
Melati dan Gilang memutuskan untuk ikut Bu Mirna dan Pak Bejo pulang ke rumahnya. Tadinya mereka akan langsung pulang ke Bandung, tapi Bu Mirna merasa tidak enak jika langsung pulang, sehingga untuk beberapa hari mereka memutuskan akan menginap di rumah Pak Bejo saja.
"Mas sangat bersyukur Mirna karena kamu masih mau menerima mas," ucap Pak Bejo ketika mereka berdua tiba di rumah.
"Aku hanya mengabulkan permintaan terakhir Adikku mas," jawab Bu Mirna.
"Apa kamu yakin hanya karena itu?" goda Pak Bejo.
"Malu Mas ada anak-anak," ucap Bu Mirna dengan wajah yang memerah.
"Anggap saja kami gak kelihatan Bu," celetuk Gilang, sehingga mendapatkan cubitan di pinggangnya dari Melati.
"Kak ikut Mel dulu sebentar yuk, sepertinya Mel sudah mengingat sesuatu tentang rumah ini," ujar Melati dengan menarik tangan Gilang.
"Kamu kenapa sih sayang narik-narik tangan Kak Gilang?" tanya Gilang.
"Kakak masa gak ngerti sih, kita tuh harus ngasih mereka waktu berdua, mungkin ada yang ingin mereka bicarakan," jawab Melati.
"Iya juga sih, kok Kakak gak mikir sampai ke situ ya? mungkin karena dipikiran Kakak hanya ada nama Melati, jadi gak bisa fokus memikirkan yang lain," ujar Gilang dengan cengengesan.
"Gak usah ngegombal deh, mending sekarang kita bantuin yang lain buat persiapan tahlil nanti malam saja yuk," ujar Melati.
Akhirnya Melati dan Gilang pun membantu mempersiapkan makanan untuk acara tahlil mendiang Bu Retno.
......................
"Mirna, mas tau ini semua berat untuk kamu, tapi mas harap Mirna bisa ikhlas menerima kembali mas tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Akan tetapi, jika memang Mirna merasa terpaksa dengan permintaan terakhir mendiang Retno, mas yang akan ikhlas menerima keputusan Mirna," ujar Pak Bejo yang melihat Bu Mirna menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian Bu Mirna terlihat menghembuskan nafas panjang, lalu memberanikan diri menjawab perkataan Pak Bejo.
"Insyaallah aku akan ikhlas menerima kembali mas Bejo, aku yakin mas Bejo tidak akan mengkhianati cintaku lagi," ujar Bu Mirna dengan tersenyum menatap lekat wajah lelaki yang sangat dicintainya.
"Mas berjanji Mirna, mas Bejo tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama, karena kesempatan ini sangat berharga bagi hidup mas, kamu sendiri tau kan kalau mas selama menikah dengan Retno tidak pernah melakukan hubungan Suami Istri, bahkan mas tidak pernah tidur satu kamar dengannya karena mas hanya menganggap Retno sebagai Adik kandung mas sendiri, dan hanya Mirna satu-satunya perempuan yang mas cintai dalam hidup mas," ujar Pak Bejo dengan memeluk tubuh Bu Mirna dengan erat.
Semoga disisa hidupku aku bisa selalu berada di sampingmu Mirna, perempuan pertama dan terakhir yang sudah membuatku jatuh cinta, batin Pak Bejo.
"Mas apa aku bisa meminta sesuatu dari mas?" tanya Bu Mirna.
"Insyaallah kalau memang mas sanggup pasti akan mas lakukan, memangnya apa yang Mirna inginkan?"
"Aku ingin kita mengulang ijab kabulnya di Bandung saja, serta kita menetap di sana, karena rumah ini selalu mengingatkanku pada kenangan pahit di masalalu," ujar Bu Mirna.
"Kalau memang itu keinginan Mirna, mas pasti akan melakukannya, mas benar-benar menyesal sayang, rasanya ribuan maaf pun tak akan menghilangkan penyesalan di hati mas," ujar Pak Bejo.
......................
Dua bulan pun kini telah berlalu dari meninggalnya Bu Retno. Melati, Gilang, dan Bu Mirna sudah kembali ke Bandung terlebih dahulu setelah selesai acara tahlil Bu Retno yang ke-7 hari, sedangkan Pak Bejo baru menyusul ke Bandung setelah selesai acara tahlil yang ke-40 hari.
Tadinya Gilang dan Melati akan melaksanakan Pernikahan setelah pulang dari Jawa, tapi Bu Shintya masih harus menyelesaikan pekerjaannya di Singapura selama 2 minggu lagi, sehingga mereka berdua saat ini masih mempersiapkan semuanya, dan akhirnya Bu Retno dan Pak Bejo yang akan melangsungkan ijab kabul ulang hari ini.
Setelah semuanya berkumpul maka acara ijab kabul pun dimulai, Bu Mirna menginginkan acara yang sederhana, tapi Melati dan Gilang mempersiapkan sebuah kejutan dengan mendatangkan seorang penata rias terbaik untuk mendandani Bu Mirna, serta mendekor kamar pengantin dan taman yang berada di Panti Asuhan untuk acara ijab kabul sehingga semuanya terlihat indah.
Acara ijab kabul Bu Mirna dan Pak Bejo telah selesai dilaksanakan dengan lancar, mereka yang menghadiri acara tersebut pun ikut bahagia dengan ijab kabul ulang yang dilakukan oleh pasangan yang telah lama berpisah.
"Selamat ya Bu, akhirnya Ibu dan Bapak dapat bersatu kembali, Melati ikut bahagia," ujar Melati dengan memeluk tubuh Bu Mirna.
__ADS_1
"Makasih banyak ya sayang, Melati dan Gilang sudah repot-repot melakukan semua ini untuk acara Pernikahan Ibu dan Bapak," ucap Bu Mirna.
"Iya sama-sama Bu, sudah seharusnya Gilang dan Melati melakukan semua itu untuk Ibu," jawab Gilang.
Yuda yang sengaja datang ke Panti Asuhan setelah mendengar berita kepulangan Melati pun merasa terkejut sekaligus geram dengan acara yang di adakan di Panti, karena dia mengira itu adalah acara Pernikahan Gilang dan Melati.
Yuda tiba-tiba naik ke atas pelaminan lalu menarik tangan Melati menjauh dari Gilang.
"Yuda, apa yang sudah kamu lakukan? lepaskan Melati, kamu sudah menyakitinya !!" ujar Gilang dengan memaksa melepaskan pegangan tangan Yuda yang mencengkram pergelangan tangan Melati dengan erat.
"Aku ada perlu dengan Melati, jadi jangan pernah ikut campur dengan urusanku !" teriak Yuda.
"Apa kamu tidak tau siapa aku di hidup Melati? dan asal kamu tau kalau Melati sudah mengingat masalalunya," ujar Gilang.
Degg
Jantung Yuda saat ini terasa berhenti berdetak, tapi dia tidak mau jika sampai kehilangan Melati karena Melati pasti membencinya setelah apa yang dia perbuat, belum lagi Jenni yang terus saja mendesaknya supaya segera menikahinya, sehingga akhirnya Yuda nekad mengatakan semua yang telah dia perbuat kepada Melati di hadapan Gilang.
"Mel, harusnya kamu menikah denganku bukan dengan Gilang, apa kamu tidak ingat setelah apa yang kita lakukan sebelum kamu hilang ingatan?" tanya Yuda.
"Apa maksud kamu Yuda? jangan bilang kalau kamu yang sudah menodai Melati sehingga dia menjadi depresi?" tanya Gilang dengan menarik kerah baju Yuda.
"Jadi rupanya kamu belum tau Gilang, kalau aku yang sudah pertama kali menikmati tubuh Melati," ujar Yuda dengan tersenyum sinis.
"Kurang ajar kamu Yuda !!" teriak Gilang dengan mendaratkan bogem mentah kepada wajah Yuda.
"Apa sebenarnya yang terjadi? kenapa aku belum mengingat semuanya," teriak Melati dengan memegang kepalanya yang terasa sakit.
__ADS_1
Sehingga acara Pernikahan Bu Mirna dan Pak Bejo yang tadinya berlangsung secara hidmat kini menjadi ricuh karena perkelahian yang terjadi antara Gilang dan Yuda.