Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
Bab 25 ( Perkelahian Yuda dan Joko )


__ADS_3

Joko pun menatap Yuda dengan tatapan tak suka.


Beraninya dia memeluk gadis incaranku, lihat saja nanti apa yang bisa seorang Joko lakukan ! batin Joko.


Semenjak Joko melihat Melati di rumah Pak Bejo, Joko sudah tertarik pada Melati bahkan secara terang-terangan dia langsung mengatakan cintanya, tapi Melati yang sama sekali tidak menyukai Joko pun secara halus menolaknya.


"Bagaimana mas Joko, apa bisa mas Joko membantu Yuda?" tanya Melati.


"Baiklah saya akan membantunya, semua itu saya lakuin demi Neng Tiara pujaan hati saya," jawab Joko dengan cengengesan sehingga Yuda terlihat geram.


Bahkan Yuda hampir melayangkan tinjunya kepada Joko, namun aksinya dicegah oleh Melati yang terlihat melotot ke arahnya.


"Sayang memangnya di daerah sini gak ada lagi bengkel lain gitu?" tanya Yuda.


"Ada, tapi jaraknya 10 km, kamu mau jalan ke sana?" tanya Melati, dan Yuda pun menggelengkan kepalanya.


Awalnya Joko ingin memakai motor ke tempat mobil Yuda yang mogok, tapi Melati menolak untuk di bonceng.


"Tiara kita naik motor saja yuk, kasihan kan kamu pasti cape kalau jalan kaki," ajak Joko.


"Maaf mas Joko kalau saya naik motor nanti kasihan Yuda kalau jalan kaki sendirian, gimana nanti kalau dia nyasar," ujar Melati.


"Masa sih nyasar, dia kan bukan anak kecil, ya sudah kalau gitu kita naik motornya bertiga saja !" ujar Joko yang merasa geram dengan alasan penolakan Melati.


"Nanti kita disangka cabe-cabean kalau bertiga," ujar Melati dengan tertawa. "Kalau mau naik motor, mas Joko sama Yuda aja ya biar aku jalan kaki aja," sambung Melati.


"Enggak ah enak aja, ogah banget harus boncengan sama dia, mendingan mas Joko ikutan jalan kaki saja deh," ujar Joko yang terlihat kesal.


Akhirnya Joko memutuskan untuk berjalan kaki. Joko tidak mau kalah dengan Yuda dan terus berusaha mendekati Melati serta ingin selalu berjalan di samping Melati, sehingga akhirnya terjadi senggol-senggolan antara Yuda dan Joko.


Melati yang merasa risih pun kini angkat bicara.


"Kalian kenapa sih ribut terus? tau gitu aku gak mau nganter Yuda ke bengkel mas Joko."


"Tapi Joko nya sayang yang daritadi cari masalah terus sama aku," ujar Yuda.


"Enak aja sampean kalau ngomong, tidak tau apa aku iki anak Kepala Desa di sini !" ujar Joko.

__ADS_1


"Baru anak Kepala Desa aja loe udah belagu, loe tau gak kalau gue anak Pejabat !" ujar Yuda yang tak mau kalah.


"Pejabat apaan? Pejabat gali kuburan?" ujar Joko, sehingga Yuda kini melayangkan tinju ke wajah Joko.


"Gak sopan banget kamu main pukul-pukul saja, mau aku laporin yo karo Bapakku," ujar Joko yang juga tidak mau kalah. Sehingga mereka berdua kini terlihat adu jotos.


Melati merasa geram karena usahanya melerai mereka sama sekali tidak di dengar, akhirnya Melati pun memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka berdua yang masih terlihat berkelahi.


Setibanya di rumah, Pak Bejo heran karena Melati terlihat pulang sendiri.


"Lho Ndo Nak Yuda nya kemana?" tanya Pak Bejo.


"Tuh lagi main sama Joko Pak," jawab Melati.


"Main apaan? memangnya sudah beres ganti ban mobilnya?" tanya Bejo.


"Belum Pak, mereka berdua sekarang lagi asyik main tonjok-tonjokan," ujar Melati.


Pak Bejo pun langsung berlari untuk melerai Yuda dan Joko setelah mendengar perkataan Melati.


"Astagfirulloh, kalian iki apa-apaan toh, apa kurang kerjaan sampai adu jotos seperti itu?" teriak Pak Bejo sehingga Yuda dan Joko yang sudah babak belur pun kini menghentikan aksinya.


"Enak saja koe kalau ngomong, tadi koe duluan kan yang nonjok aku," ujar Joko.


"Kalau kamu gak mancing-mancing terus, aku juga gak bakalan nonjok kamu Joko !" ujar Yuda tidak mau kalah.


"Aku gak rela Yuda melihat kamu bersama Tiara," ujar Joko.


"Aku dan Tiara sudah berhubungan selama enam tahun, kamu harus tau itu !" teriak Yuda.


"Sudah-sudah sekarang sebaiknya kita ke rumah Bapak saja, supaya tidak terjadi kesalahpahaman, apalagi nanti kalau Pak Kades sampai mengetahuinya," ajak Pak Bejo.


"Aduh Pak jangan sampai Bapak saya tau ya," ujar Joko yang kini terlihat memohon.


"Memangnya kenapa Joko? tadi kamu kan bilang sama aku mau ngadu sama Bapakmu itu," ujar Yuda, tapi Joko hanya diam saja.


Duh gimana ini, kalau Bapak sampai tau aku berkelahi, aku bisa dimarahin habis-habisan karena sudah menjadi contoh yang buruk buat warga, apalagi tadi sempet ada yang rekam perkelahianku sama si Yuda, pasti bakalan viral tuh video, batin Joko.

__ADS_1


"Ayo Nak Joko, Nak Yuda, sekarang kita ke rumah Bapak, barusan juga Bapak sudah telpon Pak Kades juga," ujar Pak Bejo, dan mau tidak mau akhirnya Joko pun mengikuti Pak Bejo ke rumahnya.


Beberapa saat kemudian Pak Kades beserta Istrinya kini telah sampai di rumah Pak Bejo.


"Aduh anak Mami kenapa bisa sampai babak belur begini?" tanya Bu Kades dengan memeluk tubuh Joko.


"Ha..ha..ternyata loe anak Mami toh Jok," ledek Yuda


"Lepas Mi, Joko malu jangan peluk-peluk," ujar Joko.


"Sebelumnya saya minta maaf atas semua kejadian ini Pak Kades," ujar Pak Bejo.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi sama kamu Joko?" tanya Pak Kades pada anaknya.


"Yuda duluan Pak yang sudah mukul Joko," adu Joko.


"Tapi kamu yang sudah mancing-mancing aku duluan Jok," ujar Yuda tak mau kalah.


"Seenak jidat koe panggil aku Jok, memangnya Aku iki Jok motor, kalau panggil nama tuh yang bener Yud," ujar Joko yang kini terlihat geram.


"Sudah-sudah kalian jangan ribut terus, Bapak pusing dengernya," ujar Pak Kades.


"Coba kalian cerita kejadian yang sebenarnya, bagaimana bisa wajah kalian berdua sampai babak belur begitu !" tegas Pak Kades, tapi Yuda atau pun Joko tidak ada yang mau menceritakan kejadian yang sebenarnya.


"Maaf Pak Kades biar saya saja yang bercerita," ujar Pak Bejo.


"Silahkan Pak Bejo, dan Bapak juga bisa sekalian menjelaskan siapa Pemuda yang sudah berkelahi dengan anak saya," ujar Pak Kades.


"Perkenalkan namanya Yuda, Nak Yuda ini datang ke daerah sini katanya mau mencari tunangannya yang hilang yang bernama Melati. Setelah Nak Yuda bertemu dengan Tiara, ternyata anak angkat saya Tiara adalah Melati yang telah hilang ingatan," ujar Pak Bejo.


"Karena mobil Nak Yuda ban nya bocor, jadi Nak Yuda dan Tiara memutuskan untuk memanggil Nak Joko ke bengkel untuk membantu mengganti ban mobilnya, mungkin Nak Joko dan Nak Yuda berkelahi karena memperebutkan anak saya Tiara," jelas Pak Bejo.


"Apa betul Joko, Yuda kalian berkelahi karena memperebutkan Tiara?" tanya Pak Kades, tapi lagi-lagi Yuda dan Joko tidak ada yang angkat bicara.


"Kalau kalian berdua diam berarti perkataan Pak Bejo kalian benarkan, daripada kalian berdua ribut karena memperebutkan Cinta Tiara, lebih baik Bapak yang Menikahi Tiara," ujar Pak Kades yang terlihat keceplosan sehingga mendapat pelototan dari Bu Kades.


"BAPAK....!!!" teriak Bu Kades yang kini sudah mengeluarkan tanduk dan taringnya.

__ADS_1


"Maaf Bu, Bapak hanya bercanda," ujar Pak Kades yang kini lari karena takut oleh amukan Istrinya, sehingga membuat semua orang yang berada di sana geleng-geleng kepala.


"Bukannya menyelesaikan masalah, Pak Kades malah nambah masalah iki," ujar Pak Bejo dengan menepuk jidatnya.


__ADS_2