
Gilang yang ditemani oleh Pak Kades dan Bu Kades pun kini telah sampai di kediaman Pak Bejo.
Mereka bertiga kemudian mengucapkan Salam kepada Bu Retno yang kini sedang menyapu di halaman.
"Assalamu'alaikum," ucap mereka bertiga.
"Wa'alaikumsalam," jawab Bu Retno.
"Eh ada Pak Kades sama Bu Kades toh, ada apa Bapak sama Ibu repot-repot datang ke rumah saya? bukannya masalah Nak Joko sama Nak Yuda sudah beres?" tanya Bu Retno.
"Kami kesini buat mengantar Nak Gilang Bu Retno," ujar Pak Kades.
"Nak Gilang ini siapa ya? saya sepertinya baru melihatnya di Desa ini?" tanya Bu Retno.
"Nak Gilang ini pengusaha muda yang sukses itu lho Bu Retno, yang sering masuk TV," ujar Bu Kades dengan antusias.
"Oalah saya baru ingat, pantas saja dari tadi saya sepertinya pernah melihat dimana gitu," ujar Bu Retno.
"Tiara nya ada Bu? kami ke sini mau cari Tiara," ujar Pak Kades.
"Awas lho Pak kalau Bapak sampai keganjenan lagi, nanti Ibu suruh tidur di luar mau !" ancam Bu Kades dengan terus memegangi tangan Pak Kades.
"Iya..iya lepasin tangan Bapak dong Bu, gak enak dilihat sama Nak Gilang dan Bu Retno," bisik Pak Kades, tapi Bu Kades malah melotot sehingga Pak Kades tidak berkutik.
"Kalau begitu silahkan semuanya masuk dulu, saya mau panggil dulu Tiara nya," ujar Bu Retno dengan bergegas masuk ke dalam rumah.
"Sayang, ke sini dulu, di luar ada yang nyari kamu," teriak Bu Retno.
Kini Tiara keluar bersama Yuda yang selalu menempel padanya, sehingga Gilang merasa geram melihatnya.
"Loe apa-apaan Yud, kenapa berani pegang-pegang calon Istri gue !" teriak Gilang dengan memeluk tubuh Tiara dengan erat.
__ADS_1
"Melati sayang, Kak Gilang kangen banget sama Melati, kenapa Melati tega meninggalkan Kakak," ujar Gilang dengan berderai airmata.
Kenapa hatiku merasa berdebar ya ketika berada di dalam pelukan lelaki ini, siapa dia sebenarnya, apa benar yang dikatakan Yuda, jika Gilang hanya lelaki yang terobsesi kepadaku? batin Melati kini berada dalam dilema.
"Lepasin calon Istri gue Lang !" ujar Yuda yang kini berusaha melepaskan pelukan Gilang dari Melati.
"Kamu kalau ngomong jangan sembarangan Yud, jelas-jelas calon Istri loe itu Jennifer, sejak kapan loe bertunangan dengan Melati?" tanya Gilang dengan meninggikan suaranya sehingga membuat Yuda gelagapan.
Pak Bejo yang baru datang dari kebun pun kini terlihat berlari untuk melerai kedua pemuda tersebut.
"Ada apa lagi ini?" tanya Pak Bejo.
"Iki lho Pak ada Nak Gilang pengusaha muda yang sukses itu, dan Nak Gilang mengaku jika dia adalah tunangannya Tiara juga," ujar Bu Retno.
"Sebelumnya mohon maaf apabila kedatangan saya sudah membuat keributan di sini, tapi kenapa kalian memanggil calon Istri saya Tiara? karena namanya adalah Melati," tanya Gilang.
"Sebenarnya Nak Melati ini hilang ingatan Nak Gilang karena pada saat itu saya tidak sengaja menabraknya, dan karena kami tidak menemukan identitas apa pun, makanya kami memanggil Nak Melati dengan sebutan Tiara, serta kami mengangkatnya sebagai anak angkat kami," jelas Pak Bejo.
"Kamu jangan memutar balikan fakta Yud, kamu yang sebenarnya sudah mengejar-ngejar Melati padahal jelas-jelas sebelum Melati menghilang kami akan melangsungkan pernikahan," ujar Gilang tidak mau kalah.
"Apa buktinya kalau kamu memang tunangan Melati?" tanya Yuda.
"Melati sayang kamu coba lihat cincin tunangan kita, kamu lihat kan kalau Kak Gilang juga memakai cincin yang sama dengan Melati? dan Melati juga lihat kalau di dalam cincin tersebut terukir nama Kak Gilang," ujar Gilang dengan menunjukan cincin yang dia pakai dijari manisnya dan mencocokannya dengan cincin di jari manis Melati.
Melati pun kini melihat di dalam cincin tersebut jika di sana terukir nama Gilang, sehingga Melati kini memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Gilang yang kini terlihat khawatir.
"Loe gak usah modus Gilang, sebaiknya loe pergi dari sini, Melati juga menjadi sakit gara-gara kamu !" teriak Yuda.
"Sudah hentikan ! sebaiknya kalian berdua pergi dari sini sekarang juga, aku butuh waktu untuk memikirkan semuanya," ujar Melati dengan masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Nak Gilang, Nak Yuda maaf bukannya Bapak mengusir kalian, sebaiknya kalian pergi dulu dari tempat ini, Bapak tidak mau kalau sampai Tiara kenapa-napa, berikan Tiara waktu untuk mengingat semuanya," ujar Pak Bejo.
"Kalau begitu saya titip Melati ya Pak, nanti saya akan kembali lagi begitu ingatan Melati kembali, karena saya harus segera kembali ke Bandung," ujar Gilang.
"Nak Gilang tidak usah khawatir, kami akan selalu menjaga Nak Melati, karena kami sudah menganggap dia sebagai anak kandung kami sendiri," ujar Bu Retno.
"Terimakasih ya Bu, Pak, karena selama ini sudah menjaga Melati dengan baik. Oh ya Pak saya lihat Bapak tadi membawa sayuran ya, apa Bapak seorang pengepul?" tanya Gilang.
"Iya Nak Gilang, saya menjual sayuran ke pasar induk yang berada di Bandung," jawab Pak Bejo.
"Apa Bapak bisa memasok sayuran ke Restoran saya yang berada di Bandung juga?" tanya Gilang.
"Tentu saja Nak Gilang, Bapak dengan senang hati akan menerima tawaran Nak Gilang," jawab Pak Bejo.
"Kalau begitu ini kartu nama saya Pak, dan Ibu saya mohon terima ini untuk keperluan Melati," ujar Gilang dengan memberikan amplop coklat yang berisi segepok uang.
"Tapi Nak Gilang kami tidak dapat menerima semua ini," ujar Bu Retno yang merasa tidak enak terhadap pemberian Gilang.
"Itu sudah kewajiban saya sebagai calon Suami Melati, kalau ada apa-apa Ibu langsung hubungi saya saja ya," ujar Gilang yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Bu Retno.
"Pak Kades, Bu Kades ini juga ada sedikit rezeki dari saya, mohon di terima ya," ujar Gilang dengan memberikan amplop coklat juga kepada Pak Kades.
"Terimakasih banyak lho Nak Gilang," ujar Bu Kades yang langsung merebut amplop tersebut dari tangan Pak Kades, sehingga Pak Kades menelan ludahnya.
"Dasar penjilat !" ujar Yuda.
"Maaf Yud, aku tidak mau berurusan lagi denganmu, sebaiknya kamu juga pergi dari sini karena aku tidak mau kamu mengganggu Melati lagi !" ujar Gilang.
"Suka-suka aku dong Gilang, aku juga ke sini karena bertujuan untuk mencarinya, jadi jangan melarang aku untuk tidak mendekati Melati !" jawab Yuda.
"Terserah kamu Yud, karena aku yakin meskipun Melati saat ini hilang ingatan, tapi cinta tau dimana rumahnya dan tempat dia untuk kembali," ujar Gilang. kemudian Gilang pun berpamitan kepada semuanya untuk kembali lagi ke Bandung karena banyak pekerjaan yang harus dia urus.
__ADS_1