
Akhirnya Gilang memutuskan jika dia akan pulang ke Singapura besok.
"Mel maafin Kakak ya karena gak bisa selalu berada di samping Melati," ujar Gilang.
"Iya gak apa-apa Kak, Melati ngerti kok, yang penting nanti di sana Kakak jaga diri baik-baik ya, jangan lupa Solat sama makan juga" ujar Melati.
"Iya sayang Kakak pasti akan selalu mengingat semua perkataan Melati, Melati juga di sini jaga diri baik-baik ya, jaga mata dan hati Melati hanya untuk Kak Gilang," ujar Gilang dengan tersenyum.
"Insyaallah Kak, terus nanti masalah Restoran gimana? Melati kan belum terlalu paham? tanya Melati.
"Kamu tidak usah khawatir sayang, Melati kalau sempet baru datang ke Restoran, di sana juga ada Manager yang handle, paling Melati cek pembukuannya saja," ujar Gilang dengan mengelus lembut kepala Melati.
"Kakak memang rencananya mau berapa lama di sana?" tanya Melati.
"Nanti kalau Kakak libur kuliah pasti Kakak nyempetin buat ketemu Melati, jarak Singapura-Indonesia juga kan tidak terlalu jauh," ujar Gilang.
"Aku pasti bakalan kangen banget sama Kakak," ujar Melati dengan malu-malu.
"Kakak juga pasti akan selalu merindukan Melati," ujar Gilang.
"Gimana kalau kita malam ini main ke Taman bermain MeGi," ujar Melati.
"Ide yang bagus Mel, yuk kita berangkat sekarang aja," ujar Gilang dengan menarik tangan Melati.
"Kak kita jalan kaki aja ya ke sananya," ajak Melati.
"Melati mau mengenang masalalu kita ya?" tanya Gilang sehingga membuat Melati tersipu malu.
Ditengah perjalanan Melati dan Gilang kini bertemu dengan ke empat Preman yang dulu ingin menculik mereka pada waktu kecil.
"Sepertinya lelaki yang bersama gadis Panti ini orang tajir nih Bos," ujar salah satu Preman.
"Heh serahkan dompet dan semua barang berharga kalian, jika kalian masih ingin hidup !" bentak Preman kepada Gilang dan Melati.
"Dulu kami masih kecil makanya tidak bisa melawan kalian, tapi sekarang aku akan menjaga calon Istriku dari gangguan cecunguk seperti kalian !" teriak Gilang dengan memasang kuda-kuda.
"Mel kamu tenang saja ya, Kak Gilang pasti bakalan melindungi Melati dari gangguan mereka," ujar Gilang dengan tersenyum.
__ADS_1
Pertarungan kini tidak terelakkan lagi, Gilang melawan ke empat Preman tersebut dan ketika salah satu dari Preman tersebut akan memukul Gilang tiba-tiba terdengar suara benda terjatuh di atas kepala keempat Preman tersebut.
Brug_brug
Peletak_peletak
terdengar suara galon kosong dan batu kerikil yang jatuh tepat di atas kepala ke empat Preman tersebut sehingga mereka menghentikan aksinya.
"Woy siapa yang sudah berani menimpuk kepala kami? kalau berani tunjukan wajahmu !" teriak Bos Preman.
Lalu tiba-tiba karung di sebelah mereka melayang sehingga mereka ketakutan.
"Han_Han_Han_Hansip..." ujar salah satu Preman.
"Hantu dodol, bukan Hansip," ujar Bos Preman yang kini sampai kencing di celananya. Sehingga mereka semua pun memutuskan untuk berlari.
Gilang kini merasa heran dengan kejadian yang menimpa kepada keempat Preman tersebut.
"Mel kok Kakak merasa aneh ya, kenapa kejadiannya bisa sama seperti dulu waktu kita masih kecil, siapa yang sebenarnya sudah membantu kita?" tanya Gilang.
"Yang sudah membantu kita itu Allah SWT Kak," jawab Melati dengan tersenyum.
"Ya sudah nanti kalau sudah sampai Taman bermain Mel ceritain ya, ini Kakak minum dulu biar lebih tenang," ujar Melati dengan memberikan sebotol minuman kepada Gilang.
Sesampainya di Taman bermain mereka pun duduk di salah satu bangku taman yang sedikit jauh dari keramaian.
"Maaf ya Kak, sebenarnya yang sudah terjadi kepada Preman tadi itu adalah perbuatan Melati," ujar Melati, sehingga membuat Gilang membulatkan matanya seakan tidak percaya dengan perkataan Melati.
"Jadi saat Preman tersebut gangguin kita pada waktu masih kecil itu juga perbuatan Melati?" tanya Gilang.
"Iya Kak sebenernya kekuatan Melati pertama kali muncul pada saat kita ngerayain Ulang tahun Mel yang ke-5," ujar Melati dengan tertunduk sedih, karena dia mengira Gilang marah kepadanya.
"Woow amazing, ternyata Calon Istri Kak Gilang ini hebat juga ya, bisa ajarin Kak Gilang gak?" ujar Gilang dengan tersenyum.
"Jadi Kak Gilang gak marah sama Melati?" tanya Melati.
"Kenapa Kak Gilang harus marah? justru Kak Gilang merasa bersyukur, ternyata pujaan hati Kak Gilang ini adalah Pahlawan Kak Gilang," ujar Gilang dengan terus memuji Melati sehingga Melati menjadi malu.
__ADS_1
"Udah ah jangan diomongin terus, Mel kan jadi malu Kak," ujar Melati.
"Setidaknya Kak Gilang tidak akan terlalu khawatir meskipun kita tinggal berjauhan Mel, karena Melati bisa menjaga diri dengan baik," ujar Gilang dengan mengelus lembut kepala Melati.
"Insyaallah Melati bisa menjaga diri Kak, yang penting kita saling do'ain aja ya, dimana pun kita berada," ujar Melati yang kini terlihat berkaca-kaca.
"Kakak sebenarnya berat buat ninggalin kamu Mel, tapi Kakak juga kasihan sama Bu Shintya, karena walau bagaimanapun juga Kakak bisa sembuh dan bisa seperti sekarang ini semuanya berkat kebaikan hati beliau,"ujar Gilang dengan memeluk erat tubuh Melati.
"Iya Kak, Mel ngerti kok, mudah-mudahan saja anak Bu Shintya segera ditemukan ya," ujar Melati.
"Amin, Iya Mel mudah-mudahan saja," ujar Gilang.
......................
Dari kejauhan Yuda kini terlihat sedang mengawasi Gilang dan Melati.
Kamu tega banget Mel, dengan mudahnya kamu melupakan aku, padahal aku sekarang sedang membutuhkan kamu, aku ingin bersandar di bahumu seperti dahulu, aku ingin mencurahkan seluruh isi hatiku terhadapmu Mel, batin Yuda sehingga dia meneteskan airmata.
Tiba-tiba Jennifer kini memegang bahu Yuda sehingga Yuda pun berjingkrak kaget.
"Eh Kuntilanak..Kuntilanak," ujar Yuda.
"Sayang, kok kamu tega banget sih ngatain aku Kuntilanak," ujar Jennifer.
"Habisnya kamu ngagetin aja sih Jen, aku kan jadi latah," ujar Yuda.
"Kamu ngapain sih ada di tempat kumuh seperti ini?" tanya Jennifer.
"Aku lagi cari angin aja Jen," jawab Yuda.
"Mending kita main ke Hotel Papi aja yu," ajak Jennifer.
"Kamu ngapain sih pake ngajakin aku main ke Hotel segala?" tanya Yuda.
"Yuda, kita itu kan udah resmi bertunangan, teman-temanku saja banyak lho yang sudah melakukan hubungan yang lebih dari sekedar ciuman, tapi kamu nyium aku aja gak pernah," ujar Jennifer dengan cemberut.
"Kamu jangan gila Jen, kita itu baru tunangan bukan Nikah, jadi kita belum muhrim, dan aku mau pacaran secara sehat tanpa merusak kehormatan seorang wanita," ujar Yuda.
__ADS_1
"Kamu jangan munafik Yuda, adik kamu aja si Sinta semalam sudah melepas kesuciannya bahkan melakukannya dengan lelaki yang belum dia kenal !" teriak Jennifer.
"Cukup Sinta saja yang melakukan kesalahan, dan aku tidak ingin melakukan kesalahan yang sama dengan memberikan aib untuk keluargaku !" jelas Yuda.