersekongkol dengan Veronica tanpa menyadari jika apa yang dia lakukan adalah salah!"
"Kenapa kau membela nenekku, Alana?"
"Aku tidak membela tapi kau harus ingat, dia adalah nenekmu, dia adalah anggota keluargamu. Jangan sampai kau seperti aku yang tidak memiliki siapa pun. Nenekmu memang salah, tapi jangan sampai kau tidak mau mengakui dirinya sebagai nenekmu lagi. Maaf jika aku ikut campur, tapi tidak memiliki siapa pun di dunia ini tidaklah menyenangkan. Jadi jika kau ingin membenci, bencilah Veronica yang telah menghasut nenekmu karena seharusnya kau tahu jika nenekmu tidaklah jahat."
__ADS_1
David tidak bersuara, Alana tersenyum sebelum beranjak untuk mengambil obat. Yeah... tidak menyenangkan tidak memiliki siapa pun di dunia ini karena pada saat mengalami masalah, tidak ada rumah untuk kembali dan ketika ingin mencari tempat sandaran, tidak ada siapa pun yang bisa diandalkan. Semoga saja David memaafkan perbuatan neneknya yang sudah tua, dia sangat mengharapkan itu karena dia bisa melihat sesungguhnya nenek David tidaklah jahat.