
Tidak terasa kini waktu sudah menunjukan jam sebelas malam, akhirnya Melati dan Gilang pun memutuskan untuk pulang ke Panti.
"Kenapa sih waktu sepertinya berjalan begitu cepat Kak," rengek Melati di perjalanan pulang menuju Panti.
"Iya sayang, tapi mau gimana lagi, kita juga tidak akan pernah bisa memutar waktu," ujar Gilang dengan mengelus lembut kepala Melati.
"Hari-hariku nanti pasti akan terasa sepi kembali tanpa kehadiran Kak Gilang," ujar Melati dengan cemberut.
Cup
Tiba-tiba Gilang mendaratkan sebuah kecupan di pipi Melati.
"Maaf ya Mel Kakak sudah lancang," ujar Gilang dengan tersenyum sehingga membuat Melati tersipu malu.
"Alhamdulillah akhirnya sampai juga, Kak Gilang mau pulang apa mau nginep di Panti?" tanya Melati.
"Kak Gilang nginep aja deh di Panti, lagian ini juga sudah malam, biar besok pagi-pagi Kak Gilang langsung berangkat ke Bandara, dan ketemu Asisten Kakak di sana saja untuk mengambil paspor sama keperluan lainnya," ujar Gilang.
"Ya sudah kalau begitu Melati masuk duluan ya Kak, ujar Melati dengan melangkahkan kaki menuju kamarnya. Tapi langkahnya kini terhenti ketika Gilang menahan pergelangan tangannya kemudian membawa Melati ke dalam pelukannya.
"Makasih ya sayang atas semuanya," ujar Gilang yang kini memeluk erat tubuh Melati.
Ekhem..ekhem.
Kini terdengar suara deheman Bu Mirna, sehingga Melati dan Gilang pun langsung melepaskan pelukannya.
"Awas jangan sampai kelepasan," ujar Bu Mirna yang kini dengan santainya melewati Gilang dan Melati, sehingga Melati dan Gilang pun merasa malu dan salah tingkah.
"Ya sudah Mel tidur duluan ya, Kak Gilang juga cepetan tidur," ujar Melati dengan bergegas lari ke dalam kamarnya lalu segera menutup pintunya.
Kenapa hatiku jadi deg-degan gini ya ketika berada di dekat Kak Gilang, apa mungkin sekarang aku sudah benar-benar jatuh Cinta, batin Melati dengan senyum-senyum sendiri.
Akhirnya Gilang juga pun memutuskan untuk tidur di kamar anak-anak lelaki.
Kakak sayang banget sama kamu Mel, bukan hanya sayang tetapi Cinta, batin Gilang, lalu kemudian memejamkan matanya.
__ADS_1
......................
Adzan Subuh kini terdengar berkumandang, setelah selesai melaksanakan kewajibannya Melati pun keluar dari kamar untuk memasak.dan ketika Melati membuka pintu kamarnya, dia sudah melihat Gilang duduk termenung di kursi ruang keluarga.
"Hayo Kak Gilang lagi ngelamunin apaan?" ujar melati yang kini sudah mengagetkan Gilang, sehingga Gilang pun merasa terkejut dan langsung menjawab pertanyaan Melati.
"Lagi ngelamunin Melati sang pujaan hati," ujar Gilang secara spontan, sehingga Melati terlihat malu.
"Pagi-pagi udah menggombal aja," ujar Melati.
"Kakak juga gombal cuma sama kamu sayang," ujar Gilang.
"Kamu mau kemana sayang?" tanya Gilang dengan menggenggam erat tangan Melati yang hendak melangkahkan kakinya ke dapur.
"Aku mau ke dapur dulu Kak bantuin nyiapin sarapan, Kakak mau aku buatin kopi apa teh?" tanya Melati.
"Gak usah repot-repot sayang, sebaiknya Melati sekarang siap-siap ya, Kak Gilang mau Melati nganterin Kak Gilang ke Bandara, nanti biar kita sarapan di jalan saja, Kak Gilang juga tadi sudah bilang sama Ibu, jadi Melati bisa langsung berangkat Sekolah sepulang nganterin Kakak dari Bandara," ujar Gilang.
Setelah Melati dan Gilang bersiap-siap, mereka berdua pun kini berangkat menuju Bandara setelah berpamitan kepada Bu Mirna. Ketika mereka melewati tukang bubur, mereka berdua pun memutuskan untuk sarapan bubur terlebih dahulu.
"Makannya pelan-pelan dong sayang, kayak anak kecil aja, sampai belepotan begini, Melati mau nambah lagi gak?" tanya Gilang.
"Enggak Kak, kan kita harus berhenti makan sebelum kenyang," ujar Melati dengan tersenyum. Dan ternyata gerak-gerik mereka daritadi diperhatikan oleh Yuda yang kini mengepalkan tangannya.
Aku akan segera mendapatkan kamu Melati, setelah kepergian Gilang kamu akan menjadi milikku, batin Yuda dengan tersenyum licik.
Yuda kini menjadi terobsesi terhadap Melati sehingga secara diam-diam dia selalu mengikuti Melati kemana pun Melati pergi.
Setelah selesai sarapan Gilang dan Melati pun kini melanjutkan perjalanannya menuju Bandara. Disana Asisten dan supir Gilang sudah nampak terlihat menunggu kedatangan Gilang dan Melati.
"Selamat pagi Tuan," ujar Asisten dan supir Gilang.
"Selamat pagi juga Pak Rudi, Pak Tono," jawab Gilang.
"Sekarang apa tugas kami Tuan?" tanya mereka.
__ADS_1
"Pak Rudi tolong bantu Melati menghandle semua pekerjaan di Restoran ya, biar nanti di perusahaan saya menyuruh Asisten yang lain saja, dan untuk Pak Tono saya harap Bapak bisa menjaga dan mengantarkan calon Istri saya kemana pun dia pergi," ujar Gilang mencoba menjelaskan tugas yang harus dilakukan oleh Pak Rudi dan Pak Tono.
"Baik Tuan, kami akan melaksanakan semuanya dengan baik," ujar Pak Rudi dan Pak Tono.
"Sayang, Kak Gilang berangkat dulu ya," ujar Gilang dengan mengecup kening Melati. Dan dengan berat hati Gilang pun melangkahkan kaki menuju Pesawat dengan berjalan mundur sambil terus melambaikan tangannya menjauh dari Melati.
Selamat jalan Kak Gilang, Melati pasti akan sangat merindukan Kak Gilang, do'a Melati akan selalu menyertai Kak Gilang, ucap Melati dalam hati dengan meneteskan airmata.
Setelah Gilang tidak terlihat lagi dari pandangannya, Melati pun memutuskan berangkat ke Sekolah di antar oleh Pak Tono, sedangkan Pak Rudi berangkat menuju Restoran untuk menghandle semua pekerjaan Melati.
Beberapa saat kemudian Melati pun sampai di Sekolahnya.
Yuda yang melihat Melati turun dari mobil pun bergegas menghampiri Melati lalu menarik tubuh Melati menuju belakang Sekolah.
"Yuda kamu apa-apaan sih, lepasin gak !" teriak Melati.
"Selamanya aku tidak akan pernah melepaskan kamu Mel, kamu hanya milik aku !" ujar Yuda yang kini mendorong tubuh Melati ke tembok.
Melati pun dengan cepat menginjak kaki Yuda, lalu kemudian dia berlari menuju kelas sehingga membuat Yuda geram.
"Melati awas kamu, aku pasti akan mendapatkan cintamu kembali !" teriak Yuda, dan ternyata Jennifer melihat semua yang dilakukan oleh Yuda kepada Melati sehingga dia kini menjadi geram, lalu langsung menghampiri Yuda.
Cup..cup
Dua kecupan kini berhasil mendarat di pipi dan bibir Yuda, sehingga membuat Yuda membulatkan matanya.
"Jennifer apa-apaan kamu !" teriak Yuda.
"Kamu jangan munafik Yuda, tadi aku melihat sendiri apa yang akan kamu lakukan kepada Melati, kamu pasti akan melakukan hal itu juga kan? aku gak rela jika Melati yang mendapatkan ciuman pertama kamu," ujar Jennifer yang kini mendorong tubuh Yuda sampai mentok di tembok.
"Ingat Yuda, kamu hanya milikku, dan selamanya akan selalu menjadi milikku !" ujar Jennifer.
"Kamu jangan gila Jen, apa yang mau kamu lakukan?" tanya Yuda. Tapi bibir Yuda kini langsung dibungkam oleh bibir Jennifer.
"Itu hukuman buat kamu Yuda karena kamu sudah bermain-main di belakangku," ujar Jennifer lalu kemudian pergi meninggalkan Yuda yang masih terdiam mematung.
__ADS_1