Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
Bab 26 ( Petunjuk keberadaan Melati )


__ADS_3

Joko merasa malu dengan tingkah laku kedua orangtuanya, karena Bapaknya Joko sudah keceplosan sehingga Ibunya Joko pun marah lalu mengejar Suaminya yang lari sampai ke rumahnya. Akhirnya Joko pun memutuskan untuk pulang juga.


"Tiara, mas Joko pulang dulu ya," ujar Joko yang hendak meraih tangan Tiara, tapi Yuda buru-buru menepisnya.


"Ya sudah kalau mau pulang sono pulang aja gak usah pegang-pegang tangan calon Istri aku !" ujar Yuda dengan sewot.


"Baru juga calon Istri belum tentu jadi juga, sebelum ada janur kuning melengkung, aku akan terus berjuang meraih cita-citaku untuk Menikahi neng Tiara yang cantik jelita tiada tara," cerocos Joko, dan Yuda pun hampir melayangkan tinjunya lagi ke arah Joko.


"Yowes Nak Joko sebaiknya pulang saja, daripada terjadi perang lagi, apalagi di rumah Nak Joko pasti Pak Kades sekarang lagi dianiaya tuh sama Mami Nak Joko," ujar Pak Bejo.


Bu Kades memang terkenal galak terhadap Suaminya, dan Pak Kades pun tipe lelaki yang takut sama Istrinya.


"Pak, Bu, kalau begitu Joko pamit dulu ya," ujar Joko dengan mencium punggung tangan Pak Bejo dan Bu Retno.


"Hati-hati yo, cepet obati itu mukanya biar gak infeksi, wajah Nak Joko sama Nak Yuda udah kaya Hulk saja," celetuk Bu Retno dengan cengengesan.


Setelah Joko pulang ke rumahnya Yuda pun kini pura-pura kesakitan.


"Sayang obati wajah Abang dong, sakit nih," ujar Yuda dengan meringis.


"Gak usah lebay deh Yud, lagian siapa suruh kamu berantem segala sama mas Joko, udah kayak Preman saja, aku malu tau gak apalagi tadi sempet ada yang merekam perkelahian kalian berdua," ujar Melati dengan masuk ke dalam kamarnya.


Kenapa aku gak sadar ya kalau tadi ada yang merekam perkelahianku, Duh bisa bahaya kalau sampai videonya ada yang nyebarin, apalagi kalau sampai Gilang lihat, bisa-bisa dia nyusulin aku buat cari Melati ke tempat ini, batin Yuda.


"Nak Yuda ini Ibu buatin air hangat buat mengompres wajah Nak Yuda, apa mau Ibu bantuin?" tanya Bu Retno.


"Gak usah Bu terimakasih, Yuda bisa sendiri kok," jawab Yuda.


Bu Retno pun kini menghampiri Tiara yang terlihat merebahkan diri di kasur.


"Sayang, kenapa Tiara gak bantu Yuda buat ngompresin lukanya? kasihan kan Yuda, bagaimanapun juga Nak Yuda itu kan tunangannya Tiara," ujar Bu Retno.


"Kenapa ya Bu, Tiara gak ngerasain apa-apa sama Yuda, Tiara memang ngerasa deket sama Yuda, tapi jantung Tiara tidak merasa berdebar di saat berada di sampingnya," ujar Tiara.


"Mungkin karena Tiara belum mengingat apa pun tentang masalalu Tiara, jadi sebaiknya Tiara sekarang harus lebih dekat lagi sama Yuda, siapa tau dengan begitu ingatan Tiara akan cepat pulih," ujar Bu Retno.

__ADS_1


"Ya sudah deh Tiara keluar dulu buat bantuin Yuda ya Bu," ujar Tiara dengan tersenyum manis, lalu kemudian dia menghampiri Yuda yang terlihat mengompres luka di wajahnya.


"Sini biar aku bantu," ujar Tiara dengan mengambil handuk kecil yang sedang Yuda pegang, sehingga Yuda kini merasa bahagia sambil senyum-senyum sendiri.


"Gak usah senyum-senyum, gak lucu juga," ujar Tiara dengan menekan-nekan wajah Yuda.


"Sayang pelan-pelan dong, sakit tau !" ujar Yuda dengan meringis.


"Kalau pelan gimana lukanya mau sembuh."


Yuda kini terus menatap lekat pada wajah Melati.


"Sayang kamu cantik banget sih," ujar Yuda.


"Gak usah gombal aku gak bakalan terpengaruh sama gombalan kamu," jawab Melati dengan ketus.


Mel kamu cantik banget, aku jadi ingin secepatnya Nikahin kamu, semoga aja ingatan kamu gak balik lagi selamanya biar aku bisa deket sama kamu terus, batin Yuda.


......................


Di tempat lain benar saja dugaan Yuda jika Gilang melihat video perkelahian Yuda dan Joko yang memperebutkan seorang gadis.


Gilang sampai beberapa kali memutar video tersebut, kemudian secara seksama dia memperhatikan seorang gadis yang berada di tengah keributan.


"Kenapa aku merasa jika gadis itu adalah Melati, dari postur tubuhnya jelas sekali jika itu Melati, meskipun wajahnya tidak terlalu jelas," gumam Gilang lagi.


Akhirnya Gilang mencari info tempat perkelahian tersebut, sehingga setelah mendapatkan lokasinya Gilang pun bergegas menuju Yogyakarta untuk mencari pujaan hatinya.


Setelah menempuh tujuh jam perjalanan, Gilang pun sampai di depan rumah Kepala Desa, dan dia berniat menanyakan informasi tentang Melati.


"Assalamu'alaikum Pak," ucap Gilang.


"Wa'alaikumsalam," jawab Pak Kades.


"Maaf ada keperluan apa ya Anda datang kemari?" tanya Pak Kades.

__ADS_1


"Saya mau mencari calon Istri saya," ujar Gilang.


Tiba-tiba Bu Kades kini menghampiri Gilang dan Pak Kades yang berada di beranda rumah.


"Tunggu sepertinya saya sering melihat Anda di Televisi, tapi siapa ya?" ujar Bu Kades yang terlihat berpikir.


"Perkenalkan Bu, nama saya Gilang Dirgantara," ujar Gilang dengan menjabat tangan Bu Kades, tapi Bu Kades enggan melepaskannya sehingga Gilang merasa risih.


"Bu gak usah kecentilan, ingat umur !" sindir Pak Kades.


"Kayak Bapak gak suka kegatelan aja, gak ingat apa kemarin yang sudah Bapak ucapkan dihadapan oranglain !" teriak Bu Kades dengan melotot, sehingga nyali Pak Kades oun menciut.


"Ya ampun Ibu baru ingat Pak, kalau ini tuh Tuan Gilang Dirgantara pengusaha muda yang sukses itu kan," teriak Bu Kades yang terlihat antusias.


"Suatu kehormatan bagi kami kedatangan pengusaha sukses seperti Anda," sambung Bu Kades, dan Gilang hanya membalasnya dengan senyuman.


"Maaf Bu, tujuan saya kemari sedang mencari calon Istri saya yang hilang tanpa jejak," ujar Gilang.


"Tenang saja Tuan Gilang tidak perlu mencari yang hilang, lihat aja yang sudah jelas ada di depan mata," ujar Bu Kades dengan genit.


"Bu ingat siapa ini," ujar Oak Kades dengan menunjuk dirinya.


"Ibu cuma bercanda Pak, Bapak juga kemarin bilang begitu kan karo Ibu," ujar Bu Kades yang sepertinya berniat membalas perkataan Pak Kades kemarin.


"Ini fotonya, siapa tau Ibu atau Bapak pernah melihat gadis ini," tunjuk Gilang.


"Lho ini kan Tiara anak angkatnya Pak Bejo dan Bu Retno, malah kemarin anak saya sama tunangan Tiara sampai adu jotos memperebutkan gadis yang mirip dengan perempuan dalam foto ini," jelas Bu Kades.


"Apa Ibu berkenan mengantarkan saya ke rumah gadis ini?" tanya Gilang.


"Tentu saja Tuan Gilang, kapan lagi saya bisa naik mobil bagus seperti punya Tuan Gilang," jawab Bu Kades.


"Sebaiknya Ibu panggil saya Gilang saja ya, jangan pake embel-embel Tuan, saya merasa tidak enak," ujar Gilang.


"Iya deh Nak Gilang yang ganteng, mari saya antar," ujar Bu Kades dengan menggandeng tangan Gilang.

__ADS_1


"Bapak ikut Bu, jangan pake gandeng tangan Nak Gilang segala Bu, gak enak sama Nak Gilang, pasti dia merasa risih," ujar Pak Kades.


Akhirnya Pak Kades dan Bu Kades pun mengantar Gilang ke rumah Pak Bejo.


__ADS_2