Antara Cinta Dan Luka

Antara Cinta Dan Luka
BAB 12


__ADS_3

Saat semua anak telah berbaris rapih, dan bersiap untuk mulai latihan. Reno berdiri tepat di samping Mawar, dan berkata.


" Semangat latihan ponakan Ku yang manis "


Mawar sangat kaget, pasalnya dia sedari tadi tidak sadar jika pamannya telah tiba ditempat ini.


Setelah semua orang selesai latihan Reno, Devi dan beberapa senior, diminta bergabung dengan pelatih mereka untuk melakukan rapat. Karna Mawar baru sabuk putih, jadi dia tidak bisa bergabung bersama mereka. Jadi Mawar memutuskan menunggu pamannya dan Devi, sambil menonton anak-anak Tinju yang sedang berlatih.


Setelah menunggu sekitar 30 menit, anak-anak Tinju sudah selesai latihan, tapi tidak dengan paman Reno dan Devi.


" Mawar kau mengapa belum pulang, mana paman Reno dan Devi? "


Rio bertanya pada Mawar, karna sedari tadi mawar hanya duduk sendiri, dan terlihat seperti orang kebosanan.


" pamanku dan Devi sepertinya sedang rapat bersama senior-senior dan pelatihku. "


" berapa lama mereka akan rapat? "


Rio kembali bertanya, setelah mendapat jawaban dari Mawar.


" Aku tidak tahu Rio...Aku hanya disuruh menunggu di sini. "

__ADS_1


Mawar kali ini menjawab dengan malas karna dirinya benar-benar sudah bosan sedari tadi menunggu kedua orang itu.


Setelah mendapat jawaban dari Mawar, Rio mengambil handphone nya dan mengirim pesan pada paman Reno dan Devi.


" Paman Reno, aku dengar dari Mawar kalau paman dan Devi sedang rapat sekarang. Mawar sudah bosan menunggu kalian, dan aku pun sudah selesai latihan. Jadi aku bermaksud membawa mawar pulang bersamaku dan mengantarkan dia. kasihan kalau dia sendiri menunggu di sini sendiri. "


" Ia Rio, kami sedang rapat bersama kepala dinas sekarang, terkait keberangkatan ku dan beberapa anak lainnya untuk seleksi PON tahun ini. Sepertinya rapat ini akan lama juga, apa kau tidak keberatan mengantarkan Mawar? Dan.....nanti bagaimana kalau Devi marah? "


Setelah mendapat jawaban dari paman Reno, Rio langsung membalas pesan itu.


" Tidak masalah paman, nanti aku akan memberi tahu Devi. Tolong paman juga katakan padanya kalau aku mengantarkan Mawar. lagian dia bawa mobil kok paman jadi tidak masalah. "


Setelah Rio selesai mengirim pesan pada paman Reno. Dia juga tidak lupa memberi tahu Devi, kalau nanti jangan mencarinya karna dia sudah pulang lebih dulu, karna harus mengantarkan Mawar yang menunggu mereka sedari tadi.


" Ayo kita pulang. Aku sudah memberi tahu pamanmu tadi, jadi kau tidak usah menggunakannya lagi. Aku yang akan mengantarkan mu "


" Ahhhh i...ia "


kali ini mawar terheran-heran, sambil mengemasi barang-barangnya, dia sesekali menatap Rio.


" Jangan curi-curi pandang terus padaku, nanti kau bisa jatuh hati. "

__ADS_1


mendengar kata-kata Rio padanya Mawar langsung membuang muka dan menunduk, menyembuhkan pipinya yang sudah seperti tomat matang.


" Tanpa menatapmu saja aku sudah jatuh hati, hanya dengan mendengar suaramu itu. "


Kali ini Mawar kembali bergumam dalam hatinya saja, tidak berani menatap Rio.


Rio sudah selesai mengemasi barang-barangnya, dan berjalan bersama Mawar menuju tepat dimana dia memarkirkan kendaraannya.


" Wahhhh.... wahhhh... Mengapa kau keluar bersama bidadari ku, mana bidadari cerewet mu itu Rio? "


teryata di tempat Rio memarkirkan kendaraannya, di sana masi banyak teman-temannya.


" Sudah ku ingatkan bukan, JANGAN MENGGODA DIA. "


Rio kali ini bicara dengan menatap wajah Marsel, yang kembali menggoda Mawar. Rio menekankan perkataanya, seperti seorang kekasih yang mengancam lawannya untuk tidak menyentuh kekasihnya.


" Minggir dari motorku, aku harus mengantarkan Mawar."


Rio kembali melanjutkan kata-katanya, dan meminta Marsel untuk tidak menghalangi mereka.


" ohhh...ohhh... santai Rio, aku hanya bercanda. lewatlah aku minta maaf sobat. "

__ADS_1


Marsel menjelaskan pada Rio, dia memang hanya bercanda saja, tidak ada maksud apa-apa.


__ADS_2