Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
Bab 35 ( Rencana Pernikahan Melati dan Gilang )


__ADS_3

Bu Mirna kini menghampiri Melati dan Gilang setelah satu jam beliau menangis, akhirnya beban di hatinya terasa berkurang.


"Nak Gilang, Melati, maafin Ibu ya, kalian berdua pasti khawatir melihat keadaan Ibu yang daritadi tidak dapat berhenti menangis," ujar Bu Mirna.


"Tidak apa-apa Bu, kami sangat mengerti yang Ibu rasakan saat ini, karena tidak mudah menerima sebuah pengkhianatan apalagi dari keluarga sendiri," ujar Gilang.


"Iya Bu, lebih baik Ibu ambil hikmahnya dari semua kejadian ini ya, karena jika Ibu dulu tidak membuka Panti Asuhan, mungkin Ibu tidak akan bertemu dengan Melati dan Kak Gilang," ujar Melati yang kemudian memeluk tubuh Bu Mirna.


"Iya sayang, Ibu merasa beruntung karena bisa bertemu dengan Melati dan Gilang yang sudah memberikan cahaya dalam kehidupan Ibu yang kelam," ujar Bu Mirna.


"Oh iya, Ibu dengar tadi kalian berkata kalau akan segera Menikah, apa benar?" tanya Bu Mirna.


"Iya Bu, insyaallah Gilang akan langsung Menikahi Melati setelah Melati keluar dari Rumah Sakit, karena Gilang gak mau kalau sampai harus berpisah kembali dengan Melati," ujar Gilang dengan mengelus lembut kepala Melati.


"Alhamdulillah, semoga tidak ada lagi halangan ya, Ibu hanya bisa berdo'a untuk kebahagiaan kalian berdua sayang," ujar Bu Mirna.


"Terus rencananya kalian akan Menikah dimana?" tanya Bu Mirna.


"Melati sih pengen banget kalau nanti kita mengadakan acara di Panti Asuhan saja Bu, gak apa-apa kan Kak kalau kita ngadain acaranya secara sederhana?" tanya Melati.


"Gak apa-apa sayang, yang penting kamu bahagia, Kakak ikut saja kemauan Melati," ujar Gilang.


"Terimakasih ya Kak," ujar Melati yang kemudian memeluk tubuh Gilang dengan erat.


"Ekhem, ingat belum muhrim, Melati ikut-ikutan kelepasan juga kayak Gilang ya," sindir Bu Mirna.


"Eh iya Bu maaf," ujar Melati yang merasa malu terhadap kelakuannya sendiri sehingga dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sabar ya sayang, sebentar lagi kita juga bakalan jadi muhrim," goda Gilang sehingga membuat Melati tersipu malu.

__ADS_1


......................


Di tempat lain Yuda kini pulang ke rumahnya dengan uring-uringan, sebab Yuda masih menyesal karena telah masuk kedalam Jebakan Jennifer.


"Sayang kamu kenapa, kok wajah kamu kelihatan pucat?" tanya Mami Ratna.


"Yuda tidak kenapa-napa Mi, Yuda hanya butuh istirahat," ujar Yuda yang langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Aaaaaaaa sial, kenapa aku harus melakukan semua itu dengan Jennifer? padahal aku hanya mencintai Melati," ujar Yuda yang kini membanting semua barang yang ada di kamarnya untuk meluapkan emosi yang sudah tidak dapat ia bendung lagi.


Dari luar Mami Ratna mendengar teriakan Yuda, tapi dia tidak berani menghampirinya karena takut jika Yuda akan semakin marah.


"Mami sedang apa di depan kamar Yuda?" tanya Papi Bagas yang baru pulang bekerja.


"Yuda datang-datang terlihat kusut sekali Pi, eh pas masuk kamar, dia malah teriak-teriak sambil melemparkan barang-barang," ujar Mami Ratna.


"Ya sudah Papi akan masuk melihat keadaan Yuda, mungkin dia sedang mempunyai masalah," ujar Bagas yang kini masuk ke dalam kamar Yuda.


"Yuda menyesal Pi," ujar Yuda yang kini menjatuhkan tubuhnya di samping ranjang, kemudian dia terlihat menangis.


"Apa yang sudah membuat Yuda menyesal? Yuda bisa ceritakan semuanya sama Papi," ujar Papi Bagas yang ikut duduk di samping Yuda, lalu merangkul tubuhnya.


"Mungkin Yuda kena karma karena dulu pada saat acara pesta perpisahan Sekolah Yuda sudah menjebak Melati," ujar Yuda dengan menghembuskan nafas kasar.


"Apa yang sudah kamu lakukan terhadap Melati? apa kamu sudah merenggut kehormatannya?" tanya Bagas.


"Yuda sudah memberikan obat tidur ke dalam minuman Melati Pi, dan pada saat Melati sudah tertidur Yuda berniat untuk menodainya, tapi Yuda tidak sengaja melihat topeng milik gadis kecil bertopeng yang dulu pernah menyelamatkan nyawa Yuda berada dalam tas Melati, sehingga akhirnya Yuda mengurungkan niat untuk menodai Melati, dan Yuda hanya memberikan beberapa kissmark pada tubuh Melati dan meneteskan obat merah di sprei supaya pada saat bangun Melati mengira jika Yuda telah menodainya, dan Yuda bisa menikahi Melati," cerita Yuda.


"Lalu dimana Melati saat ini? kamu bilang Melati hilang kan?" tanya Bagas.

__ADS_1


"Setelah kejadian itu Melati depresi Pi, karena tadinya Melati dan Gilang sudah berencana untuk Menikah, tapi sekarang Melati hilang ingatan dan dia berada di Yogyakarta," jawab Yuda.


"Lalu apa yang sudah terjadi kepada kamu sehingga kamu marah-marah?" tanya Papi Bagas.


"Yuda sudah dijebak oleh Jennifer Pi, pada saat Yuda pulang dari Yogya Jennifer terus menelpon, dan dia berkata kalau Yuda tidak menemuinya di Vila yang berada di lembang maka Jennifer akan bunuh diri, Yuda terkejut karena pada saat Yuda masuk ke dalam Vila tersebut Jennifer sudah tidak menggunakan sehelai benang pun, dan pada saat Yuda memutuskan untuk keluar ada orang yang mengunci kamar kami," ujar Yuda.


"Apa kamu sudah tergoda dengan tubuh Jennifer sehingga kalian melakukannya?" tanya Bagas.


"Tidak Pi, Yuda diberikan pilihan oleh Jennifer, jika Yuda tidak mau menyentuhnya, maka Yuda harus meminum segelas bir," ujar Yuda.


"Kamu pasti lebih meminum segelas bir kan, dan kamu secara tidak sadar sudah melakukan hubungan terlarang dengan Jennifer?" tebak Papi Bagas.


"Iya Pi, Yuda melakukan semuanya secara tidak sadar, dan Yuda pikir kalau Yuda melakukannya dengan Melati, Yuda sangat menyesal Pi. Jennifer jg mengancam Yuda karena kalau Yuda tidak segera menikahinya maka Jennifer akan menyebarkan video me*sum kami, dan Yuda tidak mau kalau reputasi Papi kembali hancur seperti kejadian Sinta dulu," ujar Yuda.


"Benar-benar licik sekali Jennifer, sama liciknya dengan Papi nya, kamu harus menghapus video tersebut Yud, kamu juga harus menikahi Melati perempuan yang kamu cintai" ujar Papi Bagas.


"Jadi Papi akan mendukung Yuda dengan Melati?" tanya Yuda.


"Tentu saja Nak, karena Papi tau rasanya hidup dengan perempuan yang tidak kita cintai," jawab Bagas.


Seandainya dulu Papi tidak menikahi Mami kamu, pasti perempuan yang Papi cintai tidak akan meninggalkan Papi, dan kami pasti sudah hidup bahagia, dimana kamu Shintya? aku sangat merindukanmu, batin Papi Bagas.


"Apa maksud Papi? apa selama ini Papi tidak mencintai Mami?" tanya Yuda.


"Bukan begitu Nak, sudahlah lupakan saja perkataan Papi barusan, yang pasti Papi akan mendukung kamu untuk bersatu dengan Melati," ujar Papi Bagas.


"Tapi bagaimana dengan Mami? karena Yuda yakin Mami tidak akan merestui Yuda menikah dengan Melati Pi," ujar Yuda.


"Kamu tenang saja, biar nanti Papi jelaskan semuanya kepada Mami, dan Mami juga pasti akan mendukung Yuda," ujar Papi Bagas dengan mengelus lembut bahu Yuda.

__ADS_1


"Makasih ya Pi, sekarang Yuda merasa lebih tenang," ujar Yuda dengan memeluk Papi Bagas.


"Iya sayang, sebaiknya sekarang Yuda istirahat dan jangan terlalu bnyak pikiran," ujar Bagas dengan berlalu dari kamar Yuda.


__ADS_2