
mawar putriana adalah nama seorang gadis remaja berumur 17 tahun, dia merupakan anak dari seorang janda di salah satu provinsi N. Lahir dari rahim seorang janda ditambah tidak memiliki seorang ayah tidak membuat Mawar kekurangan kasih sayang, Mawar memiliki seorang paman yang merupakan adik dari ibunya yang sangat menyayangi Mawar bahkan kedua nenek dan kakeknya sangat mencintai dan menyayangi Mawar melebihi menyanyi anak mereka. Paman mawar merupakan atlit Taekwondo di provinsi N, mereka sangat menyayangi Mawar dan ingin agar mawar yang merupakan keponakan perempuan satu-satunya ini juga memiliki bekal bela diri untuk menjaga dirinya sendiri. Disaat Mawar berumur 17 tahun Mawar sudah dikenalkan dengan dunia beladiri yaitu Tae Kwon Do, dan diajak ikut latihan bela diri ini. Awalnya Mawar hanya mengiyakan saja dan ikut karna tidak ingin membantah Pamannya, namun ternyata ada yang mampu membuat Mawar betah dan akhirnya mencintai beladiri ini dan semangat mengikuti latihan.
Mawar POV
__ADS_1
Hari ini hari Minggu aku pertama kali datang ketempat latihan dimana adalah salah satu gedung olahraga di daerah A. Hari ini ternyata bukan hanya jadwal latihan anak-anak Taekwondo saja karna di tempat ini Sekarang terdapat juga anak-anak Tinju, yang kebetulan juga selalu mendapat jadwal latihan di tempat ini yang sama dengan anak-anak Taekwondo. Saat masuk dalam gedung mata ku langsung tertuju pada salah seorang remaja berkulit putih memiliki hidung yang mancung dan memiliki tubuh yang cukup tinggi dalam barisan anak-anak seusianya, ketika melihatnya saja aku bisa melihat jelas bahwa remaja ini merupakan anak yang cukup di sukai oleh teman-temannya baik perempuan maupun laki-laki. karena dia selalu diperhatikan oleh Mereka dan selalu berusaha mengajaknya berbicara.
"Anak itu bernama Rio" tiba-tiba ada seorang remaja perempuan yang mengenakan baju Taekwondo berdiri disebelah ku dan mengatakan itu. Dia adalah Devi Natali yah... itu lah namanya, dia merupakan salah satu sepupu perempuan ku yang sangat bawel dan cerewet tapi juga merupakan sepupuku yang paling aku kagumi. Devi memiliki postur yang lumayan tinggi untuk anak berumur 16 tahun dan memiliki Wajah yang cantik dan hidung yang mancung, tidak seperti aku yang memiliki postur tubuh tidak terlalu tinggi, pipi tembem dan hidung yang lumayan pesek. Yahhh... itulah lah sering ku dengar dari olok-olokan temanku.
__ADS_1
Rio duduk disebelah aku saat meminum air untuk menghilangkan dahaga saat latihan yang menguras tenaga itu terlihat jelas keringat di kulitnya yang putih dan wajahnya yang teduh, tanpa sadar aku mendongakkan kepala dan menatap mata Rio " Yahhh... Tuhan matanya indah sekali" lagi-lagi aku memuji keindahan ciptaan Tuhan yang satu ini dalam hati. Rio kemudian mengulurkan tangannya dan mengajakku kenalan " Hai namu aku Rio, kalo kamu? aku menjawab dengan gugup "ehh na...nama aku Mawar" sambil senyum-senyum tidak jelas di depan Rio. "ohhh... kamu sepupunya Devi kan?" katanya, "kok kamu tau? kan kita belum pernah ketemu sebelumnya?" "ia aku tau soalnya sering lihat fotomu di IG Devi" jawabnya. sedangkan aku hanya mengangguk-anggukan kepalaku tanda bahwa aku sudah paham maksudnya. setelah perbincangan singkat itu Rio pun pamit padaku dan melanjutkan latihannya, dan aku jadi paham bahwa Devi dan Rio mungkin teman dekat makanya mereka bisa saling Follow di IG.
tidak sadar kini hari sudah berubah menjadi agak gelap yang awalnya aku datang ke tempat ini jam 15.00 sekarang jam sudah menunjukkan pukul 18.30 atau jam setengah 7 malam. pamanku sudah terlihat selesai latihan dan sedang merapihkan peralatan latihan mereka kedalam tas yang mereka bawa masing-masing, setelah itu mereka menghampiri aku dan mengajak aku untuk pulang "ayo Mawar kita pulang nanti dicariin omah kalo kelamaan pulang bisa dimarahin juga nihhh." itu kata pamanku. sebelum keluar dari gedung itu aku masih melihat pamanku berbicara pada Devi yang sepertinya belum pulang yang terlihat masi menunggu seseorang di sana, dan anak-anak Tinju sebagian sudah diperbolehkan pulang sedangkan Rio dan beberapa anak lainnya mereka masih di minta latihan lanjutkan karna akan ada pertandingan dalam waktu dekat. Aku tau itu karna tadi aku sempat membaca salah satu brosur di tas Rio yang kebuka pada saat dia minum di sebelah aku. setelah itu aku melihat pamanku berjalan menuju ke waktu dan berniat mengambil mobil di tempat parkiran dan menyuruhku menunggunya sebentar, saat mobil pamanku sampai aku berbalik dan melambaikan tangan pada Devi yang sedang duduk di tribun penonton yang tadi aku duduki dan Devi kemudian membalas lambaian tangan ku dan aku pun masuk ke mobil pamanku dan pulang bersama paman.
__ADS_1
semoga kalian senang dengan cerita ini yahhh🙏🙏 maaf kalo masi banyak kekurangan, karna ini karya pertama aku semoga banyak yang minat yahhhh😊😘