Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
BAB 11


__ADS_3

Setelah berlatih kurang lebih 30 menit, untuk pemanasan. Semua anak-anak diperbolehkan untuk beristirahat, sebelum masuk dalam latihan intinya.


Mawar berjalan menuju tempat dia meletakkan barang-barangnya tadi, dan tanpa dia sadari sedari tadi Rio sedang berjalan dibelakangnya. Sedangkan Devi, sedang sibuk berbincang dengan pelatih mereka.


Sesampainya di tempat Mawar meletakan tasnya, dia langsung mengambil botol air di tasnya dan meminumnya.


" Boleh aku minta minum mu? " kata Rio yang berdiri dibelakang Mawar.


" uhukk.... uhukk "


karena saking kagetnya, Mawar sampe terbatuk-batuk, saat tau mendengar apa yang Rio katakan padanya.


" Aku lupa membawa minum ku, karna terburu-buru tadi."


Rio kembali berbicara pada Mawar, setelah melihat tatapan Mawar padanya. Karna tatapan Mawar menampakan bahwa gadis itu sedang kebingungan.


" Ta...ta...pi ini sudah sisa dari ku. Apa tidak masalah untuk mu? "

__ADS_1


Mawar merasa tidak enak saja, jika memberikan sisanya pada Rio. Dan sebenarnya, dia juga merasa aneh, mengapa Rio meminta padanya, kan ada Devi kekasihnya.


" Ia tidak masalah, lagian kalau sudah kau minum berarti aman, tidak ada racun di minuman mu. "


Rio berbicara sambil tersenyum pada Mawar, dan itu sukses membuat hati Mawar berdetak tidak karuan dibuatnya.


Tampa banyak bicara lagi, Rio langsung mengambil botol minum yang masi dipegang Mawar, dan meminumnya.


" Astaga itu bekas bibirku loh... Rio. "


" Mengapa sampai bisa melupakan minum mu? "


Kali ini, tanpa sadar Mawar berani untuk bertanya pada Rio.


" Kan tadi sudah ku bilang, aku terburu-buru jadi lupa untuk membawanya. Lagian kan ada diri mu, ia kan Sabahat ku? "


Mendengar apa yang dikatakan Rio, mawar sangat kaget dan heran. Ternyata Rio telah menganggapnya sebagai seorang sahabat, jujur sebenarnya Mawar sedikit, merasa nyeri dihatinya.

__ADS_1


" Apa aku benar-benar hanya bisa sebatas sahabatmu, apa tidak bisakah aku menyimpan sedikit harapan atas dirimu Rio? kali ini , mawar hanya bisa berkata didalam hatinya, dia menatap Rio dengan perasaan yang tidak menentu.


" Mengapa kau harus meminta padaku, kan ada Devi kekasihmu? "


Mawar kembali bertanya pada Rio, namun kali ini nadanya agak sedikit aneh, seperti orang sedang cemburu saja.


" kau tidak lihat dia masih di sana, dan sedang bicara pada pelatih mu. Kalau aku menunggunya, bisa-bisa aku mati kehausan. Lagian apa salahnya juga minta padamu, atau mau tidak ikhlas yah... memberiku minum? "


" Bukan begitu Rio, aku hanya bertanya saja. Tapi maaf kalau itu menyinggung mu."


Mawar merasa bersalah, setelah mendengarkan jawaban Rio. Dia pun merasa apa yang dikatakan Rio benar, dia sudah seperti orang yang tidak ikhlas berbagi.


Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada seseorang, yang memperhatikan mereka dari arah lain. Devi telah melihat sedari tadi mereka duduk dan berbincang, namun dia tidak melihat Rio yang minum dari botol milih Mawar.


Devi terlihat sangat tidak menyukai, Mawar dan Rio yang sedang duduk, dan berbincang berdua. Saat dia ingin berjalan menuju tempat dimana, Rio dan Mawar berada, terdengarlah suara pelatihnya memanggil, menandakan waktu istirahat telah usai.


Devi akhirnya mengurungkan niatnya, setelah melihat Mawar dan Rio, kini telah beranjak dari tempat mereka duduk, dan berpisah untuk kembali latihan. Devi pun kembali menuju tempat tadi mereka latihan, kali ini ekspresi Devi datar saja. Entah apa yang sedang dia pikirkan, hanya dirinya dan Tuhan yang tau.

__ADS_1


__ADS_2