
Matahari mulai memancarkan sinarnya, menandakan bahwa pagi kian menjemput.
Terlihat seorang gadis muda, yang sepertinya sangat nyaman berada di atas ranjang, dengan selimut yang masih setia dia gunakan menemani tidurnya.
" Mawar ayo bangun. kakek dan paman Reno sudah menunggu, untuk sarapan. "
Mendengar kata-kata dari bunda yang membangunkannya, Mawar tidak banyak membantah, dan langsung mendudukan tubuhnya, walau dengan mata yang masih terpejam.
" Selamat pagi bunda, aku mencintaimu. "
Mawar memang sudah terbiasa, untuk selalu mengucapkan kata-kata cinta untuk bundanya itu. Bagi Mawar bundanya adalah sosok ayah sekaligus ibu yang Ia cintai, melebih segala harta berharga miliknya. baginya Tuhan telah memberikan harta paling sempurna, dalam wujud bundanya.
" Bunda juga mencintaimu sayang. Tapi bunda lihat kau sangat berbeda. Apa kau punya masalah sayang? Coba cerita pada bunda. Mungkin bunda bisa membantu? "
Memang ikatan batin antara seorang ibu dan anak tidak bisa diragukan. Bunda bisa merasakan, bahwa putrinya ini tidak baik-baik saja. Pasalnya terlihat mawar, yang semalam sangat manja padanya, seperti ingin di sayang olehnya.
" Aku baik-baik saja bunda. "
" Ceritakan saja pada bunda, jangan dipendam sendiri sayang. Bunda memaklumi kok, kalau ini masalah hatimu. Memang... diumur seperti ini, wajar jika kau sudah mulai mengalami yang namanya cinta monyet. "
Bunda berpikir bahwa Mawar, mungkin malu ingin bercerita padanya. Makannya bunda mencoba memberi pengertian.
Namun sepertinya tidak berhasil, Mawar masih tetap mengatakan bahwa dia baik-baik saja, dan langsung beranjak menuju toilet, mandi dan ingin pergi sarapan bersama.
Kini semua orang sudah berada di meja makan, mereka terlihat mulai sibuk menyantap makanan yang sudah terhidang didepan mereka.
__ADS_1
" Mawar nanti sore jadwal latihan kita, nanti kau akan dijemput Devi. "
kata paman Reno, mengingatkan Mawar.
" Kalau Devi yang menjemput aku, lalu paman bagaimana? "
Mawar balik bertanya pada pamanya, karna dia ingin tau, apakah Reno tidak latihan hari ini.
" Paman akan menyusul nanti, setelah pulang dari kantor. "
Reno sudah mengerti apa maksud dari pertanyaan Mawar, jadi dia langsung to the poin saja.
Setelah Mawar selesai makan, dia pamit terlebih dahulu. Mawar berjalan menuju kamarnya, dan mulai merenung serta memikirkan kejadian kemarin, waktu bersama Rio dan Devi.
" Mengapa Devi tidak mengatakan padaku, jika dia dan Rio pacaran? Lalu apa perasaan yang aku rasakan sekarang? "
Kini hari sudah semakin sore, waktu juga telah menunjukkan pukul 14:30. Mawar terbangun dari tidurnya, setelah dari tadi dia berpikir dan frustasi dengan perasaanya, hingga tertidur.
" Apa aku harus menelfon Devi? "
Mawar terlihat berpikir, dia seakan menjadi canggung menelfon sepupunya itu.
" Ahhh... mengapa setelah mengetahuinya, aku jadi canggung begini? "
Sembari kebingungan, Mawar tidak sadar jika dia sudah menekan tombol memanggil, dan panggilan diangkat oleh Devi.
__ADS_1
" Hallo Mawar.... Hallo...? " Devi terus bersuara dan memanggil-manggil nama Mawar.
" Eh-eh Hallo Devi, aku ingin tanya, Kau jadi jemput aku latihan kan? "
Mawar benar-benar kaget, dan gugup setelah tau dia teryata menelfon Devi. Untung saja semua yang dia katakan tadi, tidak di dengar Devi.
" Ia nanti aku menjemputmu, siap-siaplah sekarang. Aku tidak ingin menunggumu nanti yahhh... kalau tiba di sana dan kau belum siap... AKU TINGGAL KAU!!
Devi berkata sambil mengingatkan sepupunya, karna dia tau kalau Mawar ini termasuk anak yang lambat dan lelet bersiap.
setelah selesai berbicara, Mawar langsung bergegas menyiapkan barang-barang yang akan dia bawa, seperti peralatan latihan dan tak lupa, air mineral untuk diminum nanti.
Tepat jam 15.00, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah.
Mawar segera membawa semua perlengkapannya turun kebawah. Dilantai ruang tamu sudah terlihat, Devi yang baru saja masuk, digandeng Oma untuk duduk di sofa.
" Itu Mawar baru turun. "
Oma berkata sambil menunjuk Mawar yang sedang menuruni anak tangga, sambil menjinjing tas yang dia bawa.
" kita langsung berangkat saja, nanti terlambat. "
Mawar tidak ingin jika Devi, sampai berbincang-bincang dengan Oma dan kakek, serta bundanya. Bisa-bisa nanti yang mereka bahas adalah, mempertanyakan prihal hubungan Devi dan Rio.
" Ia benar katamu Mawar, nanti kalau telat kita dihukum. Oma, Kakek dan bunda... aku minta maaf tidak bisa lama-lama, Nanti kalau ada waktu aku akan mampir kesini lagi. " Kata Devi.
__ADS_1
" kakek, Oma dan bunda kami berangkat dulu yahhh. Bye-bye-bye Ummmcahhh. "
setelah itu mereka keluar dan berangkat menuju ke tempat dimana mereka akan latihan.