Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
BAB 6 Dia Hanya Temanku


__ADS_3

Mawar dan Rio masih terus di ganggu, oleh senior-senior Rio. melihat mawar yang terus menunduk, salah satu dari mereka mengatakan untuk berenti menganggu mereka.


"Sudah, jangan menganggu mereka terus. Kalian tidak lihat wajah kelinci manis ini su memerah seperti tomat?"


mereka semua mengangguk sambil tersenyum, dan meminta maaf pada Rio dan mawar.


"Rio kau tidak ini memperkenalkan, kelinci ini pada kami? atau kau ingin kami terus memanggilnya dengan sebutan Kelinci?"


kali ini Ka Marsel kembali bersuara, dan bertanya pada Rio.


Rio menatap Mawar disebelahnya, dan memperkenalkan mawar pada senior-seniornya itu


"Namanya mawar, jadi berhentilah memanggilnya dengan sebutan Kelinci!


Mawar ini temanku, dia juga adalah sepupu dari Devi."


setelah mengatakan itu, Rio kembali menatap Mawar dan memintanya untuk menyapa senior-seniornya. Mawar pun melakukannya, sebagaimana orang awal bertemu.


semua Senior Rio membalas sapaan Mawar dengan senyuman, yang menurut Mawar itu sangatlah tulus.

__ADS_1


Namun setelah itu, mereka semua kembali menatap Rio, dengan raut wajah yang tak dapat di artikan oleh Mawar.


seakan tau apa yang sedang senior-seniornya pikirkan, Rio langsung bersuara dan menjelaskan, apa alasan aku berada di sini sekarang.


setelah mendengar penjelasan dari Rio, semua senior-seniornya itu hanya ber ohhh ria saja. Sekarang giliran senior-seniornya yang memperkenalkan diri kepada Mawar.


"Hai Mawar, nama aku Azrel, kamu bisa memanggilku dengan nama Azrel saja. karna aku hanya beda 1 umurnya dengan kamu dan Rio, biar tidak kelihatan tua-tua amatlah."


Mawar hanya manggut-manggut disertai senyuman saja tanda mengerti maksud dari bang Azrel.


"perkenalkan Mawar, namu ku Marsel. kau boleh memanggil ku dengan sebutan Abang Marsel, atau Kaka Marsel. Terserah kau saja"


sekarang semua senior-senior Rio telah selesai memperkenalkan diri, ada bang Azrel, bang Bagas, bang Marsel, dan masi banyak lagi. Mawar hanya mampu mengingat 3 nama itu, karna memang merekalah yang paling banyak bicara.


"Ayo kita masuk! Ajak Bang Azrel pada Mereka semua.


"Apa pelatih sudah sampai Bang?" Rio bertanya pada bang Marsel, pasalnya dia sedari tadi tidak melihat pelatihnya itu.


"Sudah. dia sudah menunggu kita di dalam, bersama dengan tim kesehatan. Sepertinya akan mengecek kesehatan kita, sebelum kita latihan yang berat dan bertanding 3 Minggu lagi.

__ADS_1


"ohhh...seperti itu." jawab mereka semua bersamaan. Tanda bahwa kini mereka paham, mengapa mereka diminta datang kesini Sekarang.


Setelah berada di dalam ruangan, kini gantian. Pelatih Rio lah, yang kelihatan kebingungan dengan kehadiran Mawar. Pasalnya Mawar terus berjalan di dekat Rio dan selalu menuruti semua yang Rio katakan. Ditambah lagi dengan sikap Rio yang senior-seniornya dan pelatihnya, Rio tidak pernah tunjukan sikap seperti ini.


"Kamu duduk saja di kursi ini, pegang juga tas, dan handphone ku." Tanpa membantah, Mawar menerima tas dan handphone milik Rio, kemudian duduk di kursi, yang berada tepat di belakang Rio. Karna sekarang, Rio dan senior-seniornya sedang duduk membentuk lingkaran, dan pelatihnya berdiri di tengah-tengah mereka.


Pelatih Rio bernama Samuel, memiliki umur 35 tahun, dan memiliki seorang istri yang merupakan atlit Tinju juga, bernama Clara.


Rio dan semua anak latihan lain, memanggil pelatihnya ini dengan Coach Samuel.


"Rio apa kau tidak takut, jika marmut cerewet dan bawel mu itu tau, kau membawa dia kemari?" Coach Samuel bertanya pada Rio.


"Dia tidak akan marah. Lagi pula Mawar ini hanya temanku Coach.


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Rio, pelatihnya hanya itu hanya ber ohhh ria saja.


Namun berbeda hal nya dengan gadis di belakang Rio. Mawar merasa aneh dengan perkataan senior-senior dan pelatih Rio, mengapa Rio harus takut pada seseorang yang mereka sebut Marmut cerewet dan bawel.


"Apa Rio sudah punya pacar? Tapi siapa wanita itu?" Mawar bertanya dalam hatinya sendiri. Memikirkan Rio telah memiliki kekasih, jujur membuat sedikit nyeri lagi dihati Mawar.

__ADS_1


Mawar benar-benar bingung dengan perasaannya ini, apa Mawar mulai menyukai Rio? dan selalu ingin dekat, serta tau semua hal tentang Rio? Entahlah apa yang Mawar mengerti, menyangkut apa yang hatinya rasakan sekarang, hanya Mawar dan Tuhanlah yang mengerti hatinya.


__ADS_2