
Rumah David terdengar ramai karena hari ini acara ulang tahun Jayden yang ke tiga. Kue ulang tahun berukuran tinggi sudah berada di atas meja, kado untuk Jayden juga sudah bertumpuk. Tidak saja dihadiri oleh keluarga, teman-teman Jayden yang ada di sekolah diundang semuanya.
Jayden tentu saja senang tapi tidak untuk David karena satu permintaan putranya membuatnya sakit kepala. Bagaimana tidak, untuk hadiah ulang tahun Jayden meminta ayahnya menjadi badut untuk menghibur teman-temannya. Tentu itu membuatnya sakit kepala apalagi ketika melihat kostum badut yang sudah ada di atas ranjang. Sepertinya dia harus mencari cara, meminta anak buahnya menggantikan dirinya menjadi badut lalu dia bersembunyi.
Yeah, itu ide yang sangat bagus. Dengan begitu dia tidak perlu menjadi badut yang super memalukan. Suara anak-anak sudah terdengar ramai. David mondar mandir di dalam kamarnya. Dia bahkan melihat keluar jendela untuk melihat anak buahnya yang sedang berjaga di luar sana.
Selagi tidak ada yang melihat, lebih baik dia memanggil salah satu dari mereka untuk menggantikan dirinya. Ponsel sudah berada di tangan, David pun menghubungi salah satu dari mereka.
"Ada apa Sir?" tanya sang anak buah.
"Masuk ke dalam kamarku, segera!" perintah David.
"Untuk apa, Sir?"
"Masuk saja tanpa perlu banyak bertanya!" ucap David kesal.
Sang anak buah tidak mengerti tapi dia mengikuti perintah bosnya. Entah perintah apa yang akan dia dapatkan tapi dia dicegat oleh Alana saat hendak melangkah menuju kamar sesuai dengan perintah bosnya.
"Mau ke mana?" tanya Alana.
"Tuan meminta aku untuk masuk ke kamar, Nyonya."
Alana mengernyitkan dahi, David meminta anak buahnya untuk ke dalam? Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya dan jangan katakan? Entah kenapa dia jadi curiga dengan niat suaminya.
"Pergilah, kau tidak perlu melakukan perintahnya!" perintah Alana.
"Tapi, Nyonya," sang penjaga tampak ragu.
"Aku yang tanggung jawab jadi pergilah!" perintah Alana lagi. Awas saja, dia tahu apa yang hendak David lakukan. Pasti dia ingin meminta anak buahnya menggantikan dirinya menjadi badut. Tidak akan dia biarkan hal itu terjadi.
Sang penjaga tampak ragu tapi akhirnya dia keluar lagi. Alana tampak berpikir, suaminya sudah berani bermain curang dan sepertinya sangat menyenangkan bisa mengerjainya lebih lagi. Alana melangkah menuju ke arah putranya yang sedang asik berbicara dengan seorang teman. Alana berjongkok dan berbisik di telinga putranya, entah apa yang dia bicarakan yang pasti kedua mata Jayden berbinar setelah mendengar perkataan ibunya.
"Teman-Teman, aku tinggal sebentar ya," ucap Jayden.
"Ayo cepat, sebelum pestanya dimulai!" ajak Alana sambil menggandeng tangan putranya.
David yang menunggu tampak cemas. Kenapa anak buahnya begitu lama? Acara sebentar lagi akan dimulai tapi kenapa begitu lama?
"Daddy!" teriakan Jayden terdengar, pintu kamar terbuka. David menelan ludah saat melihat putra dan istrinya masuk ke dalam dengan sebuah kotak di tangan.
"Daddy, kenapa belum memakai kostumnya?" tanya Jayden.
"Oh, se-sebentar lagi!" jawab ayahnya beralasan.
__ADS_1
"Sebentar lagi bagaimana, acara sudah mau dimulai!" ucap Alana.
"Apa kau melihat anak buahku?" tanya David, mendadak firasatnya buruk ketika melihat kotak yang diletakkan oleh Alana ke atas ranjang.
"Aku sudah memintanya keluar!"
"Apa?" David tampak terkejut.
"Jangan coba-coba, pak Tua!" Alana melangkah mendekat dan menarik kerah baju suaminya, "Aku tahu apa yang kau rencanakan. Kau ingin memintanya menggantikan dirimu, bukan?"
"Ck, sial!" umpat David karena rencananya ketahuan.
"Sebagai hukumannya, "Alana melangkah mundur dan tersenyum dengan penuh arti, "Bersiaplah, pak tua. Relakan wajahmu di coret oleh putramu!" ucap Alana lagi.
"Apa?" David terkejut lalu melihat ke arah putranya yang sudah memanggil.
"Ayo, Dad. Mommy berkata aku boleh membuat badut sesuai dengan imajinasiku," ucap Jayden. Memang itulah yang dikatakan oleh Alana, sebab itulah putranya begitu bersemangat.
"Jangan main-main!" bentak David.
"Mommy, Daddy jahat!" Jayden berlari ke arah ibunya dan menangis.
"David!" Alana sudah menekuk kepalan tangan dan menatap suaminya dengan tajam.
"Pergilah, Daddy tidak akan menolak!" ucap Alana pada putranya.
"Horeee!" Jayden sangat senang lalu berlari ke arah ayahnya.
David hanya bisa melotot ke arah istrinya saat Jayden mulai mencoret wajahnya untuk membuat rupa badut sesuai dengan imajinasi yang dia miliki. Jayden sangat senang, apa yang dia inginkan terwujud. Alana keluar sebentar karena di panggil oleh ibu tiri David.
"Acara sudah mau dimulai, Alana. Kenapa kalian berada di dalam kamar?" tanyanya.
"Kami sedang mendandani badut, Aunty," ucap Alana.
"Wah... Wah, ternyata hanya kau yang bisa menundukkan si hati besi itu!" ucap ibu tiri David.
"Dia tidak mungkin bisa menolak permintaan putranya."
"Jika begitu, segeralah karena acara sudah akan dimulai!"
Alana mengangguk, lalu dia kembali ke dalam kamar di mana putranya masih berkreasi dengan wajah ayahnya. Sedikit lagi sudah jadi, Alana menahan tawa saat melihat badut versi Jayden.
"Kenapa kau tertawa?" tanya David curiga.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa, kau terlihat keren!" puji Alana.
"Tidak perlu memuji!" ucap David kesal.
"Sudah jadi, Daddy. Sekarang pakai kostumnya!" teriak Jayden.
"Aku jadi takut melihat rupaku!" ucap David.
"Sudah, cepat. Segera pakai kostumnya. Ayo Jayden, keluar denganย Mommy," ajak Alana.
"Cepat ya, Dad. Jangan membuat teman-teman Jayden menunggu!" pinta Jayden.
"Dengar, jangan mengecewakan putramu!"
"Iya, cerewet!" kostum badut diambil, walau kesal tapi dia tidak bisa menolak.
Alana mengajak Jayden keluar, mereka sudah ditunggu oleh para tamu. Jayden sangat senang, acara ulang tahun pun dimulai. David tampak shock melihat rupanya yang berantakan. Mulutnya dihias dengan lipstik ibunya dengan sedemikian rupa, kedua pipi diberi pewarna yang berbentuk bulat. Hidung pun tidak lupa diberi dengan hiasan berbentuk bulat dan berwarna merah. Sekarang dia benar-benar badut. Dengan berat hati, David keluar dari kamar, saat itu pula sorakan anak-anak terdengar.
Nenek David menahan tawa, ayahnya terkejut melihat penampilan putranya yang konyol. David benar-benar malu, ternyata ini rasanya ingin menyenangkan anak namun tawa Jayden yang terdengar riang membuat perasaan malu itu sirna. Sudahlah, lagi pula bukan dia saja ayah di dunia yang harus melakukan hal konyol untuk menyenangkan putranya.
Setelah membagi hadiah, anak-anak tampak antusias melihat apa yang dia dapatkan. David bernapas lega, peran badutnya berakhir. Jayden mengambil sepotong kue dan berlari mendekati ayahnya.
"Ini untuk Daddy. Terima kasih sudah menjadi badut untuk menghibur teman-teman Jayden," ucap Putranya.
"Tidak apa-apa, selamat ulang tahun!" David memeluk putranya, perasaan bahagia memenuhi hati.
"Terima kasih, Dad." Jayden juga memeluk ayahnya, mereka berpelukan sesaat sebelum Jayden dipanggil oleh temannya.
Acara ulang tahun yang cukup meriah, Alana menghampiri David dan duduk di sisinya. Senyuman menghiasi wajah saat melihat putranya yang begitu ceria.
"Terima kasih sudah melakukan apa yang Jayden mau sehingga dia bahagia.."
"Apa yang kau katakan, dia putraku jadi sudah seharusnya aku melakukan apa yang dia inginkan agar dia bahagia."
"Kau benar-benar ayah yang hebat!" Alana memberikan kecupan di pipi suaminya.
"Kau juga ibu yang hebat!" kecupan lembut mendarat di bibir istrinya. Mereka berdua tersenyum dan tampak bahagia dan kebahagiaan itu semakin lengkap dengan kehadiran putra mereka.
David dan Alana segera bergabung dengan keluarga mereka untuk menikmati acara ulang tahun putra mereka yang berjalan dengan meriah. Keluarga kecil yang mereka miliki sudah membuat mereka bahagia meski awal pertemuan yang terjadi di antara mereka tidak mengenakan tapi berkat itu pula, Alana belajar banyak hal. Dia tidak lagi menjadi nona muda yang manja, dia mulai menghargai uang yang dia miliki meskipun David memiliki banyak uang yang bisa dia gunakan sesuka hati tapi dia tidak kembali ke kehidupan lamanya yang suka berfoya-foya dan sekarang dia pun sadar, setiap tindakan kejam yang David lakukan ternyata untuk membentuk dirinya agar berubah menjadi lebih baik dari pada sebelumnya.
End
Ada info novel baru di bawah ๐๐๐
__ADS_1