Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
BAB 7


__ADS_3

Kini semua urusan kesehatan yang dilakukan Rio dan teman-teman nya sudah selesai.


"Ayo kita pulang. Hari sudah sore, takutnya kau dicari orang rumah."


Rio dan Mawar pun berpamitan pada semua teman Rio dan Coach.


Didalam perjalan menuju rumah, Mawar merasa sangat lelah. Memang tadi dia tidak melakukan pekerjaan yang berat, namun baginya menunggu adalah suatu pekerjaan yang paling berat. Butuh kesabaran dalam menunggu, apalagi tadi dia sama sekali tidak ada teman mengobrol atau bicara, sangat membosankan menurutnya.


Akhirnya Rio menepikan mobilnya di salah satu rumah, bercat putih dan berpagar hitam.


"Sudah sampai, kau masi ingin duduk di sini, atau kau ingin ikut aku pulang ke rumahku?"


Karna dalam perjalanan Mawar terkantuk-kantuk, dia tidak sadar bahwa sudah sampai di depan rumahnya. mendengar Rio bicara, barulah dia sadar karna kaget dengan apa yang sedang Rio katakan.


"Kalau kau mengajakku pulang maka aku akan ikut." Mawar bergumam sambil mengambil barang-barang belanjaan yang sudah mereka beli, untuk bawaannya sebelum turun.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan, aku tidak bisa mendengarnya?" Ternyata Rio mendengar apa yang di katakan oleh Mawar, hanya saja tidak jelas.


"hehehe... aku tidak bicara apa-apa. Trimakasih yahh... Rio sudah mau menemani aku dan Devi belanja, dan mengantar aku pulang. Apa kau tidak ingin singgah sebentar?"


"Sama-sama, aku tidak keberatan mengantarkan kalian. Lain kali jangan sungkan jika butuh bantuan, kau bisa memintanya padaku, anggap saja sebagai ucapan trimakasih ku karna kau sudah menemani aku tadi. Kalau untuk mampir... sepertinya tidak bisa sekarang. lain kali aku akan mampir, aku punya janji dengan temanku. Aku pamit yahh.. mawar kau masuklah!


"Baik lah, trimakasih sekali lagi. Aku masuk dulu, dan kau hati-hatilah dijalan. Bye...bye."


Kali ini Mawar dan Rio lebih banyak bicara bersama. Sedari tadi mereka bersama, seperti banyak pikiran dalam kepala mereka masing-masing, sehingga mereka hanya berdiam diri. Tapi tadi mereka lumayan banyak bicara, walau hanya mengucapkan kata trimakasih sebelum berpisah.


Sambil menenteng barang belanjaannya, Mawar masuk kedalam rumah.


Semua orang didalam rumah sangat kaget. Pasalnya Mawar memberi salam, dengan sedikit berteriak. Mawar sebenarnya merasa keberatan dengan barang-barang yang dia bawa, makannya sedikit bersuara tinggi agar di dengar Mbok. Ehhh malah sebaliknya, semua orang malah kaget, karna dirinya.


"Mawar kau ini, tidak boleh teriak saat memberi salam. bukannya kami mendapat berkat dari salammu, tapi malah membuat orang mendapat serangan jantung yang ada."

__ADS_1


Mawar sedikit mendapat teguran, dari paman Reno. Namun mendengar perkataan Reno, semua orang di sana, termasuk Mawar mendadak tertawa. Bagaimana tidak, Reno menasehati Mawar sambil memberikan lelucon.


"Ehhh kakek sudah sampai?, aku sangat rindu kakek. Mengapa kakek sangat lama perginya, apa kakek tidak rindu Mawar?


Melihat kakeknya sudah sampai mawar sangat senang, dia berlalu menuju kakeknya saat belanjaannya sudah dibawa Mbok.


"Mawar, kalau bertanya apa kakek merindukanmu, tentu saja jawabannya, kakek sangat rindu. kakek sangat rindu suara cempreng mu itu, dan kebawelan mu kalau pagi disuruh bangun."


"ahhh kakek ini, selalu saja yang dirindukan dari aku hanya keburukan ku. Apa tidak ada Kebaikanku yang kakek rindukan?"


Mawar dan kakeknya berbicara seperti tawar-menawar saja. Sedangkan semua orang yang melihat tingkah kakek dan cucu ini, sudah menahan tawa mereka sedari tadi.


"Mawar, semua yang ada padamu pasti kakek rindu. kakek tidak bisa jika tidak mendengar suaramu cucuku. makanya, setiap hari kakek selalu menelfon Oma, semua itu hanya ingin menanyakan kabar dan sedang apa dirimu."


Memang benar, Mawar memang cucu kesayangan kakek dan neneknya. Mereka seolah seperti mendapat hadiah dari Tuhan, tak kala mengetahui anak mereka mengandung, dan mereka akan menimang cucu. Hanya saja semuanya sempat menjadi luka buat mereka, kala ayah dari cucu mereka memilih pergi dengan wanita lain, dan menceraikan anak mereka.

__ADS_1


Satu hal yang membuat mereka harus kuat yaitu Bayi dalam kandungan anak mereka.


Reno yang saat itu masih sekolah dan kalanya yang baru saja tamat kuliah, dan mengandung. memang ini kesalahan kedua orang yang kini telah renta itu. kalau saja dulu, mereka tidak menjodohkan anaknya dengan laki-laki bajingan itu, mungkin saja, anak dan cucu mereka, kini memiliki suami dan ayah yang baik. Namun penyesalan hanyalah penyesalan, mereka hanya bisa berdoa agar nasip yang tidak terulang dimasa depan.


__ADS_2