Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
Bab 37 ( Meninggalnya Bu Retno )


__ADS_3

Melati kini sudah diperbolehkan untuk pulang dari Rumah Sakit, karena pada saat ini keadaannya sudah membaik.


"Sayang, kamu gak apa-apa kan kalau kita langsung pulang ke Bandung?" tanya Gilang.


"Iya gak apa-apa Kak, gak mungkin juga kan kalau Melati pulang ke rumah Bu Retno dan Pak Bejo, kasihan juga Bu Mirna pasti beliau tidak akan sanggup jika harus kembali menginjakan kaki di rumah tersebut," jawab Melati.


Beberapa saat kemudian, Bu Mirna yang baru pulang membeli sarapan pun kini kembali ke kamar perawatan Melati.


"Assalamu'alaikum," ucap Bu Mirna ketika masuk ke dalam kamar perawatan Melati.


"Wa'alaikumsalam," jawab Melati dan Gilang.


"Ibu udah selesai belum sarapannya?" tanya Melati.


"Sudah sayang, ini juga ibu bungkus bubur ayamnya buat kalian, enak banget lho, bubur ayam ini langganan Ibu dulu waktu masih tinggal di sini," ujar Bu Mirna dengan antusias.


"Makasih banyak ya Bu, kalau begitu kami makan sekarang ya buburnya," ujar Melati.


"Sayang mau Kak Gilang suapi gak?" tanya Gilang.


"Gak usah Kak, Melati juga bisa sendiri."


Beberapa saat kemudian Melati mendapatkan telpon dari Pak Bejo.


📞"Assalamu'alaikum Pak," ucap Melati.


📞"Wa'alaikumsalam Nak," jawab Pak Bejo.


📞"Bapak kenapa suaranya seperti habis nangis?" tanya Melati.


📞"Mel, Ibu masuk Rumah Sakit," ucap Pak Bejo dengan menangis.

__ADS_1


📞"Ibu kenapa Pak? kenapa Ibu bisa sampai masuk Rumah Sakit?" tanya Melati yang kini terlihat cemas.


📞"Ibu tadi pingsan, dan Bapak langsung membawanya ke Rumah Sakit yang sama dengan tempat Melati di rawat," ujar Pak Bejo.


📞"Terus Ibu sekarang dirawat di ruangan mana Pak?" tanya Melati.


📞"Ibu saat ini masih ditangani di IGD," jawab Pak Bejo.


📞"Ya sudah kalau begitu Melati ke IGD sekarang juga," ucap Melati.


"Bu, Kak Gilang, sebaiknya sekarang kita bergegas ke IGD karena barusan Pak Bejo bilang Bu Retno pingsan," ajak Melati, sehingga mereka bertiga bergegas menuju IGD.


"Mas Bejo, sebenarnya apa yang terjadi dengan Retno, kenapa dia sampai pingsan?" tanya Bu Mirna.


"Sebenarnya Retno dinyatakan Kanker rahim stadium lanjut pada saat dia melahirkan, Dokter menganjurkan untuk operasi, tapi Retno selalu menolaknya, sehingga kami hanya melakukan pengobatan tradisional untuk meringankan rasa sakitnya," cerita Pak Bejo.


"Astagfirulloh Retno, maafin Mbak karena selama ini Mbak tidak mengetahui penyakit yang kamu derita," ujar Bu Mirna dengan menangis.


Beberapa saat kemudian Dokter pun keluar dari ruang IGD dan mereka semua bergegas menghampiri Dokter untuk menanyakan keadaan Bu Retno.


"Kondisi Pasien saat ini sudah mulai membaik, tapi mohon maaf karena kanker yang beliau derita sudah memasuki stadium akhir jadi kami tidak dapat bertindak apa-apa untuk kesembuhan nya, dan saat ini yang Pasien butuhkan adalah do'a dan dukungan dari keluarga," ujar Dokter.


"Innalillahi.." ujar Bu Mirna yang kini berpelukan dengan Melati.


"Bu, sebaiknya Ibu dan Bapak masuk duluan untuk melihat keadaan Bu Retno," ujar Melati, sehingga Bu Mirna dan Pak Bejo kini masuk terlebih dahulu untuk melihat kondisi Bu Retno.


"Retno, maafin Mbak karena baru mengetahui penyakit kamu," ujar Bu Mirna dengan memeluk tubuh Bu Retno.


"Tidak apa-apa Mbak, mungkin ini semua hukuman untuk Retno karena sudah merebut Suami Mbak," ujar Bu Retno yang kini meneteskan airmata.


"Setiap orang mempunyai kesalahan Sayang, dan Mbak sudah memaafkan semua kesalahan yang Retno perbuat."

__ADS_1


"Tapi harus Mbak tau, kalau selama kami menikah aku dan Mas Bejo tidak pernah melakukan hubungan Suami-Istri, bahkan selama ini mas Bejo tidak pernah berhenti mencari keberadaan Mbak, karena yang mas Bejo cintai hanyalah Mbak Mirna," ujar Bu Retno sehingga membuat Bu Mirna merasa terkejut.


Pak Bejo hanya tertunduk dan meneteskan airmata, sehingga membuat Bu Mirna merasa iba.


Ternyata selama ini kita masih sama-sama saling mencintai mas, maafkan aku karena tidak dapat melihat ketulusan cintamu, batin Bu Mirna.


"Aku mohon Mbak, sebelum kepergianku, aku ingin melihat kalian kembali bersatu, karena selama ini mas Bejo tidak pernah menceraikan Mbak Mirna, dan kami hanya menikah siri," ujar Bu Retno.


"Ta..tapi Mbak..." ucap Bu Mirna yang kini telah dipotong kembali oleh Bu Retno.


"Retno mohon Mbak, Retno tau kalau kalian berdua masih saling mencintai, dan ini adalah permintaan terakhir Retno," pinta Bu Retno dengan menyatukan tangan Pak Bejo dan Bu Mirna.


Bu Mirna nampak berpikir karena semua ini berat untuknya, tapi dia tidak mau kalau sampai mengecewakan Bu Retno disisa hidupnya.


"Baiklah Retno, kalau memang itu adalah keinginan kamu, Mbak bersedia untuk melakukannya," jawab Bu Retno.


"Terimakasih banyak ya Mbak, Retno sekarang bisa pergi dengan tenang," ujar Bu Retno.


"Mbak mohon, kamu jangan bicara seperti itu, Mbak sangat menyayangi kamu, Kamu harus bertahan untuk bisa sembuh."


"Tidak Mbak, aku tidak dapat bertahan lebih lama lagi karena aku sudah tau kalau sisa umurku hanya sebentar lagi. Mbak, aku benar-benar meminta maaf untuk semua kesalahan yang telah aku perbuat, dan aku akan selalu berdo'a untuk kebahagiaan kalian," ujar Bu Retno.


"Iya sayang, Mbak minta maaf juga jika Mbak sudah banyak salah sama Retno," jawab Bu Mirna.


"Mbak aku mau minta tolong, Mbak bisa panggilkan Melati dan Gilang? aku ingin berbicara juga dengan mereka berdua," pinta Bu Retno, sehingga Bu Mirna memanggil Gilang dan Melati yang masih berada di depan ruang IGD.


Ketika Melati dan Gilang masuk, Bu Retno langsung merentangkan kedua tangannya dan Melati pun berhambur untuk memeluk Bu Retno.


"Melati sayang, maafin Ibu ya kalau Ibu sudah banyak kesalahan kepada Melati," ujar Bu Retno.


"Ibu gak pernah punya kesalahan terhadap Melati, justru Melati sangat berterimakasih karena Ibu sudah bersedia merawat Melati selama Melati hilang ingatan."

__ADS_1


"Terimakasih banyak ya Nak, karena Melati telah memberikan kebahagiaan dalam kehidupan Ibu, dan Ibu pasti akan selalu mendo'akan kebahagiaan Melati dan Gilang," ucap Bu Retno.


"Nak Gilang, Ibu titip Melati ya, jaga dia baik-baik, Ibu yakin kalau Nak Gilang akan menjadi Suami yang baik untuk Melati, dan Ibu juga berharap kalau kalian berdua akan tetap menganggap Mbak Mirna dan Mas Bejo sebagai orangtua kalian sendiri meskipun kalian berdua sudah Menikah. Dan sebentar lagi Mbak Mirna dan Mas Bejo juga akan melaksanakan ijab kabul ulang, karena selama ini mereka berdua juga belum bercerai, karena Ibu dan Bapak hanya menikah siri, dan perempuan satu-satunya yang mas Bejo cintai hanya Mbak Mirna," ujar Bu Retno dengan tersenyum lalu menghembuskan nafas terakhirnya.


__ADS_2