Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
BAB 13


__ADS_3

Rio langsung berjalan melewati Marsel, sambil diikuti oleh Mawar dibelakangnya.


" pegang tas ku dan gunakan helem ini. " Rio bicara pada Mawar, sambil memberikan tas dan helem pada Mawar.


" ehh..ehh... ia tunggu, kau pegang dulu helem nya aku pake tas ini dulu. "


melihat Mawar yang kesusahan saat memakai tasnya, Rio langsung segera memakaikan helem pada Mawar.


"kau terlalu lamban." setelah memakainya pada Mawar Rio berbicara seperti itu karna mawar terlihat kaget, pasalnya saat memakaikan helem padanya wajah Rio sangat dekat padanya, dan mata mereka saling bertatap beberapa detik.


"Ayo naik, atau kau ingin digoda teman-teman ku lagi?"


mendengar apa yang dikatakan Rio, tentunya Mawar langsung sadar dan bergegas menaiki motor milik Rio itu.


jangan ditanya lagi bagaimana teman-teman Rio, mereka semua sudah tidak bisa berkata-kata lagi, mereka hanya mampu menatap Rio dan Mawar yang menurut mereka seperti sepasang kekasih.

__ADS_1


"wahhhh..... mereka terlihat sangat cocok." Marsel baru berani berkata setelah Rio dan Mawar melajukan motor menjauh setelah berpamitan pada mereka.


" mana ada, mereka terlihat lebih cocok seperti pembantu dan majikan." kali ini salah satu teman mereka bernama Anggun yang menimpali perkataan Marsel.


Anggun adalah salah satu sahabat Devi, mereka sudah dekat semenjak mereka sama-sama latihan beladiri di sini. Anggun berlatih tinju sedangkan Devi taekwondo, walau berbeda namun mereka sering bersama di tempat latihan, ketika sedang istirahat.


"Apa kau iri pada Mawar?" Marsel kembali bertanya dengan gaya sinis nya pada Anggun. Dirinya memang tidak suka pada mulut pedas Anggun yang suka mengatai orang, seakan dirinya paling sempurna.


" Untuk apa aku iri padanya, lagi pula memang itu kenyatannya, lagian sampai kapanpun Devi lebih cocok dibanding dirinya yang dekil."


" jika kau ingin menghina orang lain, lebih baik kau lihat dirimu. Lagi pula Rio bulan laki-laki yang memandang seseorang dari fisiknya, namun dari hatinya."


kali ini kata-kata Marsel yang membela Mawar dan Rio sukses membuat Anggun diam dan memilih pergi dari sana.


sedangkan dijalan raya yang cukup padat, Rio sedang melajukan motornya sambil mawar yang terlihat kaku dibelakangnya. mungkin mawar takut akan terjatuh, pasalnya Rio sedikit laju membawa motor miliknya itu.

__ADS_1


" jika kau takut, berpeganglah padaku!" Rio berbicara sedikit kuat agar Mawar bisa mendengarnya.


"hah.... apa yang kau bilang aku tidak bisa mendengarnya" jawab mawar.


Tampa banyak bicara lagi, Rio langsung memegang tangan Mawar, dan meletakan nya pada pinggangnya. mendapat perlakuan seperti itu, mawar sedikit tersentak dan menarik kembali tangannya.


"Berpeganglah seperti tadi, aku tau kau takut jadi berpeganglah, karna aku tak akan mendengar kan.jika kau memintaku berkendara dengan pelan."


perkataan Rio laki ini, sukses membuat mawar kembali berpegang pada pinggangnya. sekarang memang mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran.


karna Mawar sudah berpegangan padanya, Rio lebih ngebut lagi membawa Motornya dan sukses membuat Mawar semakin mengeratkan pegangannya pada tubuh Rio, sekarang lebih terlihat sepeti Mawar sedang memeluknya.


" Rio kenapa kau melewati cabang ke komplek rumahku?" tanya Mawar, sedikit kuat didelat telinga Rio.


" ia kita ke rumahku dulu, bajuku basah karna leringatku jadi aku perlu ganti segera jika tidak bisa masuk angin."

__ADS_1


mendapat jawaban dari Rio, Mawar hanya diam saja, entahlah apa yang sekarang ada dipikirannya.


__ADS_2