Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
Bab 29 ( Jebakan Jenny )


__ADS_3

Yuda akhirnya pulang ke Bandung karena Melati meminta waktu untuk berpikir.


"Sial..ini semua gara-gara Gilang, padahal aku hampir saja berhasil mendekati Melati," teriak Yuda dengan memukul setir mobilnya.


Yuda semakin pusing ditambah dengan tingkah Jennifer yang berkali-kali mencoba untuk menelpon Yuda, tapi selalu Yuda abaikan.


Pada saat Jennifer menelpon yang ke sepuluh kalinya akhirnya Yuda mengangkat telepon Jennifer karena di tidak mau kalau Jennifer mengadu kepada keluarganya.


"Ada apa sih Jen? aku lagi nyetir nih, nanti aja ya telponnya," ujar Yuda yang hendak menutup kembali telpon dari Jennifer, tapi Jennifer langsung berteriak.


"Yuda aku tidak mau tau, kalau sekarang kamu tidak datang ke villa milik keluargaku yang berada di daerah Lembang aku akan bu*nuh diri !" ancam Jennifer, sehingga mau tidak mau Yuda pun langsung berangkat ke Lembang.


"Apalagi sih maunya Jennifer sehingga dia mengancam mau bu*nuh diri segala," ujar Yuda yabg geram dengan kelakuan Jennifer.


Yuda akhirnya sampai di Villa Jennifer yang berada di Lembang, dan dia bergegas masuk ke dalam Vila karena Yuda tidak mau jika sampai Jennifer berbuat nekad, dan nanti Yuda yang akan disalahkan.


Hari ini kamu akan sepenuhnya menjadi milikku Yuda, dan kamu tidak akan pernah bisa lari lagi dariku, apalagi untuk mengejar si Anak Ha*ram itu, batin Jennifer dengan tersenyum licik.


"Jen kamu dimana?" teriak Yuda.


"Aku di sini Yuda," teriak Jennifer dari dalam kamar.


Yuda pun akhirnya menerobos masuk ke dalam kamar tempat Jennifer berada, namun betapa terkejutnya Yuda ketika melihat Jennifer yang sudah terlentang di atas ranjang tanpa mengenakan sehelai benang pun.


"Astagfirulloh Jen, apa-apaan kamu," ujar Yuda dengan membalikan badannya.


Namun ketika Yuda hendak melangkahkan kaki untuk keluar dari kamar Jennifer, ada seseorang yang menutup lalu mengunci pintu kamar tersebut dari luar.


"Apa maksud semua ini Jen?" tanya Yuda dengan masih memunggungi Jennifer.


"Aku menginginkanmu Yuda," ucap Jennifer dengan menggerayangi tubuh Yuda dari belakang.


"Jangan seperti ini Jen, kita belum muhrim, aku tidak mau kalau sampai kita melakukan hal yang melanggar hukum agama," ujar Yuda.

__ADS_1


"Kamu tidak usah munafik Yuda, aku tau apa yang sudah kamu lakukan terhadap Melati, kamu menjebaknya bukan, dan kamu membuat Melati seakan-akan sudah tidur denganmu !" teriak Jennifer.


"Darimana kamu tau semua itu?" tanya Yuda yang kini terlihat panik.


"Aku dengan mudah dapat mengetahui semuanya, jadi kamu jangan macam-macam jika tidak mau aku adukan kepada orangtuamu !" ancam Jennifer.


"Apa yang kamu mau dariku Jennifer?" tanya Yuda.


"Aku menginginkan sentuhan darimu Yuda," ujar Jennifer.


"Maaf Jen aku tidak dapat melakukannya karena kita belum resmi menikah," ujar Yuda.


"Kalau begitu kamu boleh memilih, kamu meminum Bir ini atau kamu menyentuhku," ujar Jennifer dengan memberikan segelas Bir dengan kadar alkohol yang tinggi kepada Yuda.


Aku lebih baik meminum bir ini saja kemudian pergi dari tempat ini, dari pada aku harus melakukan dosa besar karena sudah ber*zina dengan Jennifer, batin Yuda, lalu tanpa berpikir panjang Yuda pun meminum bir tersebut.


Beberapa saat kemudian ketika Yuda melangkahkan kaki untuk keluar dari kamar Jennifer, Yuda merasa kepanasan.


"Kamu itu sudah meminum Bir dengan kadar alkohol tinggi Yuda, apalagi kamu baru kali ini meminum bir jadi kamu pasti akan mabuk sayang, dan aku akan memilikimu seutuhnya," ujar Jennifer dengan menggerayangi tubuh Yuda yang sudah mati-matian menahan hasrat.


Secara perlahan Jennifer membuka semua pakaian Yuda, dan akhirnya secara tidak sadar Yuda melakukan hubungan terlarang dengan Jennifer, bahkan Yuda terus saja menyebut nama Melati ketika mereka berdua berhubungan.


Terus saja kamu sebut nama Melati, karena sebentar lagi kamu pasti akan menjadi milikku seutuhnya, dan Melati pasti akan membencimu Yuda, ucap Jennifer dalam hati dengan tertawa penuh kemenangan.


Yuda pun akhirnya tidur terlelap di samping Jennifer tanpa mengenakan sehelai benang pun.


......................


Di tempat lain Pak Bejo berusaha untuk membujuk Melati supaya mau ikut dengannya memasok sayuran ke Restoran Gilang, tapi Melati menolaknya.


"Tiara sebaiknya ikut Bapak ke Bandung ya, siapa tau Tiara nanti bisa mengingat semuanya," ujar Pak Bejo.


"Maaf Pak, untuk saat ini Tiara belum siap jika harus kembali bertemu dengan Gilang, atau siapa pun di masalalu Tiara, Tiara masih takut Pak," ujar Melati dengan berlinang airmata.

__ADS_1


"Baiklah kalau sepeti itu Bapak tidak akan memaksa Tiara lagi, tapi jika suatu saat Tiara sudah siap, Bapak akan selalu bersedia untuk mengantar Tiara kemana pun Tiara ingin pergi," ujar Pak Bejo dengan mengusap lembut punggung Tiara yang kini berada dalam pelukan Bu Retno.


Akhirnya Pak Bejo berangkat sendiri ke Bandung menuju Restoran Gilang untuk memasok sayuran pesanannya.


......................


Secara perlahan Yuda membuka mata dan terbangun dari tidurnya.


"Kenapa kepalaku sakit sekali," gumam Yuda dengan meringis memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Astagfirulloh, apa yang sudah aku lakukan, kenapa aku tidak memakai sehelai benang pun," teriak Yuda, sampai akhirnya Jennifer yang masih tidur di samping Yuda pun ikut terbangun karena mendengar teriakan Yuda.


"Kamu ternyata sudah bangun sayang, kenapa harus berteriak segala sih, aku kan masih ngantuk," ujar Jennifer.


"Apa yang sudah kita lakukan Jen? kenapa kita sama-sama tidak memakai sehelai benang pun?" tanya Yuda dengan Prustasi sehingga terus saja mengacak rambutnya.


"Kamu ternyata lupa sayang, kalau kamu sudah merenggut ke*sucianku, kamu lihat saja noda merah yang berada di sprei ini," tunjuk Jennifer.


"Bagaimana bisa aku melakukan semua itu denganmu? padahal aku tadi bermimpi jika aku melakukannya dengan Melati," ujar Yuda.


"Kamu tega sekali Yud, bisa-bisanya kamu berbicara seperti itu setelah melakukan semuanya kepadaku, aku tidak mau tau, sekarang juga kamu harus Nikahin aku !" ujar Jennifer.


"Tapi aku belum siap Jen," ujar Yuda.


"Apa kamu mau jika video me*sum kita aku sebarkan !" ancam Jennifer yang ternyata kegiatan panas mereka tadi sempat Jennifer rekam.


Yuda kini semakin prustasi dan bingung harus bagaimana.


Aku tidak mau kalau sampai video itu tersebar, tapi aku juga tidak mungkin Menikahi Jennifer karena aku sama sekali tidak mencintainya, kenapa aku harus terjebak oleh Jennifer sih, batin Yuda.


"Oke Jen aku pasti akan menikahimu dan bertanggung jawab dengan apa yang telah aku perbuat, meskipun aku tau ini semua adalah jebakanmu kan? tapi aku minta waktu 2 bulan untuk bisa menerima semuanya," ujar Yuda.


"Baiklah Yuda kalau kamu bersikeras memaksaku, tapi tidak lebih dari dua bulan, kalau tidak aku akan menyebarkan video me*sum kita, dan reputasi Papi mu pasti akan rusak kembali, seperti dulu saat kejadian yang menimpa Sinta !" ujar Jennifer, dan Yuda pun hanya diam meratapi kebodohannya.

__ADS_1


__ADS_2