
Shintya kini membantu Yuda untuk mengurus semua Administrasi kepulangan Jenazah Bagas karena dia merasa kasihan terhadap Yuda yang harus kehilangan sosok kedua orangtuanya secara bersamaan. Meskipun Ratna masih hidup, tapi saat ini dia mendekam di Penjara akibat keserakahannya selama ini.
Setelah semua Administrasi selesai, Yuda akhirnya membawa Jenazah Papinya ke rumah duka terlebih dahulu sebelum akhirnya dimakamkan.
Isak tangis kini terdengar di kediaman Almarhum Bagas, banyak yang hadir di sana termasuk Jennifer.
"Sayang, kamu yang sabar ya, semoga Papi tenang di alam sana," ucap Jennifer dengan memeluk tubuh Yuda.
Aku belum bisa meminta pertanggung jawaban Yuda saat ini, karena dia masih berduka, tapi sebentar lagi mau tidak mau aku akan memaksa Yuda untuk menikahiku karena sekarang aku sedang hamil Anaknya, batin Jennifer.
Jennifer yang melihat Melati berada di kediaman Yuda pun kini menghampirinya.
"Ngapain kamu di sini anak Ha*ram?" tanya Jennifer.
"Tutup mulut Anda karena Melati punya orangtua dan saya adalah Ibu kandung Melati. Dan asal kamu tau kalau Melati anak mas Bagas juga, jadi dia berhak berada di sini !!" tegas Bu Shintya dengan memeluk tubuh Melati.
"Jadi Melati dan Yuda Kakak beradik donk? bagus deh kalau begitu, jadi tidak ada lagi penghalang dalam hubunganku dan Yuda," ujar Jennifer dengan tersenyum, kemudian berlalu dari hadapan Melati dan Bu Shintya.
"Melati tidak kenapa-napa kan sayang? maafin Ibu ya Nak, selama ini Melati pasti sangat berat menjalani kehidupan Melati," ucap Bu Shintya dengan menitikkan airmata.
"Sudahlah Bu, Melati tidak apa-apa. Ibu jangan sedih ya karena semua itu bukan kesalahan Ibu, meskipun saat ini Melati sedih karena harus kehilangan Papi, tapi Melati bahagia karena sekarang Melati punya Ibu yang sayang sama Melati," ujar melati dengan memeluk tubuh Ibunya.
"Terimakasih ya sayang, rasanya semua ini seperti mimpi, Ibu bahagia sekali karena akhirnya bisa dipertemukan dengan Putri Kandung Ibu yang selalu Ibu rindukan," ujar Bu Shintya.
Gilang yang melihat Ibu Shintya dan Melati berpelukan pun kini hanya tersenyum dari kejauhan karena dia tidak mau mengganggu momen indah Ibu dan Anak yang baru bertemu setelah bertahun-tahun terpisah.
Semoga Ibu dan Melati selalu bahagia, Aku sangat beruntung karena memiliki tiga perempuan yang tangguh seperti kalian, Melati, Bu Shintya dan Bu Mirna, ucap Gilang dalam hati.
Beberapa saat kemudian Melati dan yang lainnya pun mengantarkan Jenazah Papi Bagas ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Setelah proses pemakaman selesai, Melati, Bu Shintya dan Gilang memutuskan untuk kembali ke kediaman Bagas supaya dapat membantu Yuda mempersiapkan acara tahlil.
__ADS_1
"Makasih banyak ya Bu, karena Ibu sudah banyak membantu Yuda, Yuda tidak tau bagaimana jadinya kalau tidak Ibu bantu," ucap Yuda.
"Sudah seharusnya kita saling membantu Nak, mulai sekarang, Yuda, Sinta dan Della bisa menganggap Ibu sebagai Ibu kalian juga," ucap Bu Shintya, sehingga Yuda, Sinta dan Della merasa terharu dan langsung memeluk Bu Shintya.
"Terimakasih banyak ya Bu, kami bertiga sangat beruntung karena bisa bertemu dengan Ibu," ucap Sinta.
"Iya sayang, kalian juga harus menerima Melati sebagai saudara kalian ya," pinta Bu Shintya.
"Iya Bu, Della seneng karena Kakak Della bertambah satu," jawab Della dengan memeluk Melati.
Tapi Yuda hanya diam tanpa berkata apa pun juga.
"Yuda, Ibu tau jika Yuda belum bisa menerima semua ini, tapi walau bagaimanapun juga kalian masih satu darah, jadi Yuda dan Melati tidak akan bisa menikah," ujar Bu Shintya dengan mengelus lembut punggung Yuda.
"Tapi Ibu tau kan apa yang sudah Yuda lakuin sama Melati? jadi Yuda harus bertanggungjawab karena sudah merenggut kehormatan Melati," jawab Yuda yang masih saja bersikukuh berbohong terhadap semua orang.
"Aku yang akan bertanggungjawab atas perbuatan yang sudah kamu lakukan Yuda, apa pun yang telah terjadi aku akan tetap menerima Melati apa adanya, karena aku mencintai Melati melebihi diriku sendiri," ucap Gilang dengan lantang.
"Yuda, hentikan kebohonganmu !! kamu harus bisa menerima kenyataan kalau Melati adalah Adikmu, dan kamu harus segera menikahiku karena saat ini aku sudah mengandung Anakmu !!" teriak Jennifer dengan melemparkan hasil pemeriksaan kehamilannya serta sebuah foto USG di hadapan semua orang, sehingga semuanya merasa tercengang.
"Apa maksud kamu Jen? kamu jangan mengada-ngada, karena perempuan yang aku cintai hanya Melati !!" teriak Yuda tidak mau kalah.
"Sudah hentikan perdebatan kalian, kita di sini masih berduka, Ibu mohon kita semua harus membicarakannya dengan kepala dingin," ucap Bu Shintya mencoba menengahi perdebatan Yuda dan Jennifer.
"Apa kamu mau aku menyebarkan video me*sum kita Yuda," ancam Jennifer.
"Tapi video itu sudah aku hapus jadi kamu tidak punya bukti apa pun," jawab Yuda.
"Kamu kira aku bodoh Yuda, sebelum kamu hapus aku sudah terlebih dahulu mengcopy nya," ujar Jennifer dengan tersenyum licik.
"Dasar perempuan mura*han, kamu sengaja kan menjebak aku supaya menikahimu?" ujar Yuda.
__ADS_1
"Apa bedanya dengan kamu yang sudah menjebak Melati karena ingin menikah dengannya," balas Jennifer, sehingga mereka berdua bersitegang.
"Cukup Yuda, Jennifer, hormati mendiang Mas Bagas, dia pasti akan sedih melihat kalian seperti ini," ucap Bu Shintya.
"Tapi aku tidak mau menikah dengan Jennifer Bu, karena aku hanya ingin Melati yang menikah denganku," ujar Yuda.
"Istighfar Nak, Ibu tau kamu mencintai Melati, tapi dia Adik kamu Yuda," ujar Bu Shintya.
Saat ini Bu Shintya bingung menghadapi Yuda yang keras kepala.
"Bagaimanapun juga Ibu berharap Yuda mau bertanggungjawab terhadap bayi yang saat ini dikandung oleh Jennifer," ujar Bu Shintya.
"Kalau memang Yuda harus bertanggungjawab terhadap Jennifer, berarti Yuda juga harus bertanggungjawab terhadap Melati Bu," jawab Yuda.
Gilang yang mendengar perkataan Yuda pun merasa geram karena Yuda masih saja bersikeras untuk menikahi Melati, sampai akhirnya tiba-tiba Gilang menggendong Melati dan bergegas membawanya pergi.
"Gilang mau kamu bawa kemana Melati?" tanya Yuda yang kini mengejar Gilang.
"Aku mau membawa Melati ke KUA, dan aku akan Menikahinya sekarang juga," ujar Gilang.
"Kamu tidak bisa melakukan itu, karena Melati hanya milikku," ujar Yuda.
"Kamu sudah gila Yuda, jadi aku akan menghentikan kegilaanmu !!" teriak Gilang kemudian membawa Melati masuk ke dalam mobil lalu melajukannya dengan kencang.
"Kak Gilang, Melati mohon jangan seperti ini, istighfar Kak, Kakak jangan terbawa emosi," ujar Melati dengan mengusap bahu Gilang.
"Tapi Kak Gilang sangat mencintai Melati, dan Kak Gilang harus segera menikahi Melati supaya Yuda berhenti mengganggu Melati," jawab Gilang.
"Tapi aku sudah kotor Kak, aku gak pantas buat Kak Gilang," ujar Melati.
"Kalau begitu sekarang juga Kak Gilang yang akan membersihkannya," ujar Gilang yang kemudian menghentikan mobilnya.
__ADS_1