Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
BAB 5 Memalukan


__ADS_3

Melihat perlakuan yang diberikan Rio pada Devi, Mawar sedikit merasa nyeri di hatinya. Entah rasa apa yang sedang di rasa olehnya saat ini.


"Perasaan apa ini?" Mawar bertanya pada dirinya sendiri, mengapa ada perasaan tak suka, jika Rio berlaku lembut pada Devi.


kini Devi telah masuk kedalam rumahnya.


Rio kemudian berbalik dan menatap Mawar, yang duduk di barisan belakang mobil.


"Pindah ke depan! aku bukan supir mu." Rio berkata sambil membukakan pintu mobil untuk Mawar.


"Ehhh i...ia" Lagi-lagi Mawar hanya menurut, sambil berbicara seperti orang gagap.


setelah Mawar pindah ke tempat duduk depan, Rio menutup pintu mobil dan berjalan mengitari mobil untuk masuk, dan duduk di kursi pengemudi.


Setelah masuk ke mobil, Rio kemudian melihat mawar dengan intens. Mawar yang mendapat tatapan dari Rio, sangatlah gugup.


Makin lama Rio semakin mendekatkan diri pada Mawar. Mawar berpikir Rio akan menciumnya, jadi dia menutup matanya.


Lama-kelamaan tidak ada pergerakan dari Rio, jadi mawar membuka matanya dan melihat Rio sedang menatapnya.


"Mengapa kau menutup matamu? kau berpikir aku akan mencium mu?"


Mendengar Rio berkata seperti itu, Mawar tersadar dan langsung mendorong tubuh Rio, agar menjauh darinya.

__ADS_1


"ka...kalau kau tidak ingin mencium ku, mengapa kau menatapku sedekat itu?" mawar bertanya untuk membela diri.


"Aku hanya ingin memasangkan sabuk pengaman mu, tapi kau malah menutup matamu. jadi aku merasa aneh dan memandang Mu, BUKAN INGIN MENCIUM MU."


Rio berkata dengan tegas, sambil menekankan kata-kata, bukan ingin mencium.


Mawar kemudian melihat, memang benar sabuk pengamannya belum ia pasangkan.


Aduh...Mawar sekarang hanya bisa menunduk, dan menahan rasa malunya saja.


Dia tidak habis pikir, bagaimana dia bisa berpikir kalau Rio akan menciumnya. Dengan wajah yang tertunduk, Mawar meminta maaf pada Rio, karna sudah menuduhnya, dan Tah tidak sopan mendorongnya dengan keras.


"Maafkan aku, aku sudah menuduh mu. Sekali lagi, aku minta maaf."


Setengah perjalan mereka tempuh, terdengar suara dering ponsel dari handphone Rio.


"Hallo Azrel." Rio mengangkat telfon dari seseorang bernama Azrel. Azrel adalah salah satu teman latihan Rio.


Azrel : Rio kita di minta pelatih untuk pergi ke GOR sekarang!


Rio : Ngapain ke sana?


Azrel : Mana aku tau, udah ahhh pokonya aku cuman di minta infokan ke anak-anak lain. sekarang kamu menuju GOR, SEKARANG!

__ADS_1


Azrel mematikan telfon setelah menekankan kata, SEKARANG. Rio terlihat sedikit kesal pada sikap Azrel. Rio kemudian sedikit menoleh dan menatap Mawar sebentar, kemudian Rio berkata.


"Aku diminta pelatihku untuk pergi ke GOR sekarang, apa kau ingin ikut?" Rio bertanya Apada Mawar, pasalnya dia tidak tega harus menurunkan Mawar dan memintanya pulang sendiri. Jadi dia memutuskan mengajak Mawar pergi bersama.


"Apa tidak masalah aku ikut, aku takut menganggu kalian? Mawar bukannya menjawab pertanyaan Rio, dia malah bertanya pula. "


tidak masalah, kau tidak akan menganggu kok."


"Baiklah kalo begitu."


Rio kemudian memutar arah mobil, dan tancap gas menuju GOR. Tempat di mana mereka biasa latihan, dan tempat kumpul anak-anak bela diri untuk rapat, serta melakukan kegiatan-kegiatan lainnya.


sekitar 20 menit perjalan mereka akhirnya tiba. Rio memarkirkan mobilnya tepat didepan anak-anak Tinju sedang berkumpul, sebelum masuk kedalam ruangan. mereka terlihat sedang berbincang dan menunggu Rio.


Rio turun dan membukakan pintu mobil untuk Mawar, setelah Mawar keluar, semua teman-teman atau lebih tepatnya senior-senior Rio menyoraki kami yang sedang berjalan menuju tempat mereka.


"wah...wah...wah, junior kita ini sudah berani membawa pasangan ke sini."


salah satu senior Rio bernama Bram, berkata sambil senyam-senyum melihat ke arah mawar.


" benar katamu Bram, pasti Musang cerewet milikmu itu marah Rio, jika dia melihat kau membawa kelinci manis ini ke sini."


kali ini senior nya yang bernama Marsel yang ikut-ikutan menganggu kami.

__ADS_1


Mawar sudah tidak tau lagi, seberapa merah pipinya sekarang, dia sangat malu. karna senior-senior Rio ini terus menatapnya sambil terus menganggu Rio dan mawar. Mendapat guyonan dari senior-seniornya ini, Rio tidak merespon apapun omongan mereka, Rio hanya tersenyum sambil sesekali menatap Mawar yang menunduk, menyembunyikan wajahnya yang sudah seperti tomat.


__ADS_2