
Hari ini bertepatan dengan 40 hari meninggalnya Papi Bagas, Melati dan keluarga memutuskan untuk ikut membantu persiapan acara tahlil yang akan di adakan di rumah Yuda.
"Sayang, sebaiknya kita ngadain acara tahlil nya di sini aja ya, Ayah gak mau kalau sampai Bunda ketemu sama Yuda," rengek Gilang.
Semenjak Menikah, Melati dan Gilang memutuskan untuk mengganti panggilan mereka menjadi Ayah dan Bunda.
"Ayah ngertiin Bunda donk, masa kita gak hadir, apa kata orang nanti, Bunda kan anak Papi Bagas juga, dan Kak Yuda juga Kakaknya Bunda, kenapa sih Ayah masih cemburu aja?" tanya Melati.
"Suami mana yang gak cemburu jika Istrinya terus dipandangi dengan tatapan penuh damba oleh lelaki lain," jawab Gilang.
"Yang penting kan Bunda gak pernah ladenin lelaki mana pun !!" tegas Melati dengan cemberut.
"Kenapa sih Bunda jadi marah sama Ayah?"
"Ayah yang cemburu gak jelas, kenapa sih semenjak menikah Ayah jadi posesif banget," jawab Melati, sehingga mereka berdua diam tanpa saling bicara.
Setelah beberapa saat akhirnya Melati dan Gilang angkat bicara.
"Maaf" ucap Melati dan Gilang secara bersamaan.
"Maafin Ayah ya karena selalu cemburu jika Bunda ketemu sama lelaki lain," ucap Gilang.
"Maafin Bunda juga karena seharusnya Bunda diam ketika Suami berbicara," ujar Melati dengan mencium punggung tangan Gilang.
"Setiap rumah tangga pasti akan selalu mempunyai masalah, semoga saja kita berdua bisa melewati semuanya serta saling mengingatkan dan memaafkan ketika salah satu dari kita ada yang berbuat kesalahan," ucap Gilang dengan memeluk tubuh Melati.
"Jadi keputusannya sekarang bagaimana? kita jadi berangkat atau tidak?" tanya Melati.
"Ya sudah sebaiknya kita berangkat sekarang," ujar Gilang yang kini menggandeng tubuh Melati keluar dari kamar mereka.
__ADS_1
Setelah menikah, Gilang dan Melati memutuskan untuk membangun rumah di tanah kosong yang masih berada di Panti Asuhan supaya mereka bisa tetap dekat dengan Bu Mirna dan Pak Bejo, begitu pun dengan Bu Shintya yang kini memutuskan untuk pindah ke Indonesia dan tinggal bersama Melati dan Gilang, karena beliau tidak mau berpisah jauh dari Anak-anaknya.
"Udah diskusinya?" tanya Bu Shintya yang sebenarnya mendengar perdebatan Melati dan Gilang, tapi beliau tidak mau terlalu ikut campur urusan rumah tangga Anaknya.
"Maaf ya Bu, gara-gara kami Ibu jadi menunggu lama," ucap Gilang.
"Gak apa-apa sayang, Ibu justru bahagia karena kalian berdua bisa menyelesaikan masalah rumah tangga yang kalian hadapi dengan kepala dingin," ujar Bu Shintya dengan memeluk tubuh Melati dan Gilang.
"Makasih banyak ya Bu, karena Ibu sudah mengerti kami," ucap Melati.
"Iya sayang, kalian berdua kan sama-sama anak Ibu, jadi jika Melati dan Gilang berselisih paham, Ibu juga gak bakalan berpihak terhadap Melati atau pun Gilang, karena dalam rumah tangga tidak boleh ada campur tangan oranglain meskipun itu orangtua sendiri," ucap Bu Shintya.
"Sebaiknya kita berangkat sekarang ya, Bu Mirna sama Pak Bejo juga tadi sudah berangkat duluan," ajak Bu Shintya.
Akhirnya mereka bertiga pun memutuskan untuk berangkat menuju kediaman Yuda.
Setelah satu jam menempuh perjalanan mereka bertiga akhirnya sampai di kediaman Yuda, di depan rumah sudah terlihat Della dan Sinta menyambut kedatangan mereka.
"Kak Mel kenalin ini mas Hilman, mantan Suami siri aku, dan sebentar lagi akan menjadi Suami sah aku," ujar Sinta dengan tersenyum malu.
Hilman adalah seorang OB yang dulu pernah melakukan cinta satu malam dengan Sinta pada saat Sinta dan kedua orangtuanya berniat menjebak Gilang di acara pertunangan Yuda dan Jennifer, dan akhirnya Sinta memutuskan untuk kembali bersama Hilman dan akan menikah secara resmi karena selama ini Hilman yang selalu ada untuknya.
"Selamat Ya, Kakak do'ain semoga acaranya berjalan dengan lancar," ujar Melati dengan memeluk Sinta.
"Makasih ya Kak atas kebaikan Kakak dan keluarga kepada kami," ucap Sinta dengan tulus.
"Iya sayang, Sinta, Della dan Kak Yuda juga kan saudara Kak Melati," jawab Melati.
"Kak Mel, sepertinya semenjak Kak Melati menikah, Kak Yuda selalu terlihat murung dan selalu menyendiri," bisik Sinta.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu nanti Kakak coba bicara sama Kak Yuda," jawab Melati dengan berbisik juga.
Gilang yang melihat Melati dan Sinta berbisik-bisik pun mulai curiga, kemudian memeluk tubuh Melati dengan posesif, sehingga membuat Bu Shintya geleng-geleng kepala.
"Ayah, jangan mulai lagi deh, Bunda juga gak kemana-mana," bisik Melati dengan mencium pipi Gilang supaya mengurangi kekhawatiran yang Gilang rasakan.
"Tapi nanti di rumah ciuman nya ditambahin ya jangan cuma di pipi aja," bisik Gilang, sehingga Melati memutar malas bola matanya.
"Yuk masuk, kasihan Bu Mirna sama Pak Bejo pasti kerepotan nyiapin semuanya," ajak Bu Shintya.
Akhirnya semuanya memutuskan untuk masuk ke dalam rumah, dan benar saja Bu Mirna dan Pak Bejo terlihat sibuk membantu yang lainnya menyiapkan makanan untuk acara tahlil nanti malam.
"Aduh, pada kemana saja ini, kenapa baru pada datang?" tanya Bu Mirna.
"Biasa Bu, tadi ada drama korea dulu di rumah," jawab Bu Shintya. Bu Mirna yang mengerti perkataan Bu Shintya pun langsung tertawa mendengarnya.
Beberapa saat kemudian Yuda keluar dari kamarnya setelah Sinta memberitahu tentang kedatangan Melati beserta keluarga. Yuda yang melihat Melati dari kejauhan pun langsung bergegas menghampirinya, dan tanpa diduga Yuda langsung memeluk tubuh Melati sehingga memancing emosi Gilang.
"Apa-apaan kamu Yud, ingat Melati itu Istri gue !!" bentak Gilang.
"Aku tau Gilang, aku juga sekarang sudah sadar dan ikhlas melepaskan Melati, dan sekarang aku akan menganggapnya sebagai Adikku sendiri," jawab Yuda.
"Enteng banget loe ngomong setelah semua yang loe lakuin sama Melati !!" ujar Gilang.
"Ayah istighfar, biarkan Kak Yuda berbicara dulu," ucap Melati dengan memeluk dan mengelus dada Gilang.
"Astagfirulloh maaf Bunda, Ayah khilaf," ucap Gilang dengan mengelus lembut punggung Melati.
"Aku sangat menyesal karena telah melakukan perbuatan tercela kepada Melati, dan aku meminta maaf yang sebesar-besarnya, tapi kamu pasti sudah tau kan kalau aku tidak sampai menodai Melati. Mel, maafin Kak Yuda ya, Kakak tau jika kesalahan Kak Yuda sangat fatal, dan Kak Yuda rela jika Melati ingin melaporkan Kak Yuda kepada Polisi," ucap Yuda.
__ADS_1
"Kak, Melati sudah memaafkan semua kesalahan yang Kakak perbuat, bagaimanapun juga kita adalah saudara, dan Papi pasti akan sangat bahagia jika melihat kita semua akur," jawab Melati.
"Makasih banyak ya Mel, berkat Melati juga Kak Yuda masih bisa hidup sampai saat ini, karena Kak Yuda sudah mengetahui semuanya jika Melati adalah Gadis Bertopeng yang dulu telah menyelamatkan nyawa Kak Yuda."