Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
Bab 43 ( Fakta yang terungkap )


__ADS_3

Akhirnya dengan terpaksa Gilang ikut Ibu Shintya menuju tempat Melati dan Yuda melangsungkan ijab kabul Pernikahan yang masih di adakan di taman Panti Asuhan.


Gilang merasakan sesak dalam dadanya ketika dari kejauhan dia melihat gadis yang begitu dia cintai bersanding di pelaminan dengan oranglain.


Bu Shintya dan Bu Mirna yang merasakan tubuh Gilang bergetar hebat pun kini memberinya kekuatan dengan memegang erat tangannya.


"Ibu yakin Gilang pasti kuat menghadapi semua ini," ujar Bu Shintya.


"Yakinlah Nak jika Allah punya rencana indah untuk kehidupan Gilang kelak," ujar Bu Mirna.


Gilang yang mendengar ucapan kedua perempuan yang sudah ia anggap sebagai Ibu Kandungnya pun kini terlihat meneteskan airmata.


Kamu terlihat sangat cantik sayang, aku harap kamu akan bahagia meskipun tidak bersamaku, dan aku akan mencoba untuk mengikhlaskan semuanya, batin Gilang.


Bu Shintya dan Bu Mirna menitikkan airmata juga melihat Melati yang sebentar lagi akan menjadi seorang Istri.


Ibu sudah tidak sabar ingin memelukmu dan memberitahu Melati jika Melati adalah Anak kandung Ibu yang selama ini ibu cari-cari sayang, batin Bu Shintya.


"Semua ini seperti mimpi ya Bu Shintya, rasanya baru kemarin saya merawat Melati yang masih bayi merah, tapi sekarang dia akan segera menjadi seorang Istri, dan mungkin sebentar lagi kita akan menjadi seorang Nenek," ucap Bu Mirna dengan tersenyum namun meneteskan airmata juga.


"Terimakasih banyak ya Bu Mirna, karena Ibu sudah merawat Anak saya dengan baik, serta mendidiknya menjadi Gadis yang baik juga, saya sudah berhutang budi banyak sama Bu Mirna," ujar Bu Shintya dengan merangkul tubuh Bu Mirna.


"Justru saya yang sudah berhutang budi kepada Melati, karena Melati sudah menerangi hidup saya dan memberikan kebahagiaan untuk saya, berkat Melati juga saya bisa dipertemukan dan disatukan kembali dengan Suami saya," jawab Bu Mirna.


Melati dan Yuda kini sudah bersiap di depan penghulu untuk melakukan ijab kabul, tapi ketika Melati melihat Gilang berada di sana, dia pun meneteskan airmata, hatinya terasa sakit karena tidak bisa menikah dengan lelaki yang begitu ia cintai.


Maafin Melati Kak Gilang dan selamat tinggal karena mungkin ini terakhir kali kita bertemu karena sebentar lagi aku akan menjadi Istri oranglain, batin Melati.


Bu Shintya terkejut, karena di belakang Yuda dia melihat Bagas mantan Suaminya dan juga Ratna mantan madunya.

__ADS_1


"Maaf Bu, kalau lelaki dan perempuan yang berada di belakang calon Suami Melati siapa ya?" tanya Bu Shintya kepada Bu Mirna.


"Oh itu Pak Bagas dan Bu Ratna, mereka adalah orangtua Yuda," jawab Bu Mirna.


Degg


Ini tidak mungkin, jadi Melati akan menikah dengan Kakaknya sendiri? aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi, karena pernikahan mereka berdua tidak akan Sah sebab mereka masih satu darah. pada kenyataannya Melati dan Yuda adalah Kakak dan Adik satu Ayah, batin Bu Shintya.


Pak penghulu pun kini sudah membuka acara ijab kabul yang akan dilakukan oleh Yuda, tapi ketika Yuda menjabat tangan Pak penghulu yang akan menjadi wali hakim Melati, Bu Shintya menghentikan acara tersebut, sehingga semua orang yang berada di sana merasa terkejut.


"Tunggu, saya minta hentikan pernikahan ini !!" teriak Bu Shintya.


Bu Shintya kini menjadi pusat perhatian semua orang, termasuk Bagas. Bagas seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat, karena saat ini perempuan yang selama bertahun-tahun dia rindukan kini ada di depan mata kepalanya sendiri.


"Shintya," ucap Bagas dengan lirih.


"Bu Shintya," ucap Melati.


Bu Shintya kini menghampiri Melati dan memeluk tubuhnya dengan erat.


"Sayang, akhirnya Ibu bisa menemukanmu juga, maafkan Ibu Nak karena selama ini tidak mengetahui jika Melati adalah Anak kandung Ibu," ujar Bu Shintya.


Melati bingung dengan perkataan Bu Shintya, sedangkan Bagas dan Ratna langsung tercengang mendengarnya karena setahu Bagas kalau Shintya mandul.


Kenapa Shintya berkata jika Melati adalah Anak kandungnya? apa mungkin jika saat kami bercerai Shintya sedang mengandung Anakku? jika begitu kenyataannya berarti Melati adalah Anak kandungku, dan Yuda adalah Kakak satu Ayah Melati, batin Bagas kini bertanya-tanya.


Ratna kini sudah terlihat khawatir karena dia adalah dalang penukaran dan penculikan Anak Shintya dulu.


Sial, jadi ternyata Melati adalah Anak kandung Shintya dan mas Bagas yang sudah aku culik? aku pikir orang suruhanku sudah melenyapkan Anak itu. Kenapa semuanya bisa kebetulan seperti ini? berarti Yuda dan Melati tidak akan bisa menikah karena mereka masih sedarah, dan lebih gawatnya lagi aku bisa dipenjara jika sampai Shintya mengetahui jika akulah dalang semuanya, batin Ratna.

__ADS_1


Melati yang bingung pun kini angkat bicara.


"Apa maksud Bu Shintya sebenarnya?"


"Melati sayang, Kamu adalah Putri Ibu yang hilang Nak," ucap Bu Shintya dengan menangis.


Yuda yang geram karena Pernikahannya telah digagalkan oleh Shintya pun kini angkat bicara.


"Maaf Bu, kenapa Ibu menghentikan acara Pernikahan kami?" tanya Yuda.


"Kalian tidak bisa menikah, karena kalian masih satu darah, kamu dan Melati adalah Kakak beradik satu Ayah," jelas Bu Shintya sehingga lagi-lagi perkataannya membuat semua orang terkejut.


"Ibu jangan asal ngomong ya, Ibu itu orangtua angkatnya Gilang kan? jadi Ibu berusaha mengatakan kebohongan ini supaya saya dan Melati gagal Menikah, dan Melati bisa Menikah dengan Gilang kan?" tuduh Yuda.


"Kalian lihat sendiri hasil tes DNA saya dan Melati, kalau saya tidak berbohong karena Melati adalah Anak saya yang dulu ditukarkan dengan bayi yang sudah meninggal, dan baru dua tahun ini saya mengetahui kebenarannya, kamu bisa tanyakan sendiri cerita yang sebenarnya pada kedua orangtua kamu Yuda," ujar Bu Shintya.


Bagas yang mendengar semua pernyataan Shintya kini menghampiri Melati, lalu memeluknya.


"Maafkan Papi Nak, karena Papi tidak mengetahui kehadiranmu di Dunia ini. Shintya aku benar-benar minta maaf, kenapa kamu dari awal tidak mengatakan jika kamu telah hamil? seandainya dari dulu kamu mengatakan semuanya kita tidak akan mungkin bercerai, dan aku tidak akan pernah membagi cintamu dengan wanita lain hanya untuk mendapatkan keturunan," ujar Bagas yang kini menyesali semuanya.


"Sudahlah mas Bagas, semua itu sudah takdir dalam kehidupan kita, tapi sekarang kita harus mengakhiri Pernikahan Putra dan Putri kita karena mereka masih satu darah. Dan mas Bagas harus tau siapa dalang penculikan Melati," ucap Bu Shintya.


"Siapa orang itu Shintya? aku pasti akan menghukum dan memasukannya ke dalam Penjara," tanya Bagas, sehingga Ratna menelan ludahnya karena sudah ketakutan, dan dia memutuskan untuk kabur.


"Tunggu Ratna !! mau pergi kemana kamu? kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatan kamu yang sudah memisahkanku dengan Anak kandungku !!" teriak Shintya, sehingga menghentikan langkah kaki Ratna.


"Apa maksud kamu Shintya? jadi dalang penculikan Anak kita adalah Ratna?" tanya Bagas.


"Iya mas dia adalah dalang semuanya," ucap Shintya.

__ADS_1


__ADS_2