Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
Bab 33 ( Sepenggal kisah Cinta Bu Mirna )


__ADS_3

Mirna dan Bejo adalah sepasang Suami Istri yang sudah merajut rumah tangga selama 5 tahun.


Rumah tangga mereka yang awalnya harmonis meskipun tanpa buah hati, kini menjadi hancur setelah kedatangan Retno yaitu Adik Mirna yang ikut tinggal bersama mereka karena orangtua Mirna dan Retno meninggal dunia, jadi Mirna mengajak Adik satu-satunya yang dia punya untuk tinggal di rumahnya.


Mirna tidak mempunyai rasa curiga sedikit pun terhadap Retno karena dia sangat menyayangi Adiknya.


"Retno, Mbak mau ke pasar dulu, kamu mau ikut gak?" tanya Mirna.


"Enggak Mbak aku lagi gak enak badan nih, aku titip jamu sehat datang bulan aja ya, sepertinya aku sudah mau datang bulan makanya perutku rasanya sakit," jawab Retno.


"Yowes kalau begitu kamu istirahat saja, mbak berangkat dulu ya, sebentar lagi juga mas Bejo pulang dari tempat kerjanya," ujar Mirna lalu pergi ke pasar setelah sebelumnya mengucapkan Salam.


"Aduh perutku sakit banget nih, mana gerah lagi," ujar Retno dengan membuka pakaian nya.


"Mba Mirna punya minyak angin gak ya? aku coba cari aja deh ke kamarnya," gumam Retno dengan berlalu menuju kamar Mirna, tanpa mengenakan kembali pakaiannya, karena Retno berpikir tidak ada siapa-siapa juga di rumah tersebut.


"Nah ini dia minyak anginnya," ujar Retno yang kemudian mengambil minyak angin yang berada di dalam laci meja kamar Mirna.


Belum sempat Retno membalikan badan, kini ada sosok tubuh yang memeluknya dari belakang.


"Aku sangat merindukanmu sayang," ujar Bejo yang memeluk erat tubuh Retno, karena Bejo mengira jika Retno adalah Mirna Istrinya.


"Mas.." ucap Retno lirih ketika Bejo menyesap lehernya.


Ketika hasrat Bejo sudah memuncak kini Bejo pun membalikan tubuh perempuan yang tengah di peluknya.


"Astagfirullah, maaf Retno, aku pikir tadi kamu adalah Mirna," ujar Bejo yang kemudian membalikan badannya dan hendak melangkahkan kaki untuk keluar.


"Tunggu mas," ujar Retno dengan memegang pergelangan tangan Bejo.


"Maaf Retno tolong lepaskan tanganku, aku tidak mau jika sampai Mirna salah paham," ujar Bejo.


"Mas Bejo tau, kalau sebelum mas Bejo Menikah dengan mbak Mirna aku sudah jatuh cinta pada mas Bejo," ujar Retno dengan menitikkan airmata, karena selama ini hati Retno begitu tersiksa melihat lelaki yang dicintainya menikah dengan kakak kandungnya sendiri.


"Maaf Retno aku tidak tau tentang semua itu," ujar Bejo yang kini membalikan kembali badannya menghadap Retno, lalu kemudian mengelap airmata di pipi Retno menggunakan tangannya.


"Biarkan aku memilikimu mas, aku rela menyerahkan harta yang paling berharga untukku kepadamu," ujar Retno yang kini langsung mencium bibir Bejo.


Bejo yang benteng pertahanan nya sudah melemah pun akhirnya melakukan hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri.


......................

__ADS_1


Sepulangnya Mirna dari pasar dia tidak curiga sedikit pun dengan Bejo yang telah pulang, karena Bejo kini terlihat tidur di kamar mereka.


"Mas Bejo rupanya sudah pulang, kasihan sekali kamu mas, pasti mas Bejo cape karena baru pulang dari luar kota," ujar Mirna dengan mengelus lembut wajah Suaminya, lalu bergegas ke dapur untuk memasak.


Bejo yang merasakan pergerakan tangan Mirna pun kemudian terbangun, dan dia membuka matanya setelah kepergian Mirna.


"Maafkan Suamimu ini Mirna, karena aku telah tega mengkhianati rumah tangga kita," ujar Bejo dengan meneteskan airmata penyesalan.


Setelah selesai memasak, Mirna membangunkan Bejo untuk makan siang, lalu kemudian ke kamar Retno untuk mengajaknya makan siang juga.


"Retno, ayo bangun Dek, mbak sudah masak makanan kesukaan kamu," ujar Mirna.


"Mbak makan saja duluan ya, aku nanti nyusul," jawab Retno.


"Kamu kenapa Dek, perutmu masih sakit ya, ini mbak sudah membelikan kamu jamu juga untuk mengurangi rasa nyeri datang bulan," ujar Mirna dengan menyimpan jamu tersebut di atas nakas.


"Lho dek, badan kamu kok panas begini? sebaiknya kita ke Dokter ya, Mbak takut kamu kenapa-napa," ujar Mirna yang kini terlihat cemas dengan keadaan Retno.


"Aku cuma masuk angin aja mbak," jawab Retno.


"Ya udah ayo buka bajunya biar mbak kerokin," ujar Mirna.


"Enggak usah mbak, sebaiknya mbak Mirna makan saja, kasihan mas Bejo pasti sudah menunggu," ujar Retno.


"Maafkan aku mbak, mbak Mirna sudah sangat baik kepadaku, tidak seharusnya aku merusak rumah mbak Mirna," gumam Retno.


......................


malam pun telah tiba, Mirna kini masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


"Lho kapan ya aku mengganti sprei nya? perasaan tadi pagi sebelum aku berangkat ke pasar sprei nya bukan yang ini," gumam Mirna yang terlihat bingung.


"Kamu kenapa sayang, kok kelihatan bingung seperti itu?" tanya Bejo yang kini memeluk tubuh Mirna.


"Ini lho mas, aku heran aja kenapa sprei kasur kita jadi berbeda, padahal tadi sebelum ke pasar sepertinya bukan ini sprei nya," ujar Mirna.


Deggg


Apa yang harus aku katakan kepada Mirna, kalau sebenarnya sprei nya aku ganti karena ada bercak darah Retno yang sudah aku renggut ke*perawanan nya, batin Bejo yang saat ini berada dalam dilema, sehingga akhirnya Bejo berbohong kepada Mirna.


"Oh itu, tadi mas yang mengganti sprei nya sayang, karena tidak sengaja mas sudah menumpahkan air," ujar Bejo.

__ADS_1


"Oh begitu toh ceritanya, ya sudah sebaiknya kita istirahat, kasihan mas Bejo juga pasti cape kan, sini biar aku pijitin biar badannya enakan," ujar Mirna yang kemudian memijit tubuh Suaminya.


Kamu memang Istri yang baik Mirna, tidak seharusnya aku mengkhianati rumah tangga kita, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi Mirna, ucap Bejo dalam hati. Kemudian Bejo pun terlelap karena mendapatkan pijatan dari Istrinya.


......................


Dua bulan pun telah berlalu dari semenjak perbuatan terlarang yang dilakukan oleh Bejo dan Retno. Bejo dan Retno sudah sepakat akan melupakan kejadian tersebut, karena Bejo mau pun Retno sama-sama merasa bersalah kepada Mirna.


Pagi ini Retno merasakan gejolak hebat pada perutnya, dan dia juga mengalami mual dan pusing pada saat bangun tidur, sehingga Retno bolak balik ke toilet untuk mengeluarkan isi perutnya.


Mirna yang mendengar Retno muntah-muntah bergegas menghampirinya, kemudian memijit tengkuk leher Retno.


"Kamu makan apa toh Dek sampai muntah-muntah begini?" tanya Mirna.


"Gak tau Mbak, tiba-tiba saja kepalaku pusing, dan aku merasakan mual juga," ujar Retno, lalu sesaat kemudian Retno pun pingsan.


"Mas Bejo tolong, ini Retno pingsan mas," teriak Mirna.


Akhirnya Mirna dan Bejo membawa Retno ke Rumah sakit karena khawatir dengan keadaan Retno.


Setelah Dokter memeriksa Retno, Dokter tersenyum dan mengucapkan selamat kepada Mirna.


"Selamat ya Bu, sepertinya Adik Ibu sedang mengandung, dan usia kehamilannya sudah enam minggu," ujar Dokter dengan berlalu dari ruang perawatan Retno.


Deggg


Jantung Mirna kini berdetak kencang, mata nya langsung menatap Bejo dengan tajam.


"Jelaskan kepadaku mas, apa yang sudah mas lakukan terhadap Adikku?" tanya Mirna, karena selama ini Retno tidak pernah keluar rumah, sehingga Mirna langsung menuduh Bejo sebagai pelakunya.


"Maafkan aku Mirna, aku khilaf, aku hanya melakukannya satu kali," ujar Bejo yang kini memohon dengan memeluk kaki Mirna.


Tangis Mirna pun kini pecah, dan Retno yang mendengar keributan pun akhirnya terbangun dari pingsannya.


"Mbak, maafkan aku mbak, karena sebenarnya aku sudah menyukai mas Bejo sebelum kalian berdua menikah, dan aku menyesal karena telah menggodanya," ujar Retno dengan menangis.


"Aku kecewa kepada kalian berdua, kenapa kamu gak bilang dari dulu Retno, kalau kamu juga mencintai mas Bejo, seandainya mbak tau, mbak pasti akan mengalah untukmu," ujar Mirna.


"Dan untuk kamu mas, sekarang juga aku minta cerai, supaya kamu bisa Menikahi Adikku," ujar Mirna.


"Tapi mas tidak mencintai Retno, karena mas hanya mencintai kamu Mirna," ujar Bejo.

__ADS_1


"Kamu masih bilang tidak mencintai Retno setelah apa yang kalian perbuat, maafkan aku mas karena aku tidak akan sanggup untuk dimadu apalagi dengan Adik kandungku sendiri, jadi sebaiknya aku yang mundur, mas tidak usah mencariku lagi, karena aku hanyalah perempuan mandul," ujar Mirna kemudian berlari meninggalkan Bejo dan Retno.


Akhirnya Mirna meninggalkan kampung halamannya tanpa sepengetahuan Bejo dan Retno, kemudian Mirna membuka Panti Asuhan di daerah Bandung, dan baru bertemu kembali dengan Bejo dan Retno saat pergi ke Yogya dengan Gilang untuk menengok Melati setelah 20 tahun lebih mereka bertiga tidak bertemu.


__ADS_2