Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
Bab 40 ( Keputusan Melati )


__ADS_3

Melati tiba-tiba pingsan setelah mendengar perkataan Yuda, untung saja Gilang dengan sigap meraih tubuh Melati sebelum terjatuh ke lantai.


"Mel, bangun sayang, jangan buat Kak Gilang cemas, semua ini gara-gara kamu Yuda, awas saja kalau kamu masih berani menampakan batang hidung kamu di hadapan Melati !!" ancam Gilang.


"Maaf Gilang, aku tidak akan bisa mengabulkan permintaanmu, karena aku akan menunggu sampai Melati sadar dan memilih diriku untuk menjadi Suaminya," jawab Yuda.


"Melati tidak akan pernah memilihmu Yuda, karena hanya aku yang Melati cintai !" teriak Gilang dengan menggendong Melati masuk ke kamarnya.


"Tadinya aku pikir ini pernikahan kalian, tapi bagus ternyata ini adalah pernikahan Bu Mirna dan Pak Bejo, jadi aku masih mempunyai kesempatan untuk memiliki Melati !!" teriak Yuda, tapi Gilang mengacuhkannya.


Sesampainya di dalam kamar, Gilang membaringkan tubuh Melati secara perlahan.


"Mel, bangun sayang, Kakak berjanji akan menerima Melati apa adanya, Kakak sangat mencintai Melati," ucap Gilang dengan terus menggenggam erat tangan Melati.


Bu Mirna dan Pak Bejo kini menyusul masuk ke dalam kamar Melati setelah sebelumnya mereka berdua mengganti pakaian, dan acara syukuran Pernikahan Pak Bejo dan Bu Mirna pun akhirnya dibubarkan karena telah terjadi perkelahian antara Gilang dan Yuda.


"Nak Gilang coba berikan kayu putih di bawah hidung Melati supaya dia cepat sadar," ujar Bu Mirna dengan memberikan kayu putih pada Gilang.


Gilang akhirnya memegang kayu putih yang diberikan oleh Bu mirna dengan memegangnya di bawah lubang hidung Melati supaya Melati bisa menghirup aromanya.


Setelah beberapa saat Melati pun membuka matanya secara perlahan.


"Alhamdulillah sayang, akhirnya Melati sadar juga," ucap Gilang yang kemudian berniat untuk memeluk tubuh perempuan yang sangat ia cintai.


"Kak Gilang, tolong pergi dari tempat ini, Melati sudah ingat semuanya Kak, Melati sudah kotor, sebaiknya Kak Gilang tinggalin Melati dan cari perempuan lain yang masih suci dan lebih baik segala-galanya dibanding Melati," ujar Melati dengan berderai airmata.


"Tidak sayang, sampai kapan pun Kak Gilang gak bakalan pernah ninggalin Melati, Kak Gilang akan menerima Melati apa adanya karena hanya Melati cinta pertama dan terakhir untuk Kak Gilang," ujar Gilang yang kini memeluk erat tubuh Melati, sampai akhirnya Gilang melepas pelukannya setelah Yuda ikut masuk ke dalam kamar Melati.

__ADS_1


"Mau apa kamu ke sini Yuda?" tanya Gilang.


"Bukan urusanmu Gilang, aku hanya ingin menemui calon istriku !!" teriak Yuda.


"Kamu jangan terlalu banyak berharap Yuda, karena Melati hanya akan menikah denganku !!" teriak Gilang tidak mau kalah.


"Setelah apa yang sudah kami lakukan, apa kamu masih mau menerima Melati?" tanya Yuda.


"Melati tidak pernah sudi kamu sentuh, tapi kamu yang sudah membuat hidupnya menderita, dan apa pun yang sudah terjadi kepada Melati, aku akan tetap menerima Melati apa adanya," jawab Gilang tanpa ada keraguan sedikit pun, sehingga hampir saja perkelahian antara Gilang dan Yuda kembali terjadi.


"Sudah hentikan !! Kak Gilang, Yuda, aku mohon kalian pergi dari sini sekarang juga, aku tidak ingin bertemu lagi dengan kalian berdua !!" teriak Melati.


"Maaf sayang, tapi Kak Gilang tidak akan pernah meninggalkan Melati apa pun yang terjadi," ucap Gilang.


"Aku juga tidak akan pergi dari sini sebelum kamu memilih di antara kami berdua," ujar Yuda, sehingga Melati saat ini berada dalam dilema.


Setelah beberapa saat akhirnya Melati beberapa kali terlihat menghembuskan nafas kasar, kemudian dia angkat bicara.


"Baiklah jika kalian memaksaku untuk memilih, maaf Kak Gilang karena aku akan memilih Yuda," ucap Melati dengan berat hati.


"Kak Gilang tidak salah dengar kan sayang? Melati tidak mungkin memilih lelaki yang sudah menghancurkan hidup Melati kan?" tanya Gilang dengan menggoyangkan tubuh Melati. Gilang seakan tidak percaya dengan keputusan yang Melati ambil.


"Maaf Kak Gilang, ini sudah keputusan Melati, Kak Gilang pantas mendapatkan perempuan yang lebih baik segala-galanya, biarkan Melati memberikan kesempatan kepada Yuda untuk bertanggung jawab dengan apa yang telah dia perbuat," ujar Melati dengan terus meneteskan airmata. Keputusan ini sangat berat untuknya, tapi Melati berpikir jika memilih Yuda adalah pilihan yang tepat supaya Gilang pergi dari kehidupannya.


"Kak Gilang tidak bisa menerima semua keputusan Melati, ini tidak adil untuk Kak Gilang," ucap Gilang.


"Justru jika aku egois dan bersikeras untuk memilih Kak Gilang, maka itu tidak adil untuk Kakak karena harus bertanggung jawab atas dosa yang telah oranglain perbuat," jelas Melati.

__ADS_1


"Sudahlah Gilang, saat ini Melati sudah memilih aku sebagai pendamping hidupnya, sebaiknya kamu pergi jauh-jauh dari kehidupan Melati," ucap Yuda.


"Kamu jangan bermimpi Yuda, karena aku tidak akan pernah membiarkan kamu menikahi Melati, karena selamanya Melati hanya akan menikah denganku !" tegas Gilang.


"Kita lihat saja nanti, kalau perlu sekarang juga aku akan menikahi Melati, sebelum Melati kembali berubah pikiran," ujar Yuda, dengan tersenyum licik, kemudian dia bergegas menelpon keluarganya untuk datang ke Panti Asuhan saat ini juga.


📞"Halo Pi, Yuda mau memberikan kabar gembira buat kalian semua," ucap Yuda.


📞"Kabar gembira apa Yud?" tanya Papi Bagas.


📞"Melati sudah memilih Yuda untuk menjadi pendamping hidupnya, jadi Yuda harap Papi dan Mami bisa segera datang ke Panti Asuhan untuk Menikahkan kami sebelum Melati berubah pikiran," ujar Yuda.


📞"Baiklah Yud, saat ini juga Papi akan bergegas ke sana," ucap Papi Bagas,


📞"Oke Pi, Yuda tunggu," jawab Yuda lalu kemudian menutup telponnya.


Gilang yang mendengar perkataan Yuda pun kini menjatuhkan tubuhnya ke bawah lantai, tidak pernah sedikit pun Gilang membayangkan jika Melati akan menjadi milik oranglain, padahal hanya tinggal 2 minggu lagi mereka berdua akan melangsungkan pernikahan.


Melati ikut menangis melihat keadaan Gilang yang sangat kacau, hatinya terasa sakit karena harus melepaskan lelaki yang sangat ia cintai.


"Sayang, apa Melati sudah yakin dengan keputusan yang Melati ambil?" tanya Bu Mirna dengan mengelus lembut kepala Melati.


"Melati sangat yakin Bu, karena ini yang terbaik untuk kami semua," jawab Melati.


"Tapi apa Melati memikirkan perasaan Gilang yang saat ini telah Melati hancurkan?" tanya Bu Mirna.


"Melati juga melakukan ini semua demi kebahagiaan Kak Gilang Bu, karena Kak Gilang pantas mendapatkan perempuan yang lebih baik dari Melati, kasihan Kak Gilang jika harus bertanggung jawab dengan perbuatan yang tidak Kak Gilang lakukan, karena Melati tidak mau jika sampai Kak Gilang nanti menyesal dan merasa tersiksa setelah menikah dengan Melati," jelas Melati yang masih bersikukuh dengan keputusannya.

__ADS_1


"Baiklah jika ini sudah menjadi keputusan Melati, Ibu hanya bisa mendo'akan kebahagiaan Melati, semoga saja Melati tidak salah memilih," ucap Bu Mirna dengan memeluk tubuh Melati yang saat ini masih terus saja menangis.


__ADS_2