
Veronica ketakutan di tempat persembunyian. Perasaan takut akan tertangkap oleh David selalu dia rasakan setiap detik dan setiap waktu. Veronica bahkan tidak berani keluar dari rumahnya karena dia takut tiba-tiba saja David datang atau anak buahnya tiba-tiba saja sudah berdiri di hadapannya. Dia yakin jika pria itu sudah mengetahui jika dialah yang telah menabrak Alana.
Sekarang dia jadi menyesal, akibat gelap mata membuatnya tidak berpikir panjang dan tidak memikirkan akibat dari perbuatan yang dia lakukan. Seharusnya dia menerima tawaran dari pria yang bernama Rudy itu. Mungkin dengan begitu dia tidak akan ketakutan seperti ini.
Jika dia menerima tawaran yang Rudy berikan, bukankah mereka sama-sama saling menguntungkan? Sekarang dia baru bisa berpikir dengan jernih namun semua itu sudah terlambat dan dia tidak bisa kembali untuk menerima tawaran yang Rudy berikan.
Veronica yang dilanda ketakutan, mengintip dari balik jendela sesekali. Setiap ada suara mobil, dia pasti ketakutan dan was-was. Dia harus melarikan diri tepat waktu jika memang David datang atau jika memang ada anak buahnya.
Sekarang tidak ada yang akan menyelamatkan dirinya lagi, tidak akan ada yang menolongnya lagi tapi dia jadi teringat dengan nenek David. Apakah nenek David mau menolongnya keluar dari masalah ini? Nenek David menyayanginya, walau dia mengecewakan sang nenek tapi dia yakin nenek David pasti mau membantu.
Veronica yang sudah tidak memiliki jalan lagi pun memutuskan untuk menghubungi nenek David. Semoga saja nenek David mau membantunya untuk satu kali ini. Nomor ponsel sudah diganti, dia takut David bisa melacak keberadaannya melalui nomor ponselnya.
"Hallo, bisakah aku berbicara dengan nenek?" tanya Veronica saat seorang pelayan di rumah keluarga Douglas menjawab panggilan darinya.
"Dari siapa?" tanya sang pelayan.
"Katakan saja ada yang ingin berbicara dengan nenek!" teriak Veronica kesal.
"Baik, tunggu sebentar."
"Cepat!" pinta Veronica. Dia menunggu dengan perasaan was-was dan penuh harap. Semoga nenek David bermurah hati dan dia pun akan berusaha membujuk sang nenek.
__ADS_1
"Siapa ini?" tanya Ellen.
"Nenek, ini aku," jawab Veronica.
"Veronica, untuk apa kau menghubungi aku lagi?!" tanya nenek David dengan nada tidak senang.
"Jangan begitu, Nenek. Aku ingin meminta bantuan Nenek. Nenek mau membantu aku, bukan?"
"Membantu? Apa yang kau inginkan, Veronica?"
"Aku melakukan kesalahan, Nenek, David pasti sangat membenci aku dan murka padaku. Aku memang bodoh, aku sudah gelap mata oleh sebab itu aku melakukannya!" Veronica menangis, berharap nenek David iba dengannya dan mau membantunya.
"Apa lagi yang kau lakukan?" tanya Ellen.
"Apa?" Sang nenek terkejut, "Apa kau sudah gila, Veronica?!" teriaknya lagi.
"Aku gelap mata, Nenek. Aku melakukannya tanpa pikir panjang, aku sangat ingin gadis itu mati oleh sebab itu aku menabraknya tanpa banyak berpikir dan sekarang, sepertinya David sudah tahu jika aku adalah pelakunya oleh sebab itu tolonglah aku. Hanya Nenek saja yang bisa aku harapkan saat ini!" [pinta Veronica memohon.
"Kau benar-benar gila, Veronica!" ucap Ellen Douglas. Dia tidak menduga Veronica begitu gila sehingga melakukan apa saja demi tujuannya. Waktu itu dia benar-benar bodoh karena mau membantu Veronica menjebak cucunya sendiri.
"Sudah aku katakan jika aku sudah gelap mata, Nenek. Aku begitu mencintai David, Nenek tahu itu. Oleh sebab itu aku rela melakukan apa saja agar pria itu menjadi milikku tapi tindakan yang aku lakukan justru membuat David menjauh dariku."
__ADS_1
"Siapa pun yang berada di posisi David pasti akan marah dengan apa yang kau lakukan. Sekarang, tanggung sendiri akibat dari perbuatan yang kau lakukan!"
"Tolong bantu aku, Nenek. Hanya Nenek saja yang bisa menolong aku jadi aku mohon tolong bantulah aku untuk satu kali ini saja. Setelah ini aku tidak akan mengganggu Nenek lagi, aku tidak akan muncul di hadapan Nenek lagi!" ucap Veronica.
"Tidak, kali ini aku tidak mau terlibat dengan aksi keji yang kau lakukan apa lagi aku sudah berjanji pada David jika aku tidak akan melibatkan diri denganmu lagi jadi jangan cari aku karena aku tidak mau terlibat!" tolak Ellen Douglas. David sudah memaafkan dirinya, dia tidak mau membuat kesalahan untuk kedua kalinya karena dia yakin kali ini David tidak akan memaafkan dirinya apalagi yang dilakukan oleh Veronica sangatlah fatal dan jangan katakan, gadis itu sedang kritis saat ini. Jika demikian, dia justru takut membayangkan amarah David saat sudah mendapatkan Veronica.
"Tolonglah, Nenek. Satu kali saja. Aku hanya ingin Nenek melindungi aku, aku hanya ingin nenek membujuk David dan memintanya untuk tidak marah dan melepaskan aku pergi," Veronica masih memohon.
"Jadi kau ingin aku membujuk David untuk memaafkan dirimu setelah aksi keji yang kau lakukan? Aku tidak sudi, Veronica. Mungkin kejadian waktu itu masih bisa aku pertimbangkan tapi untuk aksi gilamu kali ini, aku tidak akan pernah mau!"
"Jangan begitu, Nenek. Kali ini saja tolonglah aku. Aku melakukannya karena aku mencinta David, aku begitu mencintainya oleh sebab itu aku melakukan hal ini. Bukahkah nenek sangat baik dan sayang padaku selama ini? Oleh sebab itu bantulah aku kali ini! " teriak Veronica memohon.
"Tidak perlu mengatakannya secara berulang-ulang, aku tidak tuli! Perasaan yang kau miliki bukan cinta tapi obsesi. Kau jadi gelap mata karena kau tidak bisa mendapatkan David. Dulu aku memang mendukungmu karena aku berpikir hanya kau yang pantas dan layak untuk David tapi sekarang, setelah melihat kegilaanmu untuk mendapatkan dirinya, aku semakin yakin jika kau bukanlah pasangan yang tepat untuk David. Aku sungguh bodoh dan buta karena sudah tertipu dengan sikap manis dan baik yang kau tunjukkan. Ternyata semua itu tipuan belaka jadi sekarang tanggung sendiri akibat dari perbuatanmu dan bersiaplah karena penjara sudah menanti!" ucap Ellen. Sudah cukup, dia tidak mau berbicara dengan Veronica terlalu lama. Sekarang dia mengerti, kenapa David tidak tertarik dengan Veronica dan hanya menganggapnya sahabat saja.
"Tolonglah aku, Nenek!" teriak Veronica namun Ellen sudah meletakkan gagang telepon sehingga sambungan telepon sudah terputus.
"Nenek!" dia kembali berteriak, dan lagi-lagi sia-sia.
"Sial!" Veronica mengumpat dan tampak frustasi, kali ini dia benar-benar tidak bisa melakukan apa pun bahkan harapan terakhir yang dia miliki yaitu sang nenek sudah tidak mau menolongnya lagi.
Bagaimana sekarang? Sepertinya dia sudah harus pergi dari tempat itu untuk mencari tempat baru. Veronica bergegas, yang bisa dia lakukan hanya berpindah-pindah tempat saja untuk saat ini dan semoga saja seiring berjalannya waktu, David melupakan dirinya tapi sayangnya, anak buah yang diutus David untuk mencarinya sedang mengintai di luar sana.
__ADS_1
Memang tidak begitu sulit menemukan keberadaan Veronica karena Veronica pergi menggunakan nama aslinya. Veronica yang panik segera bergegas pergi untuk pindah ke kota lain dan tentunya dia tidak menyadari jika anak buah David sudah melihatnya.