
Setelah sampai, dan melewati perjalanan yang menurut Mawar adalah, perjalanan yang penuh dengan ketegangan. Itu semua dikarenakan Mawar yang merasa tidak. tau harus, berkata apa pada Devi.
Mawar bingung apa sebaiknya, dia bilang saja jika dirinya kemarin menemani Rio, untuk cek kesehatan.
pasalnya Mawar tidak ingin, jika nanti Devi tau dari teman-teman Rio. Karna itu pasti akan menimbulkan kesalahpahaman diantara mereka.
Namun karna kebingungan harus berbicara seperti apa, akhirnya mereka sampai, dan selama perjalanan pula Devi tidak berbicara padanya.
" Ayo turun, kita sudah sampai."
Devi berbicara pada mawar, sambil sibuk merapihkan barang bawaannya dan turun dari mobil, meninggalkan Mawar yang terlihat melamun.
" Ahhh i...ia ia. "
Mawar menjawab dengan terburu-buru ikut turun, mengikuti Devi dari belakangnya.
"Ahhhh mengapa harus ada mereka lagi di sini, aku harus bersikap bagaimana ini. Aduhhh bingung aku. "
Gumam mawar dalam hatinya, saat melihat Rio dan semua senior-seniornya yang kemarin dia temui, sedang bersiap-siap juga ingin mulai latihan.
" Haiii semuanya."
Devi menyapa semua teman-temannya yang latihan taekwondo, maupun tinju. Karna mereka semua sedang bersiap-siap di satu tempat yang sama.
__ADS_1
" Haiii Devi bidadari nya Rio"
jawab semua anak-anak Taekwondo dan Tinju bersama-sama. Mereka seperti sedang menegaskan bahwa Devi yang cantik ini adalah miliknya Rio.
" eh...ehhhh... ada satu lagi nihhhh bidadari yang belum kita sapa. Haiii Mawar...."
kali ini salah satu senior Rio yang berkata, yaitu Marsel. Dia berbicara sambil melambaikan tangannya dan tersenyum pada Mawar, dan dibalas dengan senyuman dan lambaian tangan juga dari Mawar.
" ehhh Mawar kau bidadari milik siapa? kalau belum ada pemiliknya, aku mau daftar nihhhh. "
semua orang di sana langsung tertawa... mendengar apa yang Marsel katakan, termasuk Mawar yang senyum-senyum. Dia merasa malu mendengar apa yang dikatakan Marsel. Namun berbeda dengan Rio, dia langsung berdiri dari duduknya dan langsung memukul bahu Marsel.
" Jangan tebar pesona mu pada Mawar. lagi pula bidadari mana yang tertarik pada playboy seperti dirimu, yang ada hanya lalat-lalat yang tertarik pada mu. "
Mendengar apa yang dikatakan Rio, Devi seperti tidak suka. karna Rio sepertinya, memberi perhatian juga pada sepupunya Mawar. Pasalnya, Rio sebelumnya tidak pernah peduli dengan siapa, yang Marsel ganggu ataupun Marsel goda. Tapi berbeda dengan Mawar, Rio justru mengingatkan Marsel, untuk tidak menganggu Mawar.
" Ahh... tidak mungkin. Rio pasti hanya tidak ingin, Marsel menganggu saudaraku. "
Devi berusaha menepis pikiran buruknya terhadap Rio, karna dia sangat percaya pada Rio.
" Ayo semuanya... kita harus segera mulai latihannya. "
terdengar suara Pelatih memanggil anak-anak Tinju untuk mulai berlatih.
__ADS_1
setelah kepergian anak-anak Tinju, Devi dan Mawar bersiap-siap untuk latihan juga.
" Devi, bisakah kau pakaikan aku sabuk ini? aku kesulitan mengikatnya. " Terdengar Mawar meminta bantuan pada Devi.
" Sini aku ikatkan."
Devi kemudian membantu Mawar mengikat sabuknya.
Setelahnya mereka mulai Mengikuti proses latihan taekwondo bersama.
Selama berlatih, Mawar terlihat tidak fokus. karna Mawar terus saja curi-curi pandang pada Rio.
" Mawar bisa tidak matamu kau gunakan untuk melihat ke depan? Apa yang kau lihat di arah sana? "
mawar mendapat bentakan dari Devi, Karan saat ini yang sedang melatih mereka adalah Devi, selaku asisten pelatih dua. Asisten pelatih satu adalah Paman Reno, dan yang kedua adalah Devi. Itu dikarenakan Devi juga merupakan Atlit seperti pamannya.
karna kaget mendapat bentakan dari Devi, Mawar seperti salah tingkah, dan bingung harus apa. dia hanya diam dan tidak menjawab apa yang ditanya Devi.
Devi sebenarnya tau jika, mawar sedari tadi curi-curi pandang pada anak-anak Tinju yang sedang latihan. Devi bingung sebenarnya siapa yang ditatap Mawar, apa dia menatap Rio, atau menatap teman-teman Rio. makannya dia sedikit geram dengan Mawar, dan tidak suka jika sampai yang dipandang oleh Mawar adalah Rio.
" Mawar Jika kau tidak fokus lagi, maka aku akan meminta Pelatih untuk melatih diri mu, secara terpisah dari rombongan sabuk putih ini. "
Devi sedikit mengancam, agar mawar kembali fokus untuk latihan lagi.
__ADS_1