Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
Bab 28 ( Petunjuk Anak Bu Shintya )


__ADS_3

Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, akhirnya Gilang pun sampai di Bandung. Gilang memutuskan untuk pulang ke Panti Asuhan terlebih dahulu karena dia ingin menyampaikan informasi tentang keberadaan Melati.


"Assalamu'alaikum Bu," ucap Gilang begitu sampai di Panti.


"Wa'alaikumsalam Nak Gilang, Bagaimana pencariannya Nak, apa ada kabar tentang keberadaan Melati?" tanya Bu Mirna.


"Alhamdulillah Bu, Melati sekarang berada di daerah Yogyakarta," ujar Gilang.


"Terus sekarang Melati nya mana? kenapa gak ikut pulang sama Nak Gilang?" tanya Bu Mirna.


"Melati saat ini hilang ingatan Bu, karena dia sempat tertabrak mobil," jawab Gilang.


"Astagfirulloh, terus Melati sekarang tinggal dimana Nak, dia baik-baik saja kan?" tanya Bu Mirna.


"Alhamdulillah Melati baik-baik saja, dan sekarang Melati tinggal di rumah orang yang tidak sengaja menabraknya, mereka juga sangat menyayangi Melati karena sudah 20 tahun mereka Menikah namun tidak dikaruniai keturunan juga," jelas Gilang.


"Alhamdulillah kalau begitu, sekarang Ibu lega mendengarnya."


"Tapi Bu sekarang masalahnya Yuda juga berada di sana, dan dia mengaku sebagai calon Suami Melati," ujar Gilang.


"Kenapa bisa seperti itu Nak Gilang?"


"Sepertinya Yuda masih tidak menerima kenyataan jika Melati memilih Gilang untuk menjadi pendamping hidupnya."


"Kamu yang sabar ya sayang, Ibu yakin suatu saat nanti Melati akan mengingat semuanya."


"Iya Bu, mudah-mudahan saja karena Gilang sudah mengajak kerjasama kepada orangtua angkat Melati untuk memasok sayuran ke Restoran, nanti Gilang akan mencoba meminta tolong sama Pak Bejo supaya mau membujuk Melati untuk ikut ke sini, siapa tau dengan bertemu Ibu, Melati akan mengingat semuanya," ujar Gilang.


"Iya mudah-mudahan saja ya Nak, Ibu pasti akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk Melati dan Gilang," ujar Bu Mirna dengan mengelus lembut bahu Gilang.


Beberapa saat kemudian Gilang mendapatkan telpon dari Bu Shintya.


📞"Assalamu'alaikum Bu," ucap Gilang.


📞"Wa'alaikumsalam Nak, gimana kabarnya sayang? apa sudah ada perkembangan mengenai keberadaan Melati?" tanya Bu Shintya.

__ADS_1


📞"Sudah Bu, Melati sudah ditemukan, tapi dia hilang ingatan," jawab Gilang.


📞"Kamu yang sabar ya sayang, Ibu yakin suatu hari nanti Melati pasti akan mengingat semuanya dan akan kembali lagi kepada Gilang," ujar Bu Shintya.


📞"Iya Amin Bu, terimakasih do'anya."


📞"Gilang bisa bantu Ibu gak untuk mencari Adik Gilang di Panti Asuhan Kasih Bunda yang berada di daerah Bandung?" tanya Bu Shintya.


📞"Jadi Anak kandung Ibu dibuang di Panti Asuhan Kasih Bunda juga?" tanya Gilang.


📞"Iya Nak, anak buah Ibu sudah menangkap orang yang sudah membuang anak kandung Ibu, dan ternyata dia disuruh oleh Ratna, Istri dari mantan Suami Ibu dulu," cerita Bu Shintya.


📞"Apa jangan-jangan Anak Ibu dibuang di Panti Asuhan yang sama dengan Gilang? karena nama Panti Asuhan ini Kasih Bunda juga, tapi Gilang akan menyelidikinya terlebih dahulu" ujar Gilang.


📞"Makasih ya Nak, Ibu tunggu informasinya," ujar Bu Shintya, kemudian menutup teleponnya setelah mengucapkan Salam.


"Ada apa Nak Gilang?" tanya Bu Mirna.


"Barusan Ibu Shintya telpon, katanya Anak


"Setau Ibu sih hanya satu, yaitu Panti Asuhan ini," jawab Bu Mirna.


"Apa ada tanda khusus untuk menjadi petunjuk mengenai Anak Bu Shintya? coba nanti Nak Gilang tanyakan kepada Bu Shintya tanggal lahir bayinya yang hilang," ujar Bu Mirna yang dijawab anggukan kepala oleh Gilang.


"Gilang pun akhirnya mencari informasi di google mengenai nama Panti Asuhan Kasih Bunda yang berada di daerah Bandung, dan hasilnya hanya ada satu yaitu Panti Asuhan tempat Gilang dan Melati dibesarkan.


Gilang pun akhirnya mengirimkan pesan kepada Bu Shintya menanyakan petunjuk khusus mengenai Anak kandung Bu Shintya serta tanggal lahirnya.


Beberapa saat kemudian Bu Shintya membalas pesan Gilang.


"Anak Ibu lahir pada tanggal 1 Januari tahun 2003, dan dulu Ibu pernah memakaikan dia kalung berbentuk hati yang bertuliskan nama Melati," isi pesan yang dikirim oleh Bu Shintya.


Deg


Apa mungkin Melati yang di maksud oleh Bu Shintya adalah Melati calon Istriku, karena mereka lahir pada tanggal, bulan dan tahun yang sama, ucap Gilang dalam hati.

__ADS_1


"Bagaimana Nak Gilang, apa Bu Shintya sudah memberikan petunjuk tentang bayinya?" tanya Bu Mirna.


"Bu Shintya bilang kalau bayinya lahir pada tanggal 1 Januari tahun 2003 dan bayi tersebut memakai kalung dengan liontin berbentuk hati dan bertuliskan nama Melati," jawab Gilang.


"Astagfirulloh, jadi selama ini Melati adalah anak kandung Bu Shintya," ujar Bu Mirna dengan menutup mulutnya dan membulatkan matanya seakan tidak percaya dengan kebenaran tentang Melati.


"Kenapa Ibu bisa berpikir seperti itu?" tanya Gilang.


"Karena Melati lahir pada tanggal dan tahun tersebut, dan dia mempunyai kalung yang sama dengan ciri-ciri yang Nak Gilang sebutkan tadi, tunggu sebentar Ibu akan mengambil kalung tersebut di kamar Melati," ujar Bu Mirna.


Setelah Bu Mirna mengambil kalung yang selalu disimpan oleh Melati, Bu Mirna pun menunjukan kalung tersebut kepada Gilang.


"Ini Nak kalungnya, coba Nak Gilang foto lalu kirimkan fotonya kepada Bu Shintya," ujar Bu Mirna.


Gilang pun memfoto kalung tersebut, tapi dia tidak langsung mengirimkannya kepada Bu Shintya.


"Kenapa Nak Gilang tidak langsung mengirimkannya?" tanya Bu Mirna.


"Kita harus menyelidikinya terlebih dahulu Bu, kalau perlu kita harus melakukan tes DNA terlebih dahulu kepada Melati dan Bu Shintya, karena Gilang takut Bu Shintya kecewa jika kenyataannya tidak seperti yang kita harapkan," ujar Gilang.


"Iya Nak kamu benar, jika semuanya sudah terbukti baru kita menceritakan kenyataan yang sebenarnya kepada Bu Shintya atau pun Melati, karena saat ini Melati juga masih hilang ingatan," ujar Bu Mirna.


......................


Di tempat lain Yuda masih saja berusaha untuk mendekati Melati.


"Tiara sayang, aku gak bakalan pergi sampai kamu mau bertemu denganku," ujar Yuda, sehingga Melati pun terpaksa keluar untuk menghampiri Yuda .


"Yud aku kan sudah bilang kalau aku butuh waktu untuk berpikir, sebaiknya kamu pergi dulu dari sini," ujar Melati.


"Mel aku sangat mencintai kamu, kamu mau ya Nikah sama aku," ujar Yuda dengan memohon kepada Melati.


"Maaf Yud aku tidak dapat melakukannya sampai ingatanku kembali, karena aku masih bingung dengan semua ini, aku memakai kalung dengan foto kita di dalamnya, tapi di sisi lain aku juga memakai cincin di jari manisku yang bertuliskan nama Gilang, aku mohon pengertiannya Yud," jawab Melati.


Aku gak rela kalau sampai Melati mengingat semuanya bisa-bisa nanti dia marah padaku kemudian menjauhiku, batin Yuda.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang aku akan pulang ke Bandung, aku akan selalu mencintaimu Melati," ujar Yuda lalu kemudian pergi dengan pikiran yang kacau.


__ADS_2