Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
BAB 3 Obat Nyamuk


__ADS_3

30 menit menempuh perjalanan yang diisi dengan perbincangan dua orang didepannya. Akhir mereka sampai di salah satu tempat belanja di kota ini.


Rio turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Devi, sedangkan Mawar?. Jangn ditanya lagi, gadis itu sudah turun dari mobil, tanpa harus dibukakan pintu. Mawar sadar dia bukan seorang tuan putri yang harus dilayani, ditemani oleh mereka untuk berbelanja saja, mawar sudah sangat berterimakasih.


Sekarang mereka sudah berada di salah satu tempat yang mereka tuju, yaitu tempat belanja khususnya untuk alat-alat latihan Taekwondo tentunya. Jujur di sini Mawar terlihat seperti orang bodoh, dia tidak mengerti dengan barang-barang ini.


"Apa yang harus aku beli sekarang?" tanya Mawar pada Devi sepupunya itu.


"Yahhh tentu saja peralatan yang akan kau pakai nanti." jawab Devi agak sedikit sewot, karna dia sedang asik berbicara dengan Rio, dan di ganggu oleh mawar yang bertanya.


"Ia tapi tolong bantu aku Devi. Aku tidak paham dengan barang-barang ini, bagaimana kalau aku salah membelinya?."

__ADS_1


Rio Mendengar apa yang dikatakan oleh Mawar, dan dia bisa melihat raut wajah kebingungan di wajah Mawar.


"Yahh sudah, ayo aku temani." mendengar Rio bicara padanya, membuat mawar kaget dan sangat gugup. Pasalnya dari awal bertemu tadi, Rio tidak mengeluarkan sepatah katapun padanya, Bakan untuk meliriknya saja sepertinya tidak.


"ohhh i...ia, trimakasih." Jawab Mawar.


"kalau kau cape istirahatlah di kafe itu! Biar aku yang menemani Mawar berbelanja." Rio berbicara pada Devi, sambil menunjuk salah satu kafe di dekat kami, meminta Devi menunggu di sana.


Rio menyimpulkan berpikir, mungkin Devi belum sarapan makannya dia agak sedikit sensi terhadap Mawar dan agak sedikit kasar tadi.


"Tidak masalah, dia pasti lapar karna belum sarapan, makannya agak sedikit sewot padamu tadi. biarkan dia menunggu sambil makan di sana." Rio bicara tanpa menatap Mawar, dia sedang menunggu mbak-mbak pelayan membawa 1 set baju Taekwondo untuk Mawar serta berbagai peralatannya.

__ADS_1


akhirnya, mawar hanya bisa diam di samping Rio yang juga sama-sama diam menunggu apa yang mereka pesan.


Sepertinya Rio mengerti tentang alat-alat serta perlengkapan untuk Taekwondo. Tidak lama datanglah Mbak-mbak pelayan, membawa semua yang telah Rio minta. Rio kemudian menyuruh Mawar untuk mencoba pakaian atau seragam latihan yang dia pesan, sedangkan untuk alat-alatnya, dia yakin Mawar akan pas dan cocok menggunakan model yang dia pilih.


setelah selesai mencoba pakainya, mawar keluar dengan pakaian taekwondo untuk ditunjukan pada Rio.


"Nahhh kami ambil yang ini saja Mbak, tolong di bungkus yahhh mbak!" setelah Mawar keluar, dan Rio melihatnya. Rio langsung tau kalau baju itu pas dan nyaman untuk mawar, makanya dia langsung ingin mereka membayarnya.


setelah selesai membayar, mereka menuju ke kafe di mana Devi menunggu. Mereka masuk kedalam kafe, dan melihat mawar sedang menunggu dengan muka yang sedikit kesal. setelah mereka duduk, mawar ingin menanyakan pada Devi apa dia sudah memesan makan atau sudah selesai makan? karna di meja ini sekarang terlihat kosong, hanya ada ponsel dan tas milik Devi.


Belum sempat bertanya, Devi sudah menunjukan tatapan tidak sukanya pada Mawar. Dan langsung mengajak Rio berbicara dengan suara lembut, disertai senyumannya. berbeda dengan tatapan dan raut wajahnya pada Mawar.

__ADS_1


Orang-orang yang duduk disebelah meja mereka, melihat sambil berbisik-bisik dan seperti mengejek Mawar. pasti mereka berpikir bahwa Rio dan Devi adalah sepasang kekasih, dan Mawar merupakan obat nyamuk diantara Devi dan Rio. Pasalnya sekarang, Devi bicara sambil bergelayut manja pada remaja tampan di tampan itu. Rasanya Mawar muak melihat tingkah Devi ini, sejak kapan sepupunya itu menjadi begitu lembut dan manja.


Devi yang Mawar kenal adalah, remaja pecicilan yang cerewet. kini berubah menjadi bidadari didepan Rio.


__ADS_2