Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
Bab 20 ( Jebakan Batman )


__ADS_3

Satu tahun kini telah berlalu dari semenjak kepulangan Gilang ke Singapura. Gilang dan Melati hanya bisa berkomunikasi lewat handphone karena Gilang ternyata sangat sibuk dengan pekerjaan dan kuliahnya sehingga tidak bisa ke Indonesia untuk bertemu dengan kekasih hatinya.


Melati kini telah lulus dari SMA, dan dia berencana akan kuliah di Singapura setelah Menikah dengan Gilang yang sudah mereka rencanakan bulan depan ketika Gilang libur kuliah nanti.


Untuk merayakan kelulusan Siswa dan Siswi Angkatan Melati, Sekolah pun berniat mengadakan acara perpisahan yang akan di selenggarakan di salah satu hotel ternama di kota tersebut.


Melati awalnya tidak ingin berangkat, tapi pihak Sekolah terus saja membujuk Melati supaya datang ke acara tersebut karena Melati adalah juara umum di Sekolahnya, sehingga Melati pun akhirnya memutuskan untuk menghadiri Pesta Perpisahannya.


"Bu Melati berangkat dulu ya," ujar Melati yang kini berpamitan kepada Bu Mirna.


"Kamu ke sana mau naik apa Mel?" tanya Bu Mirna.


"Melati bawa motor sendiri saja Bu, lagian hotelnya juga dekat, kasihan kalau Pak Tono harus mengantar Melati, ini kan sudah malam juga, jadi rencananya Melati akan sekalian menginap di hotel," ujar Melati.


"Ya sudah kamu hati-hati saja ya sayang, jaga diri baik-baik," ujar Bu Mirna, kemudian Melati pun berangkat setelah mencium punggung tangan Bu Mirna dan mengucapkan Salam.


Sesampainya di Hotel, Melati langsung masuk setelah memarkirkan motornya di basemen, karena acara akan segera dimulai.


Melati terlihat sangat cantik menggunakan gaun yang senada dengan jilbabnya, sehingga Yuda yang melihatnya pun terus saja melihat ke arah Melati dan tidak mengedipkan matanya sedikit pun, Jennifer yang melihat gerak-gerik Yuda pun kini memegang erat tangan Yuda.


"Ingat ya Babe kamu matanya jangan jelalatan lihat si gadis Panti itu, bulan depan kita kan mau Nikah," ujar Jennifer, tapi Yuda sama sekali tidak mendengarkan perkataan tunangannya tersebut.


Kamu cantik sekali Mel, aku pastikan malam ini aku akan mendapatkanmu dengan cara apa pun, batin Yuda.


Acara kini terlihat meriah, tapi entah mengapa setelah Melati meneguk minuman yang diberikan oleh seorang Pelayan dia langsung merasa mengantuk.


Kenapa mataku rasanya lengket banget ya? sebaiknya aku segera ke kamar untuk tidur, batin Melati dengan melangkahkan kaki menuju kamar yang sudah dia pesan.


Ternyata Yuda sebelumnya sudah mencampurkan obat tidur ke dalam minuman Melati lalu menyuruh Pelayan untuk mengantarkannya kepada Melati, dan Melati langsung meminumnya tanpa curiga sedikit pun.

__ADS_1


Yuda beralasan kepada Jennifer kalau dia sakit perut, sehingga Jennifer harus rela melepaskan Yuda dari pelukannya untuk ke toilet, padahal itu hanya akal bulus Yuda saja.


Yuda pun segera masuk ke dalam kamar hotel yang sudah di pesan oleh Melati, dan saat ini Yuda sudah duduk di ranjang kamar Melati dengan bertelanjang dada.


Ketika Melati masuk ke dalam kamar tersebut dia pun melihat Yuda, sehingga Melati kini bergegas untuk kembali keluar, tapi sayangnya Yuda sudah mencekal tangannya terlebih dahulu dan Melati yang sudah meminum obat tidur pun kini langsung tertidur di pelukan Yuda.


Yuda pun tersenyum puas melihat Melati yang kini sudah berada di dalam pelukannya.


"Malam ini kamu akan sepenuhnya menjadi milikku Melati," ujar Yuda dengan melucuti pakaian Melati.


Tubuh Melati kini telah polos tanpa sehelai benang pun sehingga Yuda yang melihatnya pun kini sudah berhasrat ingin memiliki gadis yang sangat ia cintai tersebut.


"Maafkan aku Mel mungkin hanya dengan cara seperti ini aku akan bisa memilikimu seutuhnya," ujar Yuda yang sudah bersiap untuk mencumbui Melati. Akan tetapi, ketika Yuda hendak mengungkung tubuh Melati tiba-tiba dia menyenggol tas Melati sampai terjatuh dan isinya berhamburan keluar. Yuda pun akhirnya melihat topeng milik Gadis Bertopeng yang selama ini selalu dia cari-cari untuk mengucapkan terimakasih karena sudah menolongnya.


Yuda kini membulatkan matanya karena terkejut dengan kenyataan yang sebenarnya.


Yuda ingin sekali memiliki Melati dengan cara apa pun, tapi di sisi lain Yuda tidak mungkin menyakiti Melati karena Melati adalah orang yang sudah berjasa menyelamatkannya.


Yuda pun kini memutuskan untuk tidak jadi menodai Melati, tapi dia tetap melaksanakan rencananya untuk menjebak Melati supaya Melati mau Menikah dengannya.


Yuda memberikan beberapa tanda kepemilikan kepada tubuh Melati, dan dia meneteskan obat merah pada Sprei di kamar tersebut supaya Melati mengira jika Yuda sudah merenggut kehormatannya.


Setelah melakukan rencana liciknya, Yuda pun memutuskan untuk tidur di samping Melati hanya dengan menggunakan ce*la*na da*lam saja.


......................


Aaaaaaaaa


Melati pun kini menjerit dan menangis secara histeris karena melihat tubuhnya yang polos tanpa mengenakan sehelai benang pun, dan dia lebih terkejut lagi ketika melihat Yuda yang kini masih tertidur di sampingnya dengan hanya mengenakan ce*la*na da*lam saja.

__ADS_1


Dengan menangis meratapi nasib malangnya Melati pun membungkus tubuhnya mengenakan selimut lalu memungut satu persatu bajunya, kemudian berlalu ke kamar mandi.


Setelah memakai pakaiannya Melati pun menghampiri Yuda lalu memukulnya dengan membabi buta dan akhirnya Yuda pun langsung terbangun dari tidurnya.


"Kenapa kamu memukuliku sayang, setelah semalam kamu mengajakku untuk ber*cinta," ujar Yuda tanpa tahu malu.


"Kamu breng*sek Yuda, apa yang sudah kamu lakukan kepadaku? mana mungkin aku mengajakmu melakukan tindakan yang tidak senonoh !" teriak Melati.


"Kamu lihat sendiri saja sayang noda cinta bekas semalam yang masih terlihat di sprei," tunjuk Yuda sehingga Melati kini menjadi syok kemudian pingsan.


"Mel, bangun sayang, kenapa jadi pingsan segala sih? aku harus bagaimana? kalau aku membawanya ke Rumah Sakit pasti dia akan bertanya kepada Dokter, dan Melati pasti akan mengetahui kebohonganku," gumam Yuda.


Akhirnya Yuda pun menggendong tubuh Melati ke tempat tidur, lalu menunggunya sampai kembali sadar dari pingsannya.


Satu jam kemudian Melati pun sadar dari pingsannya dan dia kembali histeris seperti orang yang kehilangan kewarasannya.


Ketika Yuda mendekatinya Melati pun merasa ketakutan lalu kembali berteriak.


"Maafkan aku Mel, aku tidak bermaksud menyakiti kamu, aku hanya ingin memiliki kamu seutuhnya, aku janji akan bertanggung jawab, dan kita bakalan Menikah sayang," ujar Yuda.


"Pergi kamu, pergi !" teriak Melati dengan histeris. Tapi Yuda masih belum pergi juga sehingga melati yang masih syok pun kini mengambil pisau buah yang berada di ruangan tersebut.


"Kamu tega Yuda, kamu sudah menghancurkan hidupku, aku minta sekarang kamu pergi tinggalkan aku sendiri, atau aku bakalan bunuh diri dihadapanmu supaya kamu puas melihatku menderita," ujar Melati.


"Jangan Mel, aku mohon jangan lakukan semua itu, aku sangat mencintai kamu, aku ingin kamu menikah denganku bukan dengan Gilang," ujar Yuda.


"Kamu bohong Yuda, kamu tidak tulus mencintaiku, karena kalau kamu tulus kamu tidak akan mungkin merusak hidupku," ujar Melati yang kini menjatuhkan tubuhnya di lantai.


"Maafin aku Mel aku khilaf, aku tidak pernah bermaksud sedikit pun menyakitimu, aku tidak tau kalau semuanya akan menjadi seperti ini," ujar Yuda dengan berlalu keluar meninggalkan Melati.

__ADS_1


__ADS_2