
Melati kini dibawa ke rumah Pak Bejo dan Bu Retno dan mereka langsung saja membawa Melati ke dalam kamar.
Bu Retno pun membersihkan luka Melati lalu mengganti bajunya.
"Pak gimana ini Cah Ayu belum juga sadar?" ujar Bu Retno.
"Kita tunggu saja sampai besok Bu, kalau gak sadar juga baru kita bawa ke Rumah Sakit," ujar Pak Bejo.
"Kalau begitu Ibu akan menemaninya tidur di sini ya Pak," ujar Bu Retno yang dijawab Pak Bejo dengan anggukan kepala.
Bu Retno dan Pak Bejo adalah pasangan Suami-Istri yang sudah 20 tahun menikah. Akan tetapi, sampai saat ini mereka masih belum dikaruniai keturunan.
Keesokan paginya Melati mulai membuka matanya, dia secara perlahan terbangun, namun tidak ada yang bisa dia ingat.
"Siapa aku? siapa namaku?" gumam Melati.
Bu Retno yang mendengar suara Melati pun kini ikut terbangun juga.
"Alhamdulillah Nak, kamu sudah bangun juga," ujar Bu Retno.
"Ibu siapa?" tanya Melati.
"Maaf Nak, nama Ibu Retno, semalam kami tidak sengaja menabrak kamu," ujar Bu Retno yang kini merasa bersalah kepada Melati.
"Namaku siapa Bu, kenapa aku tidak ingat apa-apa?" tanya Melati dengan memegang kepalanya yang masih sakit.
"Ibu tidak mengetahui namamu Nak, karena kami tidak menemukan identitas apa pun," ujar Bu Retno.
"Pak Bejo pun kini mengetuk pintu, lalu sesaat kemudian masuk.
"Alhamdulillah, kamu akhirnya sadar juga Nak," ucap Pak Bejo.
"Kalau Bapak siapa?" tanya Melati.
"Bapak namanya Bejo, maaf semalam Bapak tidak sengaja sudah menabrakmu," ujar Pak Bejo.
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa Pak, mungkin semua itu sudah takdir saya, tapi saya bingung karena saat ini saya tidak mengingat apa pun," ujar Melati yang kini tertunduk sedih.
"Kamu jangan sedih ya Nak, anggap saja kami orangtuamu, kamu bisa tinggal di rumah ini sampai ingatanmu kembali pulih karena kami belum juga dikaruniai seorang anak, padahal kami menikah sudah 20 tahun lebih," ujar Bu Retno yang kini terlihat sedih.
"Ibu juga jangan sedih ya, anggap saja saya anak Ibu," ujar Melati dengan memeluk tubuh Bu Retno.
"Makasih ya Nak, kalau begitu mulai sekarang kamu adalah anak kami, dan kami akan memberikan nama Mutiara, karena bagi kami bertemu denganmu seperti menemukan Mutiara," ujar Bu Retno dengan bahagia.
"Makasih ya Bu, Pak, sudah berkenan menerima Tiara di rumah ini," ujar Melati yang kini berganti nama menjadi Tiara karena hilang ingatan.
5 bulan kemudian...
Setiap hari Tiara selalu membantu pekerjaan Bu Retno dan Pak Bejo, meskipun kedua orangtua angkatnya sudah melarang Tiara supaya tidak perlu repot-repot membantu mereka.
Pak Bejo merupakan Petani sayuran sekaligus pengepul, dan Pak Bejo langsung membawa hasil sayurannya ke Pasar induk yang berada di daerah Bandung, sehingga Pak Bejo seminggu sekali selalu bolak-balik dari Yogyakarta ke Bandung.
"Pak, semenjak kehadiran Tiara di rumah kita Ibu selalu bahagia, dia anak yang baik ya makanya semua orang di Desa kita suka sama Tiara," ujar Bu Retno yang kini sedang membantu Pak Bejo mengepak sayuran, sedangkan Tiara sedang memasak di dapur.
"Iya Bu tidak terasa sudah 5 bulan Tiara tinggal bersama kita, tapi Bapak kasihan sama keluarga Tiara, Bapak takut mereka saat ini kebingungan mencarinya," ujar Pak Bejo.
"Walau bagaimanapun juga Tiara pasti punya keluarga Bu, dan Bapak yakin saat ini keluarga Tiara sedang mencarinya," ujar Pak Bejo.
......................
Di tempat lain, Gilang setiap hari tidak berhenti mencari keberadaan Melati, dia bahkan sering bolak-balik dari Singapura ke Indonesia supaya bisa terus mencari kekasih hatinya.
"Kamu dimana sayang? kenapa kamu belum kembali juga? padahal Kak Gilang sudah mengerahkan semua anak buah Kak Gilang untuk mencari keberadaanmu, tapi kenapa Melati hilang tanpa jejak?" gumam Gilang dengan meneteskan airmata.
Bu Mirna yang kini melihat Gilang bersedih pun langsung menghampirinya.
"Nak Gilang yang sabar ya, mungkin Melati butuh waktu untuk sendiri karena dia sedang berusaha untuk melupakan semua kejadian buruk yang telah menimpanya. Kita hanya bisa mendo'akan Melati supaya dia baik-baik saja dimana pun dia berada. Ibu yakin jika kalian memang berjodoh maka akan ada cara untuk kalian bisa bersatu," ujar Bu Mirna dengan mengelus lembut bahu Gilang.
"Iya Bu, Gilang yakin jika Melati jodoh Gilang, maka dengan cara apa pun Melati pasti akan kembali," ujar Gilang.
......................
__ADS_1
Yuda juga melakukan hal yang sama dengan Gilang, bahkan Yuda memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah terlebih dahulu karena dia ingin fokus untuk mencari keberadaan Melati.
Maafkan aku Mel, ini semua kesalahanku, seandainya dulu aku tidak berbuat jahat kepadamu mungkin kamu tidak akan depresi kemudian kabur dari Panti Asuhan, batin Yuda yang saat ini terlihat prustasi.
Yuda akhirnya memutuskan untuk mencari keberadaan Melati ke daerah Yogyakarta, karena pada saat SMP dulu Melati pernah berkata jika dia ingin sekali berlibur ke Kota tersebut.
Tujuh jam perjalanan kini sudah Yuda lewati, dan pada saat dia melewati hamparan perkebunan sayuran tiba-tiba ban mobil Yuda bocor lalu hampir saja menabrak seseorang.
"Aaaaaaaa" teriak perempuan yang hampir Yuda tabrak, untung saja Yuda segera mengerem mobilnya, lalu kemudian dia turun untuk melihat keadaan gadis yang hampir saja dia tabrak.
Gadis tersebut masih terlihat berjongkok di depan mobil Yuda dan dia masih terlihat ketakutan.
"Mbak tidak kenapa-napa kan? maaf saya tidak sengaja," ujar Yuda dengan berusaha membantu gadis tersebut untuk bangun.
Yuda kini terlihat membulatkan matanya pada saat melihat wajah gadis tersebut dan dia langsung berhambur memeluknya.
"Alhamdulillah Melati akhirnya aku menemukan keberadaanmu juga," ujar Yuda yang kini memeluk tubuh Melati dengan erat.
Melati yang tidak mengingat Yuda pun kini berusaha untuk melepaskan pelukan Yuda.
"Maaf mas tolong lepasin saya, mas tidak sopan banget sih main peluk-peluk aja, padahal kita kan gak kenal !" ujar Melati.
"Mel kamu jangan bercanda sayang, aku sudah lima bulan mencari keberadaanmu yang hilang tanpa jejak," ujar Yuda.
"Namaku Tiara bukan Melati, dan sepertinya mas salah orang !" ujar Melati yang kini bergegas untuk pulang ke rumah Bu Retno dan Pak Bejo.
"Meskipun aku mendengar bahwa di Dunia ini ada 7 orang yang mempunyai wajah yang mirip, tapi tidak mungkin jika kamu bukan Melati karena kalian begitu mirip dan tidak ada bedanya sama sekali," ujar Yuda yang kini terus mengikuti langkah Melati bahkan sampai ke rumah Pak Bejo.
Pak Bejo dan Bu Retno yang kini melihat Melati diikuti oleh Yuda pun merasa heran.
"Pak tolong usir pemuda ini, dari tadi dia ngikutin aku terus, masa dia panggil Tiara dengan sebutan Melati !" ujar Melati dengan cemberut.
"Maaf Nak, kenapa Anda mengikuti anak kami?" tanya Pak Bejo.
"Perkenalkan nama saya Yuda Pak, dan saya yakin jika anak Bapak ini bukan bernama Tiara tapi Melati tunangan saya yang sudah hilang selama 5 bulan," ujar Yuda yang kini mengaku sebagai tunangannya Melati, sehingga Pak Bejo dan Bu Retno pun kini saling memandang.
__ADS_1