
Pagi ini Gilang mencoba untuk melihat email yang masuk melalui handphonenya karena semalam dia menginap di Panti sehingga tidak membawa Laptop.
Melati kini terlihat membawa dua cangkir kopi bersama sepiring gorengan untuk dimakan bersama Gilang.
"Kak makan dulu gorengannya mungpung masih hangat," ujar Melati.
"Makasih sayang," ujar Gilang yang masih fokus menatap layar handphonenya, tapi tiba-tiba ada pesan yang masuk dari Asistennya. Kemudian Gilang pun kini membuka pesan tersebut.
Gilang terlihat membulatkan matanya ketika membuka pesan tersebut yang ternyata sebuah Video keluarga Yuda.
"Kak Gilang kok sampai kaget seperti itu?" tanya Melati.
"Kamu lihat deh Mel, mereka sungguh keterlaluan !" ujar Gilang dengan memperlihatkan Video tersebut.
"Astagfirulloh..mereka keterlaluan sekali ya Kak, Melati gak nyangka kalau orangtua Yuda mempunyai pikiran picik seperti itu," ujar Melati.
"Iya Mel, Kakak juga gak nyangka, Alhamdulillah Allah SWT masih melindungi Kakak dari jebakan mereka," ujar Gilang.
"Iya Kak, Mel gak tau akan seperti apa jadinya jika sampai Kak Gilang masuk kedalam jebakan lalu tidur dengan Sinta," ujar Melati yang kini tertunduk sedih.
"Kamu jangan sedih dong sayang, Kakak tidak akan mungkin sampai terjebak oleh perempuan lain, karena Kakak hanya mencintai kamu," ujar Gilang dengan mencium tangan Melati.
"Makasih ya Kak atas semuanya," ujar Melati.
"Mel bisa gak jangan bilang makasih terus? Kakak sampai bosen dengernya," ujar Gilang dengan terkekeh pelan.
"Gak ada kata lain yang Mel bisa ucapin selain itu," ujar Melati.
"Kamu emang gak bisa bilang I Love You, atau I Miss You gitu?" goda Gilang.
"Udah ah Mel malu, ini Kakak makan gorengannya," ujar Melati dengan memasukan gorengan ke dalam mulut Gilang.
__ADS_1
"Kalau mau menyuapi tuh yang ikhlas dong, masa Kakak harus telen bulat-bulat gorengannya," ujar Gilang.
"Makan aja sendiri Kakak kan bukan anak kecil," ujar Melati.
"Kalau sama calon Suami itu romantis dikit dong Mel," goda Gilang dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Itu semalam udah banyak bekas dicium, kurang romantis gimana coba?" tanya Melati.
"Mending kalau diciumnya sama kamu, ini banyak juga bekas dicium sama nyamuk," ujar Gilang dengan cemberut.
Tiba-tiba handphone Gilang berbunyi dan ternyata itu adalah telpon dari Ibu Shintya.
Assalamu'alaikum Bu, ucap Gilang.
Wa'alaikumsalam, sayang kamu tidak kenapa-napa kan? tadi Ibu dapat kiriman video kalau ternyata ada orang yang mau menjebak Gilang, tanya Bu Shintya.
Alhamdulillah Gilang baik-baik saja kok Bu, jawab Gilang.
Tapi Bu, Gilang berat untuk meninggalkan Melati, terus bagaimana dengan pencarian terhadap anak kandung Ibu jika Gilang pulang ke Singapura? tanya Gilang.
Kalau untuk pencarian Adik kamu biar nanti anak buah Ibu yang melakukannya, tapi jika kamu keberatan untuk meninggalkan Melati sebaiknya Gilang bawa saja Melati ke sini, ujar Bu Shintya.
Tapi Melati baru masuk Sekolah Bu, dan Melati pasti gak bakalan mau meninggalkan Bu Mirna, ujar Gilang.
Saat ini Ibu membutuhkan bantuan Gilang untuk menyelesaikan proyek di sini yang masih terbengkalai, tapi semua keputusan ada di tangan Gilang dan Ibu tidak akan memaksa, tolong sampaikan Salam Ibu kepada Melati dan Ibu Panti ya, ujar Ibu Shintya, lalu telepon pun terputus setelah Bu Shintya mengucapkan salam.
"Kak Gilang kenapa? kok kelihatannya bingung begitu?" tanya Melati.
"Ibu nyuruh aku untuk pulang ke Singapura Mel, Ibu sepertinya khawatir dengan keadaanku di sini dan katanya di sana juga ada proyek yang terbengkalai," jawab Gilang sehingga Melati kini terlihat sedih.
"Mel kamu jangan sedih dong, Kakak juga sebenarnya berat buat ninggalin kamu, Ibu juga nyuruh Kakak buat bawa kamu, tapi Melati pasti gak bakalan bisa ikut kan karena baru masuk Sekolah dan Melati juga pasti gak bakalan mau ninggalin Bu Mirna," ujar Gilang dengan memegang kedua bahu Melati dan Melati pun kini memeluk Gilang dengan erat lalu menangis dalam pelukannya.
__ADS_1
......................
Ternyata kamu masih belum berubah mas Bagas, kamu masih serakah seperti dulu dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan semua keinginanmu, bahkan dengan mengorbankan keluargamu sendiri, batin Shintya.
Flash back 20 tahun yang lalu,
Bagas dan Shintya adalah sepasang kekasih, dan mereka sudah berhubungan selama lima tahun dari semenjak mereka berdua duduk di bangku SMA. Sehingga Akhirnya mereka berdua Menikah setelah lulus kuliah.
Setelah dua tahun Pernikahan Shintya tidak kunjung hamil juga, sampai akhirnya Bagas yang tertekan oleh keluarganya pun menikahi Ratna karena Bagas takut jika orangtuanya mencoret namanya dari daftar ahli waris.
Bagas pun membawa Ratna yang sedang hamil ke rumah yang ditinggali oleh Shintya.
"Mas kenapa kamu tega membawa perempuan lain ke rumah kita?" tanya Shintya dengan menangis.
"Maafkan aku Shintya tapi Ratna sekarang sedang hamil dan dia ingin selalu berada di dekatku," ujar Bagas.
"Kamu tega mas, kamu sudah menorehkan luka dihatiku, bahkan saat kamu menikah dengan Ratna kamu tidak meminta ijin terlebih dahulu kepadaku, lalu sekarang dengan seenaknya kamu membawa dia ke dalam rumah kita, dimana hati nurani kamu mas?" ujar Shintya dengan menangis histeris.
"Sayang maafkan aku, aku sangat mencintai kamu, tapi aku tidak mau kalau sampai orangtuaku mencoret namaku dari daftar ahli waris karena kita belum juga mempunyai keturunan, kamu mengerti dong sayang, aku harap kamu dan Ratna bisa hidup dengan rukun dan kamu bisa menganggap anak Ratna sebagai anak kamu juga," ujar Bagas.
"Maaf mas hatiku tidak semulia itu sehingga dengan lapang dada menerima perempuan lain dalam rumah tangga kita, apalagi jika sampai harus mengurus anak dari maduku, lebih baik aku mundur mas, tenang saja aku tidak akan meminta harta gono gini, bahkan sepeser pun aku tidak akan membawa uangmu karena aku bukan manusia serakah sepertimu yang rela melakukan apa pun hanya demi uang," ujar Shintya dengan keluar dari rumahnya yang sudah dia tinggali selama dua tahun bersama Bagas.
Setelah bercerai dari Bagas, Shintya kini merintis usaha dengan modal dari warisan peninggalan mendiang orangtuanya. Pada saat menggugat cerai Bagas Shintya tidak tahu jika dia tengah hamil, sehingga dia berjuang menjalani semuanya tanpa seorang Suami di sampingnya.
Beberapa bulan kemudian Shintya melahirkan seorang bayi perempuan dan dia tidak tahu jika sebenarnya ada yang menukar bayinya dengan bayi yang sudah meninggal, sehingga Shintya menganggap jika anaknya sudah meninggal dunia.
Dua minggu yang lalu Shintya bertemu dengan Bidan yang membantu dia pada saat melahirkan, dan Bidan tersebut merasa menyesal serta dihantui rasa berdosa karena sudah menukar bayi Shintya yang ternyata masih hidup.
Flash back off.
Aku berjanji akan membalas semua yang telah kamu lakukan kepadaku mas Bagas, kamu dulu sudah menghancurkan hidupku dan sekarang kamu berusaha untuk menjebak Gilang anak angkatku untuk memenuhi semua ambisimu. tunggu saja tanggal mainnya Bagaskara ! batin Shintya dengan mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1