Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
Bab 50 ( Akhir Semuanya )


__ADS_3

Melati terlihat kaget ketika Yuda mengetahui identitasnya sebagai gadis bertopeng.Akan tetapi dia bersyukur karena itu yang menjadi alasan Yuda tidak jadi menodainya.


"Mulai sekarang kita lupakan masalalu ya Kak, mari kita buka lembaran baru, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, tapi jadikanlah kesalahan itu sebagai pelajaran supaya kita tidak mengulanginya di kemudian hari," ucap Melati dengan bijak.


"Aku titip Adikku ya Gilang, bahagiakan dia dan jangan pernah sakiti dia, aku yakin jika cintamu pada Melati sangat besar melebihi rasa cintaku padanya," ujar Yuda dengan memeluk Gilang.


"Kakak ipar tenang saja, Melati sekarang sudah menjadi istriku, jadi aku akan selalu melindungi dan membahagiakannya segenap jiwa dan ragaku," jawab Gilang.


"Gitu donk akur, jadi Bunda gak banyak pikiran lagi kalau Ayah gak cemburuan terus," ucap Melati dengan tersenyum bahagia.


"Iya Bunda, maafin Ayah ya, insyaallah Ayah akan selalu percaya sama Bunda," ujar Gilang dengan memeluk tubuh Melati.


"Harus donk, karena sebuah hubungan harus didasari oleh rasa saling percaya," ujar Melati dengan mencium pipi Gilang.


"Hadeuh..pengantin baru bikin gerah aja," celetuk Yuda, sehingga semua yang ada di sana tertawa.


Tiba-tiba tawa mereka terhenti karena Jenifer datang bersama keluarganya membawa penghulu. Jennifer terlihat menangis dan di seret oleh Papi nya.


"Yuda, om tidak mau tau, sekarang juga kamu harus nikahin Jennifer !!" teriak Papi Jennifer.


Yuda nampak berpikir, lalu kemudian dia angkat bicara.


"Baik Om, saya bersedia untuk menikahi Jennifer."


Saat itu juga akhirnya Yuda dan Jennifer dinikahkan, karena Ayah Jennifer tidak mau kalau sampai Jennifer merusak reputasi keluarganya karena hamil di luar nikah.


Setelah acara Pernikahan dadakan Yuda dan Jennifer selesai, Yuda mengajak Jennifer untuk berbicara berdua di dalam kamarnya.


"Jen, aku tau kalau kamu sampai menjebak aku karena kamu ingin memilikiku, begitu juga dengan yang dulu pernah aku lakukan kepada Melati. Tapi sekarang aku sadar jika cinta tidak harus saling memiliki, aku memang sangat mencintai Melati, tapi aku hanya memberikan luka untuknya."


"Apa kamu menyesal telah menikahiku Yud?" tanya Jennifer.


"Mungkin jika Melati bukan Adikku, dan dia belum menikah dengan Gilang, aku pasti akan sangat menyesal, tapi sekarang keadaannya telah berbeda, dan aku akan coba mengikhlaskan semuanya. Kamu tau alasanku dulu tidak jadi menodai Melati?" tanya Yuda.


"Apa Yud?"


"Karena Melati adalah Gadis bertopeng yang pernah menolong nyawaku dari gangguan preman yang hendak mencelakaiku," cerita Yuda.


"Jadi Melati gadis bertopeng yang selalu menjadi pahlawan semua orang?" tanya Jennifer.


"Iya Jen, dan aku sangat menyesal karena sudah membuat Melati sampai depresi atas semua perbuatan yang telah aku lakukan kepadanya. Mulai sekarang aku ingin berubah menjadi orang baik, dan aku harap kamu juga melakukan hal yang sama supaya kelak Anak kita bangga terhadap kedua orangtuanya serta tidak melakukan kesalahan yang sama seperti kita," ucap Yuda dengan bijak.

__ADS_1


"Insyaallah aku akan berubah menjadi lebih baik lagi Yud, semoga kamu bersedia untuk membimbingku ke jalan yang benar ya, dan terimakasih juga karena kamu sudah menerimaku. Aku harus meminta maaf kepada Melati karena dari kecil aku selalu membully nya, dan aku juga harus berterimakasih karena dulu Gadis bertopeng telah menyelamatkanku dari preman-preman yang hendak menodaiku," ujar Jennifer.


"Alhamdulillah kalau kamu juga sudah sadar, kalau begitu ayo kita keluar untuk menemui Melati, aku yakin dia akan dengan senang hati memaafkan kesalahan kita," ajak Yuda.


Yuda dan Jennifer kini menghampiri Melati dan keluarga, Jennifer langsung memeluk Melati dengan menitikkan airmata.


"Mel, maafin aku ya, selama ini aku sudah banyak salah sama kamu, dan terimakasih juga karena dulu kamu pernah menyelamatkanku, karena aku baru tau jika kamu adalah Gadis bertopeng yang dulu pernah menyelamatkanku dari gangguan Preman-preman yang hendak menodaiku," ucap Jennifer.


"Sebelum kamu meminta maaf pun aku sudah memaafkannya Jen, dan sudah tugas kita untuk saling membantu. Jadi mulai sekarang kita buka lembaran baru ya, Semoga kedepannya kita bisa selalu hidup rukun sebagai saudara," ujar Melati yang diamini oleh Semua orang yang ada di sana.


Gilang yang selalu menempel pada Melati pun menjadi bahan olokan semua orang, tapi Gilang sama sekali tidak mau melepaskan pelukannya dari Melati, sehingga membuat semua orang geleng-geleng kepala dibuatnya.


Akhirnya acara tahlil 40 hari Papi Bagas diselenggarakan bersamaan dengan syukuran Pernikahan Jennifer dan Yuda sebelum nanti mereka menggelar resepsi yang akan dilaksanakan bulan depan.


Setelah acara selesai Melati dan keluarga memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


Hari-hari selalu Melati dan Gilang lewati dengan penuh kebahagiaan, walaupun terkadang ada saja perdebatan kecil yang terjadi, tapi Gilang dan Melati selalu menyelesaikan semuanya dengan kepala dingin.


......................


Tidak terasa pernikahan Melati dan Gilang sudah berjalan selama 1 tahun, tapi Melati belum juga ada tanda-tanda hamil, padahal mereka berdua sudah berkonsultasi kepada Dokter kandungan dan tidak ada masalah dengan kesuburan Melati maupun Gilang.


"Tapi Bunda sedih Yah, Jennifer sama Kak Yuda saja sudah mempunyai bayi yang cantik, Bunda kan pengen juga segera menggendong bayi, apalagi besok bertepatan dengan Anniversary kita yang ke-1," ujar melati.


"Kita baru menikah 1 tahun dan usia kita juga masih muda, jadi kita masih bisa memiliki kesempatan untuk mempunyai bayi, orang lain bahkan banyak yang sudah menikah lama tapi belum diberikan momongan juga, yang penting kita selalu berdo'a dan berusaha," ujar Gilang.


"Bagaimana kalau Bunda gak bisa hamil juga? apa Ayah akan menikah lagi dengan perempuan lain?" tanya Melati dengan menangis.


"Kok Bunda ngomongnya begitu sih? pokoknya apa pun yang terjadi, Ayah tidak akan pernah meninggalkan Bunda, Ayah lebih memilih tidak memiliki Anak daripada harus kehilangan Istri yang sangat Ayah Cintai." jawab Gilang dengan memeluk tubuh Melati.


Keesokan paginya Melati merasakan gejolak yang hebat pada perutnya sehingga Membuat Melati bolak balik ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.


"Bunda makan apaan sih sampai muntah-muntah begini?" tanya Gilang dengan memijit tengkuk leher Melati.


"Mungkin Bunda masuk angin Yah, nanti juga kalau dikerokin pasti langsung sembuh," jawab Melati.


Tiba-tiba Melati pingsan sehingga Gilang pun semakin khawatir.


Gilang berteriak memanggil Bu Shintya lalu bergegas mengangkat tubuh Melati dan membaringkannya di atas ranjang.


Bu Shintya yang mendengar teriakan Gilang langsung saja bergegas menuju kamar Melati dan Gilang. Bahkan Bu Mirna dan Pak Bejo langsung menuju rumah Melati karena tadi mendengar teriakan Gilang juga.

__ADS_1


Bu Shintya terkejut melihat Melati yang sudah tidak sadarkan diri, padahal mereka sedang sibuk memasak untuk acara syukuran 1 tahun pernikahan Gilang dan Melati.


"Gilang, kenapa Melati sampai bisa pingsan begini?" tanya Bu Shintya dengan menangis, karena Bu Shintya takut jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap Melati.


"Gilang tidak tau Bu, dari tadi Melati bolak-balik ke toilet mengeluarkan isi perutnya karena merasa mual," jawab Gilang.


"Apa Gilang sudah memanggil Dokter?" tanya Bu Mirna yang sudah berada di dalam kamar Melati juga.


"Sudah Bu, semoga saja Dokter segera datang," jawab Gilang.


Beberapa saat kemudian Dokter yang dipanggil Gilang akhirnya datang lalu bergegas memeriksa keadaan Melati.


"Bagaimana Dok dengan kondisi Istri saya?" tanya Gilang.


"Selamat ya Pak, sepertinya Anda akan menjadi seorang Ayah," jawab Dokter, lalu kemudian Dokter pun pamit dan di antar sampai halaman oleh Pak Bejo.


Gilang yang mendengar jawaban dari Dokter pun langsung melakukan sujud sukur.


"Terimakasih Ya Allah, karena Engkau telah mengabulkan do'a-do'a kami selama ini," ucap Gilang dengan menangis.


Bu Shintya, Bu Mirna dan Pak Bejo pun bergantian memeluk Gilang dan mengucapkan selamat.


"Alhamdulillah akhirnya kita akan jadi Kakek dan Nenek," ujar Bu Mirna.


"Iya Bu, Melati pasti akan sangat bahagia jika mendengar berita bahagia ini," ucap Bu Shintya yang kini berpelukan dengan Bu Mirna.


Gilang tiada hentinya mengucap syukur dengan terus menggenggam tangan Melati dengan sesekali mengusap lembut perut Melati yang masih rata.


Secara perlahan Melati kini membuka matanya.


"Ayah, Bunda kenapa? kenapa semuanya ada di sini?" tanya Melati.


"Melati sayang, selamat ya karena sekarang Melati akan menjadi seorang Ibu," ucap Bu Shintya dengan memeluk Melati.


"Ibu gak bohong kan? Apa benar yang dikatakan oleh Ibu kalau kita akan menjadi orangtua Yah?" tanya Melati kepada Gilang.


"Iya sayang, Alhamdulillah Allah SWT telah mengabulkan semua do'a-do'a kita," jawab Gilang dengan memeluk erat tubuh Melati.


"Melati sekarang harus menjaga kesehatan ya, semoga Melati dan bayi yang berada di dalam kandungan Melati selalu diberikan kesehatan," ucap Bu Mirna yang ikut memeluk Melati juga.


"Alhamdulillah Ya Allah karena Engkau telah memberikan kado terindah di hari Ulang Tahun Pernikahan kami," ucap Melati dengan tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2