
" kau ini bisa saja.... sudah sana pasti kau ingin Menganti pakaian mu yang sudah bau asam itu kan? "
" Nah... itu Mama tau, tapi tetap saja Masi bertanya pada kami hal-hal aneh. "
Setelah menjawab pertanyaan dari Mama nya, Rio langsung pamit pada mereka semua untuk mengganti baju nya di kamar. Sedangkan Mawar dan Maman ya Rio dan Tante Risma, mereka berbincang-bincang.
" Mawar apa benar sepupu Mu Devi berpacaran dengan Rio? " Mawar kaget Mendapat pertanyaan seperti itu dari Mama nya Rio, pasalnya dia juga tidak tau tentang hal itu dan Masi menebak-nebaknya.
" A...anu.... Tante Aku tidak begitu tau tentang hal itu Tante. Tapi aku pernah dengar teman-teman Rio bilang kalau Devi pacarnya Rio. "
Mawar berkata seperti itu, karna dia tidak ingin berbohong pada orang tua, dan memang kenyataannya seperti itu. Mawar memang sering mendengar hal teman-teman Rio berkata demikian.
__ADS_1
" Ohhhh berarti benar, kalau Devi sepupu mu benar kekasih Rio. Ceritakan pada kami seperti apa sepupumu Devi? " kata Tante Ivana Mamanya Rio.
" Apa Tante belum pernah bertemu dengan Devi? " spontan Mawar bertanya pada Tante Ivana, karna dirinya merasa bingung kenapa dia harus menceritakannya pada mereka.
" Aduhhhh Mawar, anak cantik dan manis, jangankan bertemu melihat fotonya saja Kami tidak pernah sayang. Paling-paling Kami hanya mendengar cerita dari Rio yang sering menyebut nama Devi. Tapi itu pun tidak pernah Rio bilang kalo pacarnya, kami hanya tau kalo mereka berpacaran dari Kakak nya Rio. lagipula Rio tidak pernah membawa gadis ke rumah ini sayang. " kata Tante Ivana Mamanya Rio.
sekarang mawar mengerti, tapi dia masih merasa aneh dengan hal ini. Jika Rio tidak pernah mengenalkan Devi pada Mama dan Tante nya maka, dapat dipastikan dia wanita pertama yg Rio bawa ke rumah ini dan dikenalkan kepada mereka, walaupun hanya sebagai temannya namun entah mengapa hal itu membuat hatinya yang sedari tadi sakit, kian senang.
20 menit menunggu Rio berganti pakaian sambil bercerita tentang Devi, mereka tidak sadar jika Rio sudah turun dan berada di samping Mawar.
" Yahhh... kenapa cepat sekali kau gantinya..... mama Masi ingin ngobrol dengan Mawar. " Tante Ivana sedikit cemberut saat bicara pada anaknya, sedangkan Tante Risma hanya menatap Rio dan mamanya itu sambil geleng-geleng kepala.
__ADS_1
" Cepatlah Rio kenalkan, pacarmu pada Mama mu ini. sudah kebelet pengen punya anak gadis juga biar bisa di ajak ngobrol, kalo kau belum membawanya nanti Tante terus yang di ganggu waktunya, untuk menemani Mama mu ini. " kata Tante Risma.
" Aku masuk sekolah Tante, baru juga mau naik kelas 3 SMA. Jadi biarlah Sekarang Tante Risma temani dulu Mama ku, nanti kalo Papa sudah pulang juga Tante sudah tidak di butuhkan. " kali ini Tante Risma hanya bisa memanyunkan bibirnya mendengar perkataan Rio.
" Sudahlah ayo Mawar, kalau Masi duduk terus nanti ku nikahi kau biar tidak perlu pulang lagi. " kata Rio mengajak Mawar pulang sambil menggodanya di depan Mama dan Tante nya, entah itu di sengaja atau apa, namun Mawar sukses tersenyum dengan pipi yang merekah.
" I....ia ayo, Tante Risma dan Tante Ivana Mawar pamit pulang dulu yahhh. " Mawar berucap sambil menyalami tangan kedua wanita beda generasi dengannya itu.
" kapan-kapan main lagi ke sini yahhh Mawar, dan kau Rio jangn ngebut bawa motornya, jangan sampe lecet Calon Menantu Mama. " kali ini Mama Ivana berkata pada Rio dengan lembut dan sedikit berbisik pada anaknya mengenai kata terakhir nya.
" Ihhhh Mama Sudah Rio bilang tadi kan. Masi saja menggoda Rio. " kata Rio pada Mamanya dengan sedikit kesal, namun dia tidak bisa menahan senyumannya, entah mengapa dia tersenyum hanya dirinya yang tau.
__ADS_1
" ia... ia Mama tau, sudah sana Mawar sudah menunggu. "
kini Rio dan mawar sudah berada di jalan menuju tempat tinggal Mawar.