
Pak Bejo dan Bu Retno yang telah mendengar cerita Yuda tentang Melati pun kini berniat untuk jujur tentang Tiara yang sebenarnya karena mereka tidak ingin berbohong kepada Yuda meski pun mereka sangat takut jika nanti sampai berpisah dari Tiara.
"Nak Yuda sebenarnya Tiara selama ini hilang ingatan, jadi dia tidak mengingat tentang semua masalalunya, makanya saat ini Tiara tidak mengenal Nak Yuda," ujar Pak Bejo.
"Lho kenapa Melati sampai bisa hilang ingatan Pak? apa yang sudah terjadi padanya?" tanya Yuda yang terlihat sangat penasaran.
"Sebelumnya kami minta maaf karena saya tidak sengaja sudah menabrak tunangan Nak Yuda, jadi ketika Melati sadar dan dia tidak mengingat apa pun, kami akhirnya memberikan nama Mutiara, kerena kami sangat beruntung bisa bertemu dengannya, sebab sudah dua puluh tahun lebih kami berumah tangga sampai saat ini kami belum juga memiliki keturunan, dan dengan kehadiran Tiara membuat hari-hari kami menjadi bahagia," jelas Pak Bejo dan Bu Retno dengan berlinang airmata.
"Saya mengerti tentang perasaan Ibu dan Bapak, jadi saya tidak akan membawa Melati pulang dari rumah Bapak untuk sekarang ini," ujar Yuda, sehingga membuat Pak Bejo dan Bu Retno bahagia.
"Tapi bagaimana dengan kedua orangtua Melati? mereka pasti khawatir kan?" tanya Bu Retno.
"Melati sebenarnya anak Panti Asuhan, dan kedua orangtuanya belum kami ketahui, maka dari itu orangtua saya tidak menyetujui hubungan kami sehingga Melati meninggalkan saya ketika kami sudah merencanakan Pernikahan," ujar Yuda.
Melati yang kini mendengar penjelasan Yuda pun akhirnya angkat bicara.
"Pak, Bu, sebaiknya kita jangan terlalu percaya dengan orang yang baru kita kenal, bisa saja kan Yuda berbohong," ujar Melati.
"Sayang kita tidak boleh berprasangka buruk terhadap oranglain," ujar Bu Retno kepada Melati.
"Tapi kita harus selalu waspada kan Bu !" ucap Melati.
"Mel kalau kamu tidak percaya kepadaku, coba kamu lihat kalung yang kamu pakai, lalu buka liontinnya, karena di sana ada foto kita berdua," ujar Yuda, sehingga Melati kini mencoba untuk membukanya.
"Lho kenapa aku bisa memakai kalung yang ada foto kita?" tanya Melati heran.
"Kalung itu adalah kado ulang tahun kamu yang ke-17 dariku, dan aku sengaja memasukan foto kita ke dalamnya supaya kamu selalu mengingatku," ujar Yuda dengan tersenyum.
Tapi aku masih ragu dengan ucapan Yuda, apa benar dia tunanganku? aku merasa dekat dengan dia, namun tidak ada debaran dalam dadaku untuknya, batin Melati.
"Maaf Yud aku belum mengingat semuanya, tolong berikan aku waktu," ujar Melati.
"Tidak apa-apa sayang, jangan memaksakan diri, nanti juga kamu pasti mengingat semuanya," ujar Yuda.
__ADS_1
Semoga saja ingatanmu hilang untuk selamanya Mel, karena aku tidak mau kalau kamu sampai membenciku ketika mengingat semua perbuatan yang sudah aku lakukan, dan aku akan menebus semuanya dengan menjadikanmu seorang Istri yang paling bahagia di Dunia ini, batin Yuda.
"Pak apa boleh untuk sementara waktu saya tinggal di sini bersama kalian?" tanya Yuda.
Pak Bejo nampak berpikir, tapi dia tidak mungkin menolak keinginan Yuda yang notabene nya adalah tunangan Melati.
"Baiklah Nak Yuda, kamu boleh tinggal di sini, tapi Bapak harap kamu tidak macam-macam ya sama Melati sebelum kalian menikah, biar nanti Bapak lapor sama Pak RT dulu," ujar Pak Bejo.
"Makasih banyak Pak, saya pasti akan menjaga kehormatan Melati, karena itu juga yang sudah saya lakukan semenjak kami berhubungan dari SMP," ujar Yuda dengan tersenyum licik.
Aku akan berusaha untuk membuatmu jatuh cinta kepadaku Mel, dan aku tidak akan membiarkan siapa pun merebut kamu lagi, apalagi Gilang, batin Yuda.
Pak sebaiknya kita tetep panggil Melati dengan sebutan Tiara saja ya," ujar Yuda.
"Lho kenapa begitu Nak Yuda?" tanya Pak Bejo yang saat ini merasa heran.
"Sebab ada Pemuda yang sangat terobsesi terhadap Melati, dan di bernama Gilang, jadi kita harus menyembunyikan identitas Melati yang sebenarnya karena saya takut jika sampai Gilang mengetahui keberadaan Melati dia akan mencelakainya dan akan merebut Melati dari saya," jelas Yuda yang kembali berbohong.
"Baiklah kalau begitu, demi keselamatan Melati, apa pun pasti akan Bapak lakukan."
"Ibu bahagia masih bisa tinggal sama kamu sayang," ujar Bu Retno.
"Iya Bu Tiara juga sangat bahagia."
"Oh iya Pak, tadi ban mobil saya bocor, apa di dekat sini ada bengkel ya?" tanya Yuda.
"Ada Nak Yuda, nanti biar Bapak panggil bengkelnya kemari buat ganti ban mobil Nak Yuda," ujar Pak Bejo.
"Tidak usah ngerepotin Pak, bagaimana kalau kamu saja yang antar aku ke bengkel Tiara, aku juga pengen jalan-jalan di daerah sini, kelihatannya pemandangan di sini indah dan udaranya juga sejuk," ujar Yuda yang akan berusaha untuk meluluhkan hati Melati.
"Maaf Yud aku masih banyak pekerjaan," tolak Melati.
"Udah kamu berangkat saja sayang, biar Ibu saja yang melanjutkan pekerjaan rumah," ujar Bu Retno.
__ADS_1
"Tapi Bu?"
"Siapa tau nanti ingatan kamu secara perlahan kembali jika kamu sering jalan sama Nak Yuda," sambung Bu Retno.
"Ya sudah kalau begitu Tiara berangkat dulu ya Bu, Pak," ujar Melati dengan mencium punggung tangan Pak Bejo dan Bu Retno kemudian Melati dan Yuda mengucapkan Salam.
"Makasih ya sayang kamu sudah mau mengantarku," ujar Yuda dengan menggenggam tangan Melati.
"Maaf Yud tolong lepasin tanganku, gak enak kalau dilihat orang, kita kan belum muhrim," ujar Melati.
"Kita kan sudah tunangan sayang, dan sebentar lagi kita bakalan menikah," jelas Yuda.
"Maaf Yud aku tidak bisa menikah denganmu sampai semua ingatanku kembali," tolak Melati.
"Sayang, aku janji akan selalu membahagiakanmu, kamu jangan ragu ya untuk membina rumah tangga denganku," bujuk yuda.
"Aku butuh waktu untuk berpikir Yud, nanti aku pertimbangkan lagi ya," ucap Melati.
"Pemandangan di daerah sini indah banget ya Tiara, apalagi ketika aku memandang wajahmu, rasanya hatiku sejuk seperti udara di sini," gombal Yuda.
"Kamu gak usah ngegombal Yud, garing tau gak," ujar Melati dengan tersenyum.
"Itu kamu senyum, kamu suka kan aku gombalin," goda Yuda.
"Au ah," ujar Melati dengan sedikit berlari menjauhi Yuda.
"Sayang tunggu aku dong !" teriak Yuda.
Akhirnya Yuda dan Melati kini sampai di bengkel, dan pemilik bengkel yang bernama Joko kini berusaha untuk menggoda Melati, sebab di tidak tahu jika Melati datang bersama Yuda.
"Aduh sore-sore gini ada Bidadari datang ke bengkel mas Joko, apa ada yang bisa mas bantu cantik?" tanya Joko.
Tiba-tiba Yuda kini sudah berada di belakang Melati dan langsung memeluk tubuhnya karena mendengar Joko menggodanya.
__ADS_1
"Perkenalkan Mas, saya Yuda calon Suaminya Tiara, kebetulan ban mobil saya bocor, saya harap mas bisa menolong saya untuk mengganti ban nya," ujar Yuda sehingga membuat Joko terkejut mendengarnya.