ANULIKA EIRA

ANULIKA EIRA
Apology..~10~


__ADS_3

Kini tampak Bara yang duduk di kursi Roftoop dengan canggung, di tangan sofa ada Darrel yang menghisap rokoknya dengan tenang dan Gavin yang bersandar didinding dan terus menatap tajam ke arah Bara yang terus berusaha menghindar dari tatapannya.


"Vin! please deh jangan liatin gue mulu, ia gue ngaku salah" ungkap Bara memelaskan wajahnya.


"dih jijik gue" celetuk Darrel membuat Bara mendelik ke arahnya.


"lu tau dimana letak kesalahan lu?" tanya Gavin dengan dingin, dan Bara pun menggeleng dengan polos.


"astaga!" erang Gavin dengan frustasi.


"kenapa lu jadi o'on begini sih Bar?" tanya Gavin tak habis fikir.


"tcik Jangan jadi kayak gadis perawan deh Vin main kode kodean, kagak paham gue" sanggah Bara membuat Darrel tersedak asap rokok nya sendiri.


"gak salah denger gue, lu yang playboy nya kelas kakap gak ngerti kodean cewe!" sarkas Darrel yang di pelototin oleh Bara.


"Lu bantu gue bujuk dia napa sih?" gerutu Bara dengan pelan yang di acuhkan oleh Darrel.


"woi sat gue tanya itu dijawab! kalau lu gak tau letak kesalahan lu dimana, jangan harap lu dapat gaji minggu ini" ketus Gavin dan pergi meninggalkan mereka.


Bara yang mendengarkan itu langsung membelalakkan matanya. "astaga! bagaimana nasib gue kalau gak dapat gaji minggu ini, uang jajan papa udah habis dan ini belum waktunya gue minta lagi yatuhaannn...." protes Bara merasa frustasi.


HAHAHAHAHAHA.....


Tawa menggelenggar Darrel berhasil membuat Bara mendelik ke arahnya.


"ngapain ketawa lu?" ketus Bara menatap tajam teman nya yang satu itu.


"hahahaha.. sumpah perut gue sakit sat " adu Darrel sambil mengusap ujung matanya yang sedikit berair.


"aduhh... huh... kasiannya anak mami gak dapat gaji" setelah mengejek demikian Darrel langsung lari terbirit sebelum Bara nekat menjatuhkannya dari Roftoop sekolah ini.


"DARREL SIALAN! TEMEN SETAN! GAK ADA AKHLAKNYA!" teriaknya menggetarkan SMA Secondary School.


...*****...


Sudah sekitar 15 menit yang lalu Bara mondar mandir di depan kelas Eira, bahkan ia bangun duduk pada kursi yang tersedia di depan kelas Eira.


"astaga! gimana caranya gue ngomongnya?" dumel Bara merasa aneh.


sekitar 5 menit lagi bel istirahat akan berbunyi maka Bara juga sudah bersiap siap di depan kelas ini bahkan rela membolos kelasnya. walaupun membolos kelas sudah biasa ia lakukan.


hanya saja! setiap dia membolos, biasa nya ia akan kekantin belakang sekolah menggoda kakak kakak kampus kedokteran yang di berada di belakang sekolah mereka.


namun sekarang hanya karena ancaman Gavin, ia harus menjatuhkan martabatnya untuk mendatangi kelas milik adik letingnya, siapa yang tidak malu saat kita harus mengahadapi puluhan mata saat harus berbicara dengan salah satu adik kelas mereka yang terkenal Famous disekolah ini.


Teng.. teng.. teng..

__ADS_1


Bara langsung terkesiap mendengar bunyi lonceng istirahat itu. bahkan hatinya mendadak gelisah.


ia mencoba duduk tenang di kursi didepan kelas itu, dengan pembawaan nya yang cool dan tenang .


banyak sapaan yang ia dapatkan dari adik adik kelasnya yang centil dan itu hanya ia tanggapi dengan senyum tipis sebagai tanda menghargai mereka.


"Eira !" panggil nya saat Ia melihat Eira melintas dengan gadis yang berangkat bersamanya kemarin.


Eira pun menoleh ke arahnya.


Eira menatap Bara dengan tatapan bertanya dan ia juga melihat Bara seperti gugup, sungguh wajah Bara yang tergolong Babyface tampak lebih imut melihat wajahnya gugupnya.


tapi tunggu! kenapa ia merasa Bara sedikit mirip dengannya. sudahlah ia tidak ingin mempermasalahkan itu.


"emm... ra! gue mau tanya gue ada salah ya sama lu?" tanyanya yang dijawab gelengan oleh Eira.


"atau gue ada salah apa sama lu dan Gavin, kenapa setelah keluar dari uks dia marah sama gue?" damn tepat setelah Bara mengatakan itu wajah Eira kembali memerah mengingat kejadian di ruang uks tadi.


tunggu! wajah merah, sikap malu malu dan salting, seperti tidak asing dimata Bara yang memang sudah tebiasa melihat tingkah itu.


Fix! Bara akan mati di tempat jika apa yang ia pikirkan ternyata benar.


"lu berbuat sesuatu ya! sama Gavin di dalam uks?" tanya Bara hati hati.


P**LAK**!


" jangan asal ngomong deh!" sarkas Eira menatap tajam Bara di hadapannya.


"tapi bener kan?" tanya Bara memastikan.


"terserah" sahut Eira yang membuat Bara kalang kabut.


"ASTAGA! GAVIN MAAPIN GUE...." teriaknya dan berlari tebirit birit dari sana.


emhh...


Eira mlirik kesamping melihat Jessika yang tampak menahan tawanya.


"lu suka sama dia?" tebak Eira membuat Jessika mendelik ke arahnya.


"kenapa lu ngomong gitu?" tanya nya dengan kesal.


"lu ketawa" sahut Eira dengan enteng.


mendengan jawaban itu Jessika lansung terdiam dan berjalan lurus ke arah kantin tanpa menunggu Eira yang sudah tertawa sinis.


"aneh"

__ADS_1


...*****...


Kini tampak Bara yang berlutut di hadapan Gavin dengan kedua tangan yang memegang telinganya.


"Vin maafin gue, gue gak tau kalau lu sama Eira lagi *** ***" fix! Gavin langsung menatapnya lebih tajam dari sebelumnya.


"eh! mak- maksud gu- ge tuh yang begitulah" elak nya cepat membuat Gavin salut akan kegigihan Bara hanya demi uang.


"udahlah hukuman lu selesai, tapi gaji lu tetep gue potong 5%" ujar Gavin membuat Bara kembali memelas.


"yah! jangan 5% dong, 1% aja ya..." bujuk Bara yang membuat Darrel yang sedari duduk tenang mendelik kearahnya.


"sejak kapan persen ada angka satu" celetuk nya dan kali ini Bara benar benar kesal terhadap temannya yang satu itu.


"diem lu bujang" sarkas nya membuat Darrel memelototkan matanya.


"sembarangan lu pantat bayi" ketus Darrel tak terima.


"mendingan pantat bayi, mulus" sahut Bara menatap remeh Ke arah Darrel.


"apa lu ngajak baku hantam!" tantang Darrel melipat almameternya sampai siku.


"ayo siapa berani"sahutnya membuat Darrel menatapnya datar.


"berisik!" bentak Gavin membuat keduanya diam seketika.


"gue malas denger perdebatan kalian, satu hal yang gue mau bilang, jangan ngeremehin kemampuan Eira dan juga keluarga besar Damian! dia udah tau identitas kita bertiga" setelah mengatakan itu Gavin pergi meninggalkan Darrel dan Bara dalam keadaan termangu.


"selicik itu kah Eira?" tanya Bara pelan.


"sikap itu memang mirip dengan sosok yang selama ini Gavin cari! ha' ya sosok itu yang mampu melakukan sesuatu dengan cekatan" ujar Darrel dan kembali menjatuhkan dirinya di bangku kelas.


"maksud lu Eira orang yang selama Ini Gavin nyari" tanya nya bingung.


"bisa jadi iya! bisa jadi engga"


...Bersambung...


...☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆...


...•...


...•...


...•...


...•...

__ADS_1


__ADS_2