Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
BAB 4 Apa Salah aku?


__ADS_3

Selama berada dalam kafe itu Mawar kembali terdiam, jujur dia sangat malu. entah apa kata orang tentangnya.


"Devi, jadwal kita latihan hari apa saja?" Mawar akhirnya berbicara pada Devi, karna Mawar memang belum tau juga jadwal mereka latihan.


"kau akan tau nanti, tanyakan saja pada paman." Mawar dan Rio yang mendengar jawaban dari Devi, mereka menatap dengan bingung. "Apa aku punya salah yahhh?, mengapa setiap aku ajak bicara Devi selalu terlihat sensi dan cuek?"


Mawar bingung dengan sekap Devi, dan begitu pula dengan Rio. Dia pun memikirkan hal yang sama. "Apa Mawar punya salah?" Rio memutuskan untuk bertanya pada Devi, sambil sedikit berbisik pada Devi.


Devi sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Rio, dia hanya memandang Rio dan tersenyum. Sama sekali tidak memandang Mawar.


"Aku permisi ke toilet sebentar"


itu kata Mawar,dan beranjak menuju toilet. Mawar bingung dengan sikap Devi pagi ini.


"Perasaan tadi waktu di rumah, Mawar menelfon hingga di mobil mereka masi babaik saja. mengapa Devi tiba-tiba seperti ini, apa aku melakukan kesalahan? tapi apa?"

__ADS_1


Mawar benar-benar bingung. setelah selesai, Mawar kembali ke tempat duduk mereka.


"Ayo pulang, aku sudah bosan di sini." kata Devi pada Rio dan Mawar, yang kebetulan baru duduk di kursinya.


" yahh sudah ayo Mawar. Biar belanjaannya aku yang bawa, kau tolong bawakan handphone ku saja."


Mawar sangat gugup kali ini. Rio mau membawakan barang-barang yang mawar beli tadi.


"Ehhh emm...biarkan aku saja yang bawa, lagian tidak berat kok." kali ini mawar menolak, karna tidak ingin merepotkan Rio.


Devi tau kalo Rio orang yang cuek dan dingin apa lagi pada anak-anak perempuan yang suka CAPER Keda dia.


Namum malah berbanding terbalik sekarang, Rio malah mau membantu Mawar, tanpa di minta. Hal ini membuat Devi berpikir kalau mawar ingin mencari perhatian pada Rio.


sekarang mereka sedang jalan menuju tempat parkir. Setelah sampai, Rio kemudian memasukan belanjaan pada jok mobil. kemudian membukakan pintu untuk Devi dan juga Mawar.

__ADS_1


Mawar sangat senang, pasalnya dia juga mendapat perlakuan yang sama dengan Devi. Setelah mereka semua telah masuk kedalam mobil, Rio mengatakan untuk lebih dulu mengantar Devi pulang, karna sepertinya Devi kelelahan, ingin cepat pulang.


"Devi, aku akan mengantar kamu pulang lebih dulu yahhh, setelah itu baru aku antar Mawar. Sepertinya kau terlihat kelelahan."


"Ehhh aku tidak masalah kok, lebih baik kita antar saja Mawar lebih dulu." Devi berkata seperti itu, karna sebenarnya dia belum ingin pulang. dia masih ingin berduaan dengan Rio.


"Ahhh lebih baik kami mengatarmu lebih dulu saja. Kan rumahmu lebih dekat dari sini, dari pada aku harus bolak balik mengantar kau lagi nantinya. Bagaimana?" Rio kembali memberi pengertian pada Devi, agar mau di antaranya lebih dulu.


"yahhh sudah kalo begitu." Devi kembali menjawab, kali ini dengan muka yang sudah cemberut dan pandangan yang di buang ke arah luar jendela.


Akhirnya Rio dan Mawar mengantarkan Devi pulang lebih dulu. Mawar tau saat ini, Devi tengah marah tapi entahlah, kemarahan itu ditujukan kepada siapa, kepada Rio atau dirinya. Selama perjalan, tidak ada diantara mereka yang bersuara.


sekarang mereka sudah sampai di depan rumah yang cukup besar, dengan cat berwarna krem dan pagar berwarna hitam.


Rio membukakan pintu untuk Devi, setelah keluar dari mobil, Devi mengucapkan terimakasih pada Rio. Lewat jendela mobil yang dibuka, Mawar mengucapkan trimakasih pada Devi , karna sudah mau menemani dirinya belanja, namun Devi hanya membalaskan dengan senyum yang dipaksakan, kemudian kembali menatap Rio.

__ADS_1


"Masukkan, aku akan mengantar mawar, setelah itu aku akan pulang." sambil bicara, Rio mengusap kepala Devi dengan manjanya.


__ADS_2