Annoying Maid With Killer Bos

Annoying Maid With Killer Bos
Hukuman untuk Veronica


__ADS_3

Veronica yang hendak melarikan diri menggunakan angkutan umum yaitu kereta terkejut saat anak buah David menghalangi langkahnya. Dia tahu David pasti memburu dirinya tapi dia tidak menduga begitu cepat. Veronica yang ketakutan melangkah mundur. Celaka, padahal dia sudah berusaha secepat mungkin setelah menghubungi nenek David tapi dia kalah cepat.


Apa David melacak telepon yang ada di rumah neneknya karena David sudah menebak jika dia akan menghubungi neneknya? Sial, dia tidak memperhitungkan masalah ini tapi keberadaan orang-orang David yang sedang menghadangnya saat ini tidak mungkin bisa secepat itu jika David memang melakukan hal demikian. Sepertinya sejak awal David memang sudah mengetahui gerak geriknya.


Tidak membuang waktu, Veronica segera mengambil langkah seribu. Tas yang ada di tangan bahkan dilemparkan namun kaki para anak buah David lebih cepat dari pada kakinya oleh sebab itu dia bisa tertangkap dengan mudahnya.


Veronica berteriak tapi obat bius yang di suntikan membuatnya tidak sadarkan diri. Veronica dibawa dengan mudah oleh anak buah David. Obat bius itu benar-benar mempermudah mereka membawa Veronica tanpa adanya perlawanan.


Pengaruh obat bius itu pun tidak lama, Veronica sudah tersadar dan sangat heran mendapati dirinya berada di tempat yang asing. Kedua tangan dan kaki dalam keadaan terikat di sebuah kursi, Veronica yang sedang mencerna situasi mulai ingat jika dia dikejar oleh anak buah David saat berada di stasiun dan sekarang, dia tahu jika dia sudah tertangkap dan sekarang harus menghadapi kemarahan David.


"Lepaskan aku!" teriak Veronica. Tidak ada yang menjawab, suasana hening karena tidak ada siapa pun di dalam ruangan itu.


"Siapa pun, lepaskan aku!" teriak Veronica lagi, Teriakannya dapat di dengar oleh David yang baru saja tiba. Para anak buahnya menyambut dan tanpa berkata apa-apa, mereka membawa David ke ruangan di mana Veronica berada.


Veronica masih berteriak, dia memohon agar dia dilepaskan dari tempat itu meskipun tidak ada siapa pun namun pintu yang terbuka dan pria yang masuk ke dalam, mengejutkan dirinya. Veronica menelan ludah, karena saat itu David melangkah masuk ke dalam dengan emosi tertahan. Dia sungguh tidak menduga, wanita yang dia anggap sebagai sahabat itu, begitu mengecewakan dirinya.


"Da-David," tubuh Veronica gemetar, sekarang nyalinya jadi ciut.


"Apa masih mau lari, Veronica?" tanya David.


"A-Aku tidak lari, aku hanya pergi jalan-jalan!" dusta Veronica.


"Oh, kau hanya pergi jalan-jalan rupanya. Aku kira kau melarikan diri setelah menabrak Alana," David masih berusaha bersabar karena dia ingin melihat apakah Veronica mau mengakui perbuatannya atau tidak.


"Apa yang kau katakan, David? Aku tidak melakukan seperti yang kau katakan!" sangkal Veronica.


"Beraninya kau tidak mau mengaku, Veronica!" teriak David lantang.

__ADS_1


"Bukan aku, David. Bukan aku!" Veronica masih saja menyangkal tanpa menyadari jika David sedang mengetes kejujurannya tapi wanita itu tetap saja mengecewakan dengan berpura-pura tidak tahu apa pun. Sekarang dia tidak akan ragu lagi untuk menghukum Veronica.


"Beraninya kau menipu aku, Veronica!" tangan yang sudah mengepal sedari tadi melayang ke arah wajah Veronica dan menghantam pipi wanita itu dengan keras.


Veronica berteriak, darah segar mengalir dari hidungnya. Tidak saja satu kali, David yang sudah dikuasai oleh api emosi kembali memukul wajah Veronica dengan keras. Teriakan Veronica tak henti terdengar, dia mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari David sampai wajahnya membengkak. Darah tidak saja mengalir dari hidung tapi dari bibirnya yang robek.


"Hentikan, apa kau sudah gila?!" teriak Veronica marah.


"Ya, aku memang sudah gila dan aku gila karena mau berteman dengan wanita seperti dirimu!" terika David pula.


Veronica diam, air mata mengalir dari tatapan matanya yang tajam. David berusaha menahan emosi, napasnya bahkan tampak memburu. Apa yang dilakukan oleh Veronica benar-benar tidak akan pernah dia maafkan, tidak akan pernah.


"Aku memberikan kau kesempatan untuk mengakui apa yang telah kau lakukan tapi kau menyia-nyiakan kesempatan itu. Aku sungguh kecewa padamu, Veronica. Kau sudah mengecewakan aku sebanyak dua kali, dan aku sungguh tidak menyangka kau bisa melakukan aksi keji hanya untuk memenuhi ambisimu saja."


"Itu karena aku mencintaimu, David. Kau tidak pernah memandang aku sebagai wanita spesial, kau selalu menganggap aku sebagai sahabatmu saja jadi aku tidak rela gadis yang baru hadir dalam kehidupanmu itu memiliki dirimu padahal yang terlebih dahulu menyukaimu adalah aku!" ucap Veronica. Air mata mengalir dengan deras, rasa sakit di wajah akibat berbicara berusaha dia tahan.


"Aku takut kau membenci aku, David. Aku takut hubungan kita jadi seperti ini," ucap Veronica.


"Kau takut hubungan kita jadi seperti ini? Sungguh lelucon yang sangat lucu. Kau takut tapi kau pula yang menghancurkan hubungan persahabatan di antara kita!"


"Aku gelap mata, David. Tolong maafkan aku, aku berjanji tidak akan melakukannya lagi tolong ampuni aku dan biarkan aku pergi!" pinta Veronica memohon.


"Aku sudah memberimu kesempatan, Veronica. Tapi kau justru kembali berulah dan melakukan perbuatan yang sangat fatal. Kali ini aku tidak bisa memaafkan dirimu!"


"Kenapa, David? Apa Alana Meyyer begitu berarti bagimu? Apa kau lupa jika dia adalah putri musuhmu?" teriak Veronica tidak terima.


"Dia memang putri dari musuhku tapi dia sangat berarti bagiku sekarang!"

__ADS_1


"Apa?" Veronica terkejut mendengarnya. Jadi Alana sudah berhasil mengambil hati David? Mereka belum lama kenal tapi kenapa begitu mudahnya Alana Meyyer mengambil hati pria itu?


"Kau pasti bercanda, David. Pasti bercanda!" ucap Veronica dengan nada putus asa. Dia bahkan tertawa seperti tidak mempercayai apa yang baru saja David katakan.


"Aku tidak bercanda, dia memang putri dari musuhku tapi dia jauh lebih baik darimu!"


"Tidak mungkin!" teriak Veronica tidak percaya. Air mata mengalir dengan deras, dia benar-benar putus asa.


"Aku tidak meminta kau mempercayai hal ini, itu tidak penting bagiku apalagi kau harus mempertanggungjawabkan apa yang kau lakukan pada Alana."


"Apa maksud ucapanmu? Biarkan aku pergi dan aku berjanji padamu tidak akan muncul lagi di hadapanmu!" pinta Veronica.


"Tidak, kau akan mendekam di penjara dengan tangan dan kaki yang sudah patah!"


"A-Apa maksud dari perkataanmu?" tanya Veronica tidak mengerti.


"Patahkan satu tangan dan kakinya lalu buat alibi seolah-oleh dia baru saja mengalami kecelakaan dan setelah itu bawa dia ke kantor polisi dan berikan bukti-bukti kejahatan yang dia lakukan!" perintah David pada anak buahnya.


"Jangan lakukan, David. Jangan lakukan!" teriak Veronica memohon.


"Itu hukuman ringan untukmu, Veronica. Aku tidak membiarkanmu mati diterkam serigala saja sudah bagus jadi terimalah balasan yang tidak seberapa itu!"


"Aku tahu aku salah, aku bersedia masuk ke dalam penjara tapi jangan patahkan kaki dan tanganku!" pinta Veronica.


"Tidak, apa yang Alana alami saat ini harus kau dapatkan juga dan ingat, jika kau masih berani mengulangi kesalahan yang sama, bukan penjara lagi yang menanti tapi kau akan mendapatkan kematianmu!" setelah berkata demikian, David melangkah pergi tanpa mempedulikan teriakan Veronica. Dia tidak akan peduli pada wanita itu lagi, permintaan Veronica untuk diampuni pun tidak dia hiraukan.


Para anak buahnya menjalankan apa yang David perintahkan, teriakan Veronica terdengar saat dia mendapatkan hukumannya yaitu satu tangan dan satu kaki dipatahkan. Veronica hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya. Kini tangan dan kakinya sudah dipatahkan dan sebentar lagi dia akan mendekam di dalam penjara.

__ADS_1


David pergi dari tempat itu, dia tidak bisa terlalu lama meninggalkan Alana. Rasanya puas bisa membalas apa yang Veronica lakukan. Sekarang tinggal menunggu keadaan Alana pulih dan melewati hari menyenangkan dengannya. David sudah tidak sabar bertemu dengan Alana tapi sayangnya, gadis itu tidak ada di dalam ruangannya. David mencari tapi Alana tidak ada di mana pun. Ke mana gadis itu pergi?


__ADS_2