Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
BAB 8


__ADS_3

Kini semua orang sedang duduk di meja makan, dan menikmati makanan mereka.


" Kakek dengar, paman Reno mengajakmu latihan Taekwondo juga. Apa kesan latihan hari pertama? "


" aku belum diperbolehkan latihan kakek, kan aku blm punya seragamnya. Makannya tdi aku ditemani Devi, dan Rio belanja, karna paman tidak bisa menemaniku belanja. "


kakek hanya mengangguk kan kepala tanda mengerti apa yang di maksud Mawar. Tapi berbeda halnya dengan Reno.


" Devi mengajak Rio, menemani mu belanja? " tanya Reno.


" ia paman Reno ku yang tampan. tadi kan sudah kukatakan. " jawab Mawar dengan sedikit memuji pamanya.


"Trimakasih, aku memang tampan. Tapi kau tadi tidak dekat-dekat dengan Rio kan?" tanya Reno lagi.


" Maksud paman apa? " bukanya menjawab pertanyaan pamannya, malah Mawar yang balik bertanya.


" Maksud paman, apa Devi tidak cemburu?" jawab Reno.


" uhukk...uhuk...." Mawar sampai terbatuk mendengar pertanyaan Reno, dia kaget dan benar-benar bingung dengan maksud paman nya sekarang, dia benar-benar tidak mengerti.


melihat Mawar terbatuk, bunda memberi minum pada anaknya, dan menatap Reno. mereka semua dilanda kebingungan dengan kata-kata Reno.


" Devi dan Rio itu sepasang kekasih."

__ADS_1


Reno menjeda sedikit perkataanya sebelum di lanjutkan, dia ingin melihat ekspresi Mawar, belum kembali melanjutkan perkataannya.


" Devi juga, sedikit lebih posesif pada Rio dan melarang Rio dekat dengan gadis lain. makannya Paman heran saja, jika dia mengajak Rio menemanimu belanja. "


Sebenarnya Mawar sangat kaget dengan perkataan pamannya, bagaimana tidak, selama jalan bersama tadi Devi sama sekali tidak memberitahu dirinya.


" pantas saja, Devi seperti jutek dan tidak suka padaku tadi. " Mawar kali ini bergumam dalam hati.


Setelah semua orang selesai makan malam, Reno ingin masuk ke kamarnya, namun di tahan oleh Mawar.


" Paman, aku ingin menanyakan sesuatu? "


Reno berbalik, menatap Mawar dan mempersilahkan Mawar masuk ke kamarnya.


sebenarnya Reno tau, malu yang ingin ditanyakan Mawar pasti menyangkut Rio dan Devi. Tapi dia diam saja, membiarkan Mawar bertanya.


" Apa benar, Devi dan Rio pacaran? " tanya Mawar.


"ia mawar, mereka memang pacaran. Apa kau tidak bisa melihat kemesraan mereka tadi ketika kalian bersama? "


Memang benar mereka terlihat sangat dekat, bahkan sejujurnya Mawar sangat iri pada Devi tadi.


Melihat ponakannya hanya diam saja, tanpa menjawabnya. Reno kembali melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


" Jangan menyimpan perasaan pada Rio Mawar, atau kau akan menyakiti Devi dan juga menyakiti dirimu."


Reno tau ponakannya, sebenarnya menyukai Rio, tapi dia tidak ingin itu terjadi. Reno sebenarnya tau Rio laki-laki yang sangat baik untuk Mawar, namun Rio sudah memili Devi.


" Jika kau hanya ingin menjadi temannya saja, maka tidak apa-apa Mawar. Namun jangan menyimpan perasaan pada Rio, kau pasti tau sendiri apa yang akan terjadi nanti. "


Reno terus memberi peringatan pada Mawar, dengarkan Mawar, dia hanya diam saja dan menunduk. Dia tidak bisa berbohong, apa yang dikatakan pamannya benar, dia menyukai Rio.


" Bagaimana kalau aku sudah menyukainya, apa yang harus aku lakukan paman? "


Kali ini Mawar berkata dalam hatinya saja. dia tidak ingin pamannya tau yang sesungguhnya.


" Aku mengerti, apa yang paman katakan padaku. Aku mana mungkin berani menyukainya, aku hanya mengagumi Rio paman. Aku pun senang memiliki teman setampan dia. "


Mawar bicara sambil tersenyum, menutupi perasaan nya yang sebenarnya sangat terluka.


" Gadis pintar. sudah sana pergi ke kamarmu dan Istirahat, ini sudah malam. "


Reno bicara sambil mengelus dengan manja kepala Mawar.


" Bye...bye paman selamat malam, selamat istirahat. "


mawar keluar dari kamar, dan sebelum menutup pintu dia berbalik dan mengucapkan selamat malam untuk pamannya.

__ADS_1


Setibanya di kamar, Mawar sepeti sangat gelisah. dia sangat bingung dengan hatinya, yang tiba-tiba sakit, karna memikirkan perkataan pamannya. Mawar memutuskan keluar dari kamarnya, dan menuju kamar bundanya. Dia ingin tidur bersama ibunya, karna memang jika mengalami kesedihan Mawar selalu ingin di peluk ibunya.


__ADS_2