
Kedua orang tua Sinta kini merasa geram karena ternyata Pria yang sudah tidur dengan anaknya bukanlah Dirga melainkan OB di Hotel tersebut.
"Berani-beraninya kamu menghancurkan masa depan Putriku," ujar Bagas dengan membabi Buta memukuli OB tersebut yang masih belum mengenakan sehelai benang pun.
Bagas tidak menyadari jika dia masih melakukan siaran langsung memakai handphone yang saat ini masih di pegang oleh Istrinya.
"Tapi Putri Bapak yang sudah menggoda saya terlebih dahulu, dan kami melakukannya atas dasar suka sama suka," ujar OB tersebut.
"Sinta mau melakukannya karena dia pikir kalau kamu itu Dirgantara, pengusaha muda yang sekarang lagi naik daun," ujar Bagas dengan masih memukuli OB tersebut.
"Jadi Bapak sendiri yang sudah mengumpankan anak Bapak supaya menggoda pengusaha kaya? dan kalian mencoba untuk menjebaknya? pantas saja saya merasa kepanasan setelah meminum segelas jus yang di bawahnya ada tulisan yang mengatakan jika ada yang menunggu di kamar 101, kalian pasti sudah mencampurkan obat perangsang pada minumannya," ujar OB tersebut tanpa melakukan perlawanan meskipun dia sudah babak belur.
"Jadi ternyata kamu yang sudah meminumnya?" tanya Ratna.
"Maaf Bu saya sudah lancang meminum Jus tersebut, karena saya pikir tidak ada yang punya, tapi saya berjanji akan bertanggung jawab kepada Putri Ibu atas perbuatan saya yang tidak disengaja" ujar OB tersebut dengan menunduk.
"Kamu pikir kamu itu siapa? ngaca dong kamu itu hanya seorang OB, mana pantas kamu masuk keluarga Pejabat seperti kami !" ujar Ratna yang kini menampar wajah OB tersebut.
Yuda kini bergegas untuk menghampiri kedua orangtuanya ke kamar Sinta karena dia sempat menonton siaran langsung yang dilakukan oleh Ratna, dan dia berniat untuk menghentikan kekonyolan kedua orangtuanya tersebut.
Ketika masuk kedalam kamar Sinta, Yuda langsung menghampiri Maminya, lalu merebut handphone yang sedang Maminya pegang.
"Yuda kok gak sopan sih main rebut handphone Mami segala !" ujar Ratna.
"Mami sadar gak kalau kalian barusan sudah melakukan siaran langsung?" ujar Yuda mencoba untuk mengingatkan orangtuanya, sehingga wajah Ratna dan Bagas kini terlihat memucat.
"Bagaimana ini Yud, reputasi Papi bisa hancur," ujar Bagas.
"Yuda gak tau, meskipun kita hapus juga sudah banyak orang yang menonton serta menyebarkan videonya," ujar Yuda.
"Semua ini gara-gara ide gila Mami !" ujar Papi Yuda.
__ADS_1
"Kok jadi Mami yang disalahin sih kan kita juga merencanakan penjebakan terhadap Tuan Dirga itu berdua Pi," ujar Ratna yang tidak mau kalah.
"Sudah Mi, Pi, hentikan ! ini bukan waktunya untuk berdebat, sekarang coba Mami dan Papi lihat keadaan Sinta yang pingsan gara-gara ulah kalian," tunjuk Yuda, sehingga Ratna dan Bagas kini menghampiri Sinta yang masih berada di bawah selimut dan polos tanpa sehelai benang pun.
"Sinta sayang bangun Nak," ujar Ratna dengan menggoyang-goyangkan tubuh Sinta.
""Mas sekarang pakai bajunya," ujar Yuda memberikan baju kepada OB yang kini sudah babak belur dihajar oleh Papinya.
"Makasih mas Yuda, saya minta maaf dengan perbuatan saya yang sudah menodai adik Anda, saya benar-benar tidak sengaja," ujar OB tersebut yang kini terlihat prustasi.
"Sudahlah mas ini semua merupakan sebuah kecelakaan," ujar Yuda.
"Yuda biarkan saja lelaki sam*pah itu, sekarang cepat telpon Dokter untuk memeriksa kondisi Adikmu !" teriak bagas.
"Yuda pun kini menelpon Dokter yang bertugas di Hotel tersebut, dan tidak memerlukan waktu yang lama Dokter pun sudah terlihat datang.
"Maaf saya sekarang mau memeriksa kondisi pasien, saya berharap semuanya keluar dari ruangan ini terlebih dahulu," ujar Dokter.
"Bagaimana Dok kondisi Putri saya?" tanya Ratna.
"Non Sinta tidak apa-apa Bu, dia hanya kecapean saja, dan mungkin sedikit syok," ujar Dokter.
"Tapi semalam dia sudah melakukan hubungan in*tim dengan lelaki be*jat ini," ucap Ratna dengan menunjuk OB yang semalam telah tidur dengan Sinta.
"Tapi saya tidak menemukan luka yang serius pada tubuh Putri Ibu, karena sepertinya mereka melakukannya tanpa ada unsur paksaan, justru saya sekarang mengkhawatirkan kondisi mas nya yang terlihat babak belur," ujar Dokter..
"Sebaiknya mas sekarang ke ruangan saya biar bisa saya obati," ujar Dokter kepada Hilman ( nama OB tersebut )
"Pak, semuanya saya permisi dulu, dan saya pasti akan bertanggung jawab atas perbuatan saya terhadap Sinta," ujar Hilman.
"Aku tidak butuh pertanggungjawaban dari lelaki miskin sepertimu !" teriak Sinta.
__ADS_1
"Sudah mas sebaiknya mas ikut Dokter dulu untuk di obati, biar kita bicarakan lagi semua masalah ini nanti," ujar Yuda.
Hilman pun akhirnya mengikuti Dokter yang akan mengobati lukanya.
Setelah Dokter dan Hilman keluar, kini keluarga Yuda kembali berdebat.
"Semua ini gara-gara Mami, kenapa Mami bisa sampai punya rencana untuk menjebak Tuan Dirga," ujar Sinta.
"Itu juga bukan hanya ide Mami, tapi ide Papi juga," ujar Ratna yang tidak terima karena telah disalahkan oleh Sinta.
"Tapi Mami kan yang mempunyai ide untuk mencampurkan obat perangsang kedalam minuman Tuan Dirga?" ujar Bagas.
"Kamu juga Sinta kenapa bodoh sekali, kenapa kamu tidak bisa membedakan Dirga dan OB," ujar Ratna.
"Semalam aku malu Mi untuk menggoda Tuan Dirga, makanya aku mematikan lampunya, jadi aku tidak melihat wajah lelaki yang masuk ke kamar ini, sehingga aku langsung saja menggodanya," ujar Sinta yang kini terlihat sangat menyesali perbuatannya.
"Sudahlah kalian tidak usah berdebat lagi, nasi sekarang sudah menjadi bubur, yang penting sekarang kita harus memikirkan jalan keluarnya, karena Yuda yakin video yang Mami tadi unggah pasti sekarang sudah viral," ujar Yuda.
"Tapi aku tidak mau Menikah dengan lelaki miskin Kak," ujar Sinta.
"Tapi bagaimana kalau nanti kamu sampai hamil Sinta? lagian aku tidak habis pikir kenapa kalian semua sampai menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan harta yang lebih banyak, apa harta yang kita miliki masih kurang Pi?" tanya Yuda.
"Kamu jangan munafik Yuda, sekarang semuanya harus dibeli memakai uang !" ujar Bagas
"Iya Pi, Yuda juga tau, tapi Papi tidak perlu mengorbankan Anak sendiri kan?" ucap Yuda sehingga dia langsung mendapatkan tamparan dari Bagas.
PLAK
"Tutup mulut kamu Yuda, Papi ngelakuin semua ini untuk kalian semua," ujar Bagas.
"Pi harta yang kita punya itu sudah lebih dari cukup, dan harusnya kita bersyukur karena diluar sana masih banyak orang yang hidupnya serba kekurangan, bahkan tidak sedikit yang tidur di bawah kolong jembatan," ujar Yuda mencoba untuk mengingatkan orangtuanya.
__ADS_1
"Jangan kamu berani-beraninya menceramahi kami Yuda, otak kamu pasti sudah di cuci sama anak Panti yang gak jelas asal usulnya itu !" teriak Ratna. sehingga Yuda pun akhirnya diam tanpa berkata apapun lagi.