ANULIKA EIRA

ANULIKA EIRA
Angel of Darkness..


__ADS_3

Kaget?


Itulah yang dirasakan mereka semua. Bahkan sang nenek kaget saat cucu perempuannya mengeluarkan kekuatan besar seperti itu! karena kekuatan itu melebihi kekuatan Viola. Bahkan Sang nenek dapat merasakan aura malaikat yang sangat tipis dari kekuatan yang Eira keluarkan.


"dia..."


"bukankah nenek sudah katakan jangan keluar dari ruang utama!" tegur sang nenek dengan suara lembutnya.


"kami tak akan mungkin membiarkan nenek di sakiti oleh paman" sahut Zikon yang kini beralih berdiri di depan Eira dengan mata nya yang berubah Violet.


deg!


Kembali di kagetkan, sang nenek kali ini merasa yakin bahwa ada Aura malaikat kegelapan didalam aliran darah kedua cucunya. Meskipun itu sangat tipis namun ia yakin adik ipar dan cucu cucunya dari bangsa iblis pasti dapat merasakan Aura itu.


"katakan siapa ayah kalian?" tanya Vier dengan keadaan masih syok.


Eira hanya menatapnya dingin tanpa berniat berbicara sedikit pun. "pergi dari sini paman!" titah Zikon tak terbantahkan.


"kau berani memerintah kakek ku!" bentak seorang pemuda yang tampak kesal dengan sikap sombong yang Zikon tunjukan.


srutt...


Selain Eira, semuanya tampak menegang kaku melihat Zikon melempar sesuatu hingga menembus jakun leher nya hingga kebelakang tengkuk pemuda yang membentaknya. Pemuda itu pun tampak berteriak kepanasan dan kesakitan dengan pilu. Hal itu mampu membuat Semua bangsa iblis panik, kecuali Vier yang tetap menatap kedua cucu dari kakak pertamanya yang tampak berbeda.


"ku ulangi sekali lagi siap~"


Belum selesai Vier berbicara, tampak seorang gadis dari kaum mereka melesat cepat ke arah Zikon dengan amarah yang menguasainya. Namun belum 10 jengkal ia dapat meraih tubuh Zikon dan Eira. Ia terlebih dahulu jatuh terlungkup di atas tanah dengan menggeliat bagai belut kepanasan.


"tcih iblis lemah seperti mu ingin melawan ku, bahkan meskipun kaum mu menyerang ku sendirian, aku akan dengan mudah meruntuh lantakkan kaummu dari muka bumi ini" tegas Eira tersenyum Devil layaknya sang dewi kegelalapan.


Zikon terkekeh kecil namun mengerikan. Ia menjentikkan jarinya, lalu meletakkan ujung telunjuknya ke tengah tengah dahinya sambil menekan sedikit. Ia menutup matanya sebelum sebuah lambang Emas dengan tanduk merah dan hitam dengan sebuah lambang sayap di tengahnya muncul di tengah tengah dahinya.


Mata Violetnya tebuka dengan tajam serta membawa Aura besar bahkan rambut nya turut berubah. Eira yang sebenarnya sudah tau. Hanya diam menyaksikan apa yang akan kakak nya lakukan. Meskipun ia tak pernah melihat kekuatan asli sang kakak.


Dengan mata tajam dan tubuh di kelilingi api bewarna Violet. Gavin menatap iblis iblis yang mengambang di udara menatapnya dengan syok. Ia tersenyum miring membuat suasana semakin tegang.

__ADS_1


Krak.. krak.. krak...


akhhhh...


Bagai bunyi tulang patah serta jeritan kesakitan menggema di halaman luas kekuasan kaum elf. Semua yang ada disana menatap ngeri ke atas melihat betapa sadisnya Zikon meremukkan seluruh kaum Iblis itu hanya dengan menggepalkan tangannya erat. dan mengendalikannya dengan mata.


Ia hanya menyisakan Vier, 2 pemuda dan seorang gadis dari bangsa Iblis yang tengah bersembunyi ketakutan di balik tubuh Vier saat melihat aura kegelapan itu.


Bahkan sang nenek pun tampan tercegang dengan melihat fenomena aneh yang terjadi didepannya.


200 tahun sudah kaum malaikat kegelapan lenyap dari muka bumi tanpa alasan yang jelas. Bahkan seluruh keturunan nya pun di nyatakan musnah. Namun ia tak menyangka, ia dapat kembali melihat kekuatan mengerikan itu dari kedua cucu nya. Bahkan ia terlihat takjub dengan cucu laki laki nya yang dapat mengendalikan kekuatan dengan baik.


"kakak tenanglah!" tukas Eira sambil mengusap bahu lebar milik Zikon.


Zikon menoleh mendengar suara itu, ia kembali tersenyum lembut dan kembali pada hak nya sendiri sebagai seorang elf murni tanpa menyebarkan sedikitpun aura kegelapan.


"maafkan gue dek jika lo takut..." ujar Zikon merasa bersalah.


"haish jangan gitu, gue bangga sama lo kakak, bahkan tanpa repot repot, lo udah musnahin tampang jelek mereka tanpa menggunakan sihir gue" celetuk Eira membuat Zikon terkekeh kecil.


Ia kembali menatap Vier yang sedang menahan amarahnya.


"kau sudah liat Vier? apakah kau mau 3 cucu mu itu kembali menjadi korban pelampiasan cucuku?" tanya Sang nenek membuat Vier menggeram.


"jangan terlalu senang kakak ipar, karena aku dan kakak tak akan berhenti untuk mendapat kan berlian seperti mereka"sahut Vier tak mau kalah.


Setelah nya ia membawa cucunya untuk segera menyingkir dari sana sebelum kedua cucu kakak kandungnya itu akan segera melenyapkannya juga.


"astaga mereka sangat mengerikan! bukan hal yang mudah menaklukkan seorang berdarah Iblis bercampur dengan darah malaikat kegelapan, di tampah keduanya memiliki darah elf dan manusia yang sangat kuat." fikir Vier di dalam perjalanannya.


Disisi Eira dan Zikon tampak keduanya terdiam dengan kepala menunduk, di hadapan mereka berada sang nenek yang menatap mereka dengan pandangan intimidasi.


"jelaskan pada nenek sekarang juga, siapa ayah kalian sebenarnya, mengapa di darah kalian mengalir darah malaikat kegelapan! kalian tahu ibu kalian sangat pandai menyembunyikan hal ini"


"lagi pula, dulu saat kakek kalian menjodohkannya, kami yakin bahwa kami menjodohkannya dengan seorang anak manusia." tunding sang nenek membuat mereka berdua semakin bingung.

__ADS_1


"nenek! bisakah nenek menyegel aura Eira terlebih dahulu? aku harus memulangkannya ke dunia manusia, aku takut teman temannya akan curiga akan hilangnya dirinya secara mendadak. Jika soal ayah! biar aku yang menjelaskan semuanya" sela Zikon membuat Eira langsung menatapnya.


Damn!


Ia lupa akan satu hal itu, bagaimana bisa ia melupakan sesuatu yang sangat penting. Ia tak ingin teman temannya menundingnya dengan banyak pertanyan. Itu sungguh memusingkan, terlebih apalagi jika Gavin mencarinya, sudah tamat riwayatnya astaga...


Tampak sang nenek menghela nafasnya dengan kasar. Ia menatap Eira dengan lekat. Untuk sekedar menghilangkan rasa rindunya terhadap putri satu satunya. Yang kini kecantikan itu diwariskan oleh cucu perumpuannya. Bahkan hampir 99% wajah mereka tercetak persis.


"bangkitlah!"


Eira segera bangkit dari duduknya saat sang nenek berjalan ke arah nya sambil membawa sebuah kotak persegi, yang terbuat dari kayu Jati dengan ukiran rumit namun terlihat sangat indah.


Ia terperangah kagum saat sang nenek membuka kotak tersebut. Didalam nya terdapat sepasang cincin dengan batu Red Beryl dan Red Diamond yang berada di tengah tengah lingkarang cincin tersebut, dua cincin itu berbeda namun dengan ukiran yang hampir sama.


Dan disisi 2 cincin itu terdapat dua butir mutiara laut yang tampak bersinar.


"telanlah!" titah sang nenek memberikan sebuah Mutiara laut yang berbetuk pil bulat. Awalnya Eira merasa ngeri saat ia harus menelan mutiara sebesar jempolnya itu mentah mentah.


Namun setelah menelannya ia seperti merasakan tubuhnya lebih ringan. Ia juga dapat melihat Zikon yang tersenyum manis ke arahnya.


"sayang! pakailah ini kemana pun kau pergi, jangan pernah di lepas! seharusnya ini milik ibumu dan suaminya kelak, namun sayangnya nenek lupa memberikan ini" tukas sang nenek membuat Eira tersenyum setelah memasang cicin tersebut di jari manisnya.


"Terimakasih nenek" ungkapnya sambil memeluk sang nenek dengan sayang.


...Bersambung...


...<☆>☆<☆>☆<☆>☆<☆>...


...•...


...•...


...•...


...•...

__ADS_1


__ADS_2