Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
Bab 31 ( Usaha Joko )


__ADS_3

Joko tidak pernah berhenti untuk mendapatkan hati Melati, sehingga dia berkali-kali ke rumah Pak Bejo untuk menemui Melati, tapi Melati selalu menolak siapa pun untuk menemuinya.


Kali ini Joko datang kembali dengan membawa gitar.


"Tiara sayang ayo keluar, mas mu iki mau nyanyi khusus untuk Bidadari pujaan hati mas," teriak Joko.


Joko pun kini mulau bernyanyi dengan diiringi gitar, suara nya yang sumbang membuat orang yang mendengarnya pasti merasa geram, begitu juga dengan Melati, sehingga Melati yang sudah sangat geram dengan tingkah Joko pun akhirnya keluar rumah.


Joko sudah tersenyum lebar ketika melihat Melati sudah berada di depan pintu, namun tidak disangka, tiba-tiba,


Byurrr


Melati menyiram tubuh Joko dengan seember air, sehingga membuat Joko basah kuyup.


"Kenapa Tiara cantik tega menyiram mas Joko?" tanya Joko.


"Maaf mas Joko, Tiara kira tadi mas Joko tanaman, soalnya dari tadi diem aja disitu," ujar Mentari dengan cekikikan.


"Aku rela Mutiara cintaku meskipun disiram oleh air comberan sekali pun," ujar Joko.


Lalu Joko kembali bernyanyi seperti membaca sajak.


"Gunung tinggi kan kudaki, lautan ku sebrangi, demi mendapatkan Tiara sang pujaan hati," teriak Joko.


"Ya sudah kalau begitu mas Joko tunggu sebentar ya, aku mau ngambil air comberan dulu," ujar Melati dengan hendak melangkahkan kaki menuju belakang rumahnya sehingga membuat Joko berhenti bernyanyi.


"Eits tunggu dulu Tiara cantikku, mas Joko hanya bercanda, memangnya Tiara cantikku tega gitu nyiram mas Joko yang ganteng ini dengan air comberan?" tanya Joko.


"Kenapa harus gak tega segala, mas Joko tau, sekarang ini Tiara lagi pusing, kenapa mas Joko pake gangguin Tiara segala sih, sama saja mas Joko sudah bangunin Singa yang lagi tidur !" ujar Melati.

__ADS_1


"Tiara cantikku bukan Singa, tapi Macan alias Manis dan Cantik," ujar Joko kembali menggoda Melati.


"Mas Jokooooo," teriak Melati.


"Aduh kayaknya bakalan keluar nih tanduknya, yowes kalau begitu mas Joko pulang saja, tapi mas Joko akan terus berjuang untuk mendapatkan cinta Tiara cantikku," ujar Joko dengan cengengesan.


"Yowes sakarepmu wae, aku pusing dengernya," ujar Melati kemudian masuk ke dalam rumah.


"Tiara sayang Nak Joko nya udah pulang? kenapa wajah kamu cemberut seperti itu?" tanya Bu Retno yang baru keluar dari kamar mandi.


"Udah Bu, tadi udah Tiara siram pake air satu ember," ujar Melati.


"Aduh anak Ibu sadis amat," ujar Bu Retno dengan cekikikan.


"Habisnya Tiara kesel banget sama mas Joko, gak tau apa Tiara lagi pusing," ujar Melati dengan memeluk tubuh Bu Retno.


"Ibu mengerti perasaan kamu sayang, apa tidak sebaiknya nanti Tiara ikut Bapak ke Bandung untuk bertemu dengan Ibu Panti? siapa tau dengan begitu Tiara akan mengingat masalalu Tiara," ujar Bu Retno dengan mengusap lembut punggung Melati.


"Bukannya Nak Yuda pernah bilang jika Tiara kabur karena kedua orangtua Nak Yuda tidak merestui rencana Pernikahan kalian," ujar Bu Retno.


"Tiara masih ragu dengan semua perkataan Yuda, lalu bagaimana dengan lelaki yang bernama Gilang? siapa dia sebenarnya? karena Tiara merasakan debaran dalam dada ketika Tiara berdekatan dengan Gilang," ujar Melati.


"Terkadang orang bisa berbohong demi mencapai tujuannya, tapi kata hati tidak akan pernah bisa berdusta, jadi Bapak harap Tiara dapat mengikuti kata hati Tiara," ujar Pak Bejo yang kini sudah berada di dalam rumah.


"Bapak ngagetin aja, pulang-pulang bukannya ngucapin Salam," ujar Bu Retno dengan mengelus dadanya karena merasa kaget dengan kedatangan Pak bejo yang tiba-tiba muncul begitu saja.


"Ibu sama Tiara tuh yang sedang asyik curhat, makanya kalian gak denger waktu Bapak ngucapin Salam," ujar Pak Bejo.


"He..he..maaf yo Pak, soalnya Ibu lagi fokus dengerin cerita Tiara," ujar Bu Retno dengan cengengesan.

__ADS_1


"Iya gak apa-apa Bu, Bapak mengerti pasti sekarang Tiara berada dalam dilema setelah bertemu dengan kedua pemuda yang sama-sama mengaku sebagai tunangannya," ujar Pak Bejo.


"Iya Pak Tiara masih bingung, sebenarnya siapa yang sudah jujur dan siap yang sudah berbohong," jawab Melati.


"Bapak kan tadi bilang kalau hati tidak akan pernah berdusta, sebaiknya Tiara tanya kata hati Tiara, siapa sebenarnya Pemuda yang Tiara cintai," ujar Pak Bejo sehingga membuat Melati kembali melamun.


"Bapak sudah makan belum?" tanya Bu Retno.


"Sudah Bu, tadi Bapak dijamu sama Nak Gilang di Restorannya," jawab Pak Bejo.


"Woalah Nak Gilang baik banget ya Pak, Ibu jadi pengen ikut ke Bandung juga kalau Bapak masok sayuran ke Restoran Nak Gilang lagi," ujar Bu Retno dengan antusias.


"Iya Bu, restorannya mewah sekali, dan namanya Restoran MeGi, katanya nama itu dari gabungan Melati dan Gilang, dan Nak Gilang juga menceritakan tentang kehidupan Tiara dan dia dulu, bahwa mereka berdua sama-sama dibesarkan di Panti Asuhan sejak bayi," cerita Pak Bejo.


"Nak Gilang sepertinya sangat mencintai Tiara ya Pak, sampai-sampai dia memberikan nama Restorannya Megi," ujar Bu Retno.


"Bukan hanya nama Restoran Bu, bahkan Bapak dengar Nak Gilang sampai membeli Taman bermain untuk mengenang masa kecilnya bersama Melati, dan Taman bermain itu dia namai MeGi juga, bahkan taman bermain tersebut gratis untuk umum. Nak Gilang tidak mau kejadiannya saat kecil terulang oleh orang lain, katanya kasihan kepada orang yang tidak mampu jika tidak dapat masuk ke Taman bermain tersebut, sebab dahulu katanya waktu umur Nak Gilang dan Melati 5 tahun, dia sampai rela menabung untuk bisa memberikan kado Ulang tahun kepada Melati dengan mengajaknya pergi ke Taman bermain tersebut," cerita Pak Bejo.


"Sungguh kisah cinta yang mengharukan ya Pak, Ibu jadi iri sama Melati, kok ada ya lelaki yang rela melakukan semuanya untuk perempuan yang dia cintai," ujar Bu Retno dengan cengengesan.


Melati yang mendengar Pak Bejo menceritakan tentang masalalu dia dan Gilang pun merasakan debaran dalam dada nya.


"Kenapa kamu bengong terus sayang? apa kamu mengingat sesuatu tentang masalalu kamu dan Gilang?" tanya Bu Retno.


"Tidak Bu, Tiara belum mengingat apa pun," ujar Melati.


Kenapa ya, setiap mendengar nama Gilang, aku merasakan debaran dalam dada ku, batin Melati kini bertanya-tanya.


"Dada kamu merasa berdebar-debar lagi ya mendengar nama Gilang?" goda Bu Retno.

__ADS_1


"Kok Ibu tau?" ujar Melati yang terlihat salah tingkah.


"Ibu juga pernah muda Nak, ketika kita bertemu dengan orang yang kita cintai, maka jantung kita akan berdetak lebih kencang, bahkan hanya mendengar namanya saja dada kita akan berdebar-debar," ujar Bu Retno.


__ADS_2