Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
Bab 42 ( Anak Kandung Bu Shintya)


__ADS_3

Bu Mirna terlihat kaget dengan kedatangan Bu Shintya yang secara tiba-tiba, terlebih lagi saat ini kondisi Gilang masih pingsan, jadi Bu Mirna bingung bagaimana menjelaskan semuanya kepada Bu Shintya.


"Bu Shintya apa kabar? silahkan masuk," ajak Bu Mirna.


"Alhamdulillah saya baik-baik saja Bu," jawab Bu Shintya dengan memeluk tubuh Bu Mirna.


"Kenapa Ibu datang ke sini secara mendadak? bukannya Ibu baru bisa ke sini dua minggu lagi ya?" tanya Bu Mirna.


"Ada yang harus saya tanyakan mengenai Melati Bu, Gilang dan Melati saat ini berada dimana?" tanya Bu Shintya yang terlihat panik.


"Silahkan masuk dulu Bu, biar saya jelaskan di dalam," ajak Bu Mirna dengan menggandeng tangan Bu Shintya.


"Gilang, kamu kenapa Nak? Bu Mirna, apa yang sebenarnya telah terjadi dengan Gilang?" tanya Bu Shintya.


"Sebenarnya Gilang pingsan setelah mendengar keputusan Melati yang lebih memilih Yuda untuk menjadi Suaminya," cerita Bu Mirna.


"Kenapa bisa Melati lebih memilih Yuda dibanding dengan Gilang? bukannya mereka akan menikah 2 minggu lagi?" tanya Bu Shintya.


"Sebenarnya sebelum Melati pergi dari Panti Asuhan dan hilang ingatan, Yuda sudah menjebak Melati kemudian menodainya pada saat Melati datang ke sebuah Hotel untuk menghadiri acara perpisahan yang di adakan oleh Sekolah nya," jawab Bu Mirna, sehingga Bu Shintya merasa terkejut.


"Astagfirulloh, kenapa tega sekali Yuda melakukan semua itu," ujar Bu Shintya.


"Saya juga tidak habis pikir kenapa Yuda sampai terobsesi kepada Melati lalu berbuat nekad, makanya Melati merasa tidak pantas untuk Gilang karena dia merasa sudah kotor," jelas Bu Mirna.


"Kasihan Gilang, pasti saat ini dia sangat syok dengan keputusan Melati," ujar Bu Shintya.

__ADS_1


"Iya Bu, padahal saya sangat berharap Melati dan Gilang berjodoh, karena mereka berdua sama-sama saya besarkan dari bayi," ujar Bu Mirna.


"Iya Bu saya juga berharap seperti itu, karena Melati adalah gadis yang baik, begitu juga Gilang, saya sangat beruntung karena dulu sudah mengadopsi Anak sebaik dan sehebat Gilang," ujar Bu Shintya.


"Gilang, bangun sayang, Ibu sudah datang Nak. Gilang harus memberitahu Ibu dimana Anak kandung Ibu yang sebenarnya," ujar Bu Shintya dengan menggoyang-goyangkan tubuh Gilang.


"Maksud Bu Shintya apa ya? jadi Gilang sudah berhasil menemukan anak kandung Ibu?" tanya Bu Mirna.


"Saya juga belum tau pasti kebenarannya Bu, tapi saya mendapatkan hasil tes DNA saya dengan gadis yang bernama Melati, apa mungkin Melati yang dimaksud adalah Melati calon Istrinya Gilang dan Anak yang dulu akan saya jadikan Anak angkat ya Bu?" tanya Bu Shintya.


"Setahu saya memang Gilang melakukan tes DNA antara Ibu dan Melati anak asuh saya, tapi Gilang belum sempat mengambil hasilnya karena sibuk dengan persiapan acara Pernikahannya," jawab Bu Mirna, sehingga membuat Bu Shintya membulatkan matanya.


"Coba Bu Mirna lihat sendiri hasilnya, 100% cocok kan Bu. Jadi selama ini anak kandung yang selalu saya cari-cari adalah Melati, dan dia sebenarnya dari dulu berada di dekat saya," ucap Bu Shintya dengan menangis bahagia.


"Subhanallah, ternyata selama ini Melati begitu dekat dengan Ibu kandungnya sendiri, bahkan dia hampir menjadi menantu Ibu, dan coba Ibu lihat, apa kalung ini yang dulu sempat Ibu pakaikan pada bayi Ibu yang hilang?" tanya Bu Mirna dengan memperlihatkan kalung yang ia temukan dulu di dalam keranjang bayi pada saat pertama kali menemukan Melati.


belum sempat Bu Mirna menjawab pertanyaan Bu Shintya, tiba-tiba secara perlahan Gilang membuka matanya, dan dia langsung menyebut nama Melati pada saat sadar dari pingsannya.


"Melati" ucap Gilang yang kini langsung duduk.


"Alhamdulillah Nak akhirnya kamu sadar juga," ucap Bu Shintya dengan mendekati Gilang.


"Ibu, kapan Ibu datang ke Indonesia?" tanya Gilang.


"Ibu baru sampai sayang, dan Ibu punya kabar gembira Nak, ternyata hasil tes DNA yang Gilang lakukan kepada Ibu dan Melati 100% cocok, jadi Melati adalah anak kandung Ibu," ucap Bu Shintya dengan antusias, sehingga membuat Gilang diam mematung.

__ADS_1


"Ayo Nak kita temui Adik kamu sekarang," ajak Bu Shintya. Beliau tidak sadar jika Melati yang disebut sebagai Adik Gilang adalah perempuan yang sangat Gilang cintai.


"Bu dimana Melati sekarang?" tanya Gilang kepada Bu Mirna.


Bu Mirna tidak kuasa menceritakan yang sebenarnya kepada Gilang, sehingga beliau hanya diam tanpa bisa menjawab pertanyaan dari Gilang.


"Bu, apa yang sebenarnya terjadi? mana calon Istri Gilang?" tanya Gilang lagi.


"Maaf Nak, Ibu tidak bisa mencegah semuanya. Sebenarnya Melati saat ini sedang melangsungkan acara Pernikahannya dengan Yuda," ucap Bu Mirna dengan tertunduk sedih.


"Apa? Ibu jangan bercanda, bagaimana mungkin Melati menikah dengan lelaki lain yang sama sekali tidak dia cintai? yang Melati cintai hanya Gilang Bu, dan Gilang gak rela jika Melati menikah dengan Yuda," ujar Gilang yang kini menangis.


"Sudahlah Nak, ikhlaskan Melati Menikah dengan Yuda, mungkin ini semua sudah takdir. Karena meskipun Gilang bukan anak kandung Ibu, tapi Ibu sudah menyayangi Gilang seperti anak kandung Ibu sendiri, jadi mulai sekarang anggaplah Melati sebagai Adik kandung Gilang juga ya," ucap Bu Shintya dengan memeluk tubuh Gilang.


"Tapi Gilang sangat mencintai Melati Bu, dan Gilang gak bisa hidup tanpa Melati," ucap Gilang.


"Ibu sangat mengerti dengan perasaan Gilang, tapi sebaiknya Gilang menerima keputusan Melati, karena Ibu yakin kalau ini yang terbaik untuk kalian, Melati mungkin tidak mau jika Gilang harus bertanggung jawab dengan perbuatan yang telah Yuda lakukan," jelas Bu Shintya dengan mengelus lembut punggung Gilang.


"Gilang tetap akan menerima Melati apa adanya Bu, Gilang tulus mencintai Melati, dan hanya Melati satu-satunya perempuan yang Gilang cintai seumur hidup Gilang Bu."


"Ibu tau ini berat untuk Gilang, tapi Gilang harus mencoba melepaskan Melati, Gilang harus mendo'akan Melati supaya dia bisa hidup bahagia bersama Yuda," ujar Bu Shintya, sehingga membuat dada Gilang menjadi sesak.


Gilang pun nampak berpikir, sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengikhlaskan Melati menikah dengan Yuda, dan Gilang akan berusaha menganggap Melati sebagai Adik Kandungnya sendiri, meskipun itu akan terasa sulit.


"Baiklah Bu, jika memang itu keinginan Ibu, Gilang akan mencoba melakukannya walaupun itu akan sangat sulit dan menyakitkan," ucap Gilang.

__ADS_1


"Terimakasih banyak ya Nak, karena Gilang sudah ikhlas untuk melepaskan Melati, semoga saja Gilang mendapatkan jodoh yang lebih baik segala-galanya dibanding dengan Melati. Sebaiknya sekarang kita segera menemui Adik kamu untuk memberinya do'a restu ya," ajak Bu Shintya yang dijawab oleh anggukan kepala oleh Gilang.


__ADS_2