Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
BAB 2 Bertanya-tanya


__ADS_3

"Mawar ayo bangun, jangan tidur terus ini sudah siang. Anak gadis tidak boleh malas-malasan." yahh... itulah Oma Ririn, ibu dari Bundaku Maria. Oma memang selalu cerewet di pagi hari, apalagi jika membangunkan aku. Karna aku yang memang seperti kebo kalo tidur.


Aku bangun dan beranjak dari tempat tidurku, berjalan menuju tirai besar di kamarku yang masih tertutup. Dengan sekali hentakan tanganku tirai gorden sudah bergeser, dan betapa silaunya sinar matahari di mataku. "Pantas saja... Oma menggedor pintu kamarku sambil mengomel. Sudah jam berapa in?" aku berbalik dan melihat jam di dinding. "Waduh sudah jam 08.30 mati aku, pasti sudah di tinggal paman."


semalam setelah pulang latihan, kata paman hari ini ingin menemani aku belanja perlengkapan latihan untuk aku. Tapi kalau bangun saja sudah jam segini, sudah dapat aku pastikan paman sudah berangkat kerja. aku berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah 15 menit mandi dan berganti pakaian, aku keluar menuju meja makan untuk sarapan. Di sana sudah tidak ada siapapun, hanya tinggal mbok Narti yang sedang membersikan cucian piring di wastafel dapur. " Mbok Narti, Bunda dan Oma pergi ke bandara yahhh?" tanya ku pada Mbok Narti, karna hari ini Kakek ku palang dari Kalimantan. "Ia non. Den Reno juga nitip pesan, katanya kalo non Mawar bangun dan selesai sarapan, di suruh siap-siap. katanya mau di jemput Non Devi, pergi belanja bersama." Aku sebenarnya bingung dengan perkataan Mbok Narti, tapi mengangguk tanda mengerti.

__ADS_1


aku pun duduk di meja makan, menikmati sarapanku sambil menelfon Devi. " Hallo Devi, kata Mbok Narti kita akan belanja bersama pagi ini. Apa benar?". Kataku padanya setelah telfon tersambung. " Ia, tadi paman Reno meminta aku menemanimu, karna katanya paman ada rapat penting hari ini. Jadi kau belanja bersama aku dan Rio, dia akan menemani kita berdua dan menjadi supir untuk kita. Sudah dulu yahhh, aku harus bersiap dan dandan yang cantik. kau juga harus dandan kau tau kan yang mengantar kita Rio si tampan, jangan terlihat kampungan dan memalukan didepan dia. Setengah jam lagi kami akan menjemput mu dahhhh ummcahh. Tut.. Tut... Devi mematikan telfonnya.


Aku diam saja mendengar semua yang dikatakan remaja cerewet itu, jujur banyak pertanyaan dalam kepalaku sekarang. mengapa harus Rio yang mengantar kami? ada hubungan apa Rio dan Devi sebenarnya? apa mereka teman biasa atau mereka pacaran? Aku melanjutkan sarapanku dengan bertanya-tanya pada diri sendiri.


setelah sarapan aku bergegas menuju kamarku, karna harus bersiap dan dandan. seperti yang sudah Devi bilang, aku tidak ingin terlihat memalukan jalan bersama dengan mereka. bisa-bisa aku di anggap pembantu kalau tidak sedikit berdandan, pasalnya sepupu ku Devi dan Rio memang bukan remaja yang terlihat biasa saja kalo bersama , mereka pasti akan terlihat menawan apalagi dengan paras mereka yang cantik dan tampan. sudah dapat dipastikan berbeda jauh dari aku yang culun ini.

__ADS_1


Ting..Nung... (anggap saja begitulah bunyi bel rumah🤭)


ternyata Devi dan Rio sudah sampai di depan rumahku. Devi yang membunyikan bel dan Rio menunggu di dalam mobilnya. aku membukakan pintu untuknya dan menyapanya, Devi bilang kalau Rio sudah menunggu di mobil jadi langsung berangkat saja. Aku pun berpamitan pada Mbok Narti dan berangkat.


Devi duduk di depan bersama Rio, sedangkan aku duduk di bangku belakang pengemudi. selama perjalanan Rio dan Devi terus bicara bersama, mereka membicarakan banyak hal, mulai dari kegiatan selama liburan semester ini, bagaimana tidurnya semalam, hingga bagaimana persiapan Rio dalam mengikuti pertandingan yang akan diadakan 1 bulan lagi.

__ADS_1


memang sekarang kami sedang liburan semester, makannya kami bisa bebas berbelanja di hari Senin. selama perjalan aku hanya diam saja mendengar mereka berbincang, dan masi dengan banyak lagi pertanyaan dalam kepalaku. Namun dari perbincangan ini bisa aku simpulkan bahwa mereka sudah lumayan akrap karna Devi tidak terlihat canggung ketika berbicara dengan Rio.


__ADS_2