ANULIKA EIRA

ANULIKA EIRA
This is the truth..~32~


__ADS_3

Berjam jam sudah berlalu. tetapi sang Kaisar belum juga berhenti mengintrogasi Eira yang berada di depannya yang sudah terkulai lemah dengan luka Cambuk yang lumayan banyak. "ku tanya sekali lagi siapa orang tuamu?" tanya kaisar dengan intonasi dingin.


"aku tak akan memberi tahukan nama orang tua ku, sebelum kau mengatakan apa tujuanmu pak tua!" sarkasnya menatap tajam sosok tegap di hadapannya. plak "gadis sialan!" makinya setelah menampar pipi mulus Eira.


"Ayah ada apa?" tanya seseorang di balik Kaisar tersebut. "Samuel! dari mana saja kau?" tanya kaisar tersebut dengan dingin. "seperti biasa, aku mencari mangsa" sahutnya tenang.


"ehh... ayah! sejak kapan kau menyekap seorang wanita cantik" celetuknya, melesat cepat mendekati sang ayah dan berdiri tepat di hadapan Eira.


"tunggu sebentar! kenapa aku merasa tidak asing dengan wajahnya?" tanya Samuel memerhatikan lekuk wajah Eira. "kau menenalnya?" tanya Kaisar membuat Samuel dengan cepat mendongakkan wajah tersebut.


"KAU! GADIS SIALAN!" kagetnya saat melihat mata yang sedang menatapnya. "gue.. kayak pernah ngeliat lu" lirih Eira dengan suara parau.


"ahh.. aku mengenalnya ayahanda. dia gadis kesasar yang pernah aku jumpai di perbatasan bangsa serigala dan Vampire. bahkan karena dirinya, aku bertempur hebat dengan Edward si anjing bodoh itu" makinya menatap tajam sosok Eira didepannya.


"hahahahah! ternyata lu, sosok tua yang di panggil itu ya... ahhahaha, tapi kenapa muka lu kayak seumuran kakak kakak leting gue?" tanya Eira menatap lekat wajah Samuel.


"jangan menatap ku!" sentaknya merasa malu.


belum sempat Eira menjawab. rasa panas yang menyerangnya tadi. kini kembali membakar tubuh nya yang masih memakai seragam sekolah. "AKHHH!"


Samuel dan Kaisar pun kaget mendengar teriakan itu, yang terdengar sangat pilu dan tajam. "Ayahanda! kakak! menyingkir dari wanita itu" teriak Louis dari arah belakang mereka membuat keduanya menoleh.


namun sayangnya belum sempat mereka melarikan diri. mereka terlebih dahulu di kejutkan dengan bunyi rantai yang di tarik paksa sehingga putus. mereka kembali menatap sosok di belakang mereka dan betapa terkejutnya mereka manatap mata itu.


mata kiri bewarna hijau daun, dan mata kanan bewarna Violet namun lebih gelap. rambut terurai bergelombang bewarna Violet dengan sedikit kehitaman di ujung. baju bewarna biru menjutai sampai mata kaki, jubah hitam yang menutupi. dan mereka lebih terkejut melihat sayap berbeda warna dibalik punggung Eira.


"ibliss..." gumam ketiganya melihat sosok cantik di depannya. "halo paman!" sapa nya dengan senyum devil.


"siapa kau?" tanya Kaisar dengan hati hati.


"aku?"


"heh! paman tidak mengingatku? hey paman, aku Anulika Eira, putri dari Viola Sasentra Bario" ucap nya dengan senyum manis. bahkan dengan sekedip mata ia sudah berada di depan ketiga pria itu.

__ADS_1


"jangan mendekati ayah ku!" ancam Louis menghalangi langkah Eira dengan pedangnya. "wahh... kau tampan, hah, tapi sayang tak setampan dirinya" bisik Eira sambil menyentuh dagu Louis dengan telunjuknya.


"jangan menyentuh ku" geram Louis yang kembali menekan pedang nya ke arah Eira, membuat Eira menatap pedang itu dengan remeh. kreek.. bunyi pedang retak mengaget kan mereka semua.


bagaimana tidak hanya dengan tatapan Eira, ia berhasil meretakkan pedang kesayangan Louis yang terkenal kekuatannya yang sekuat baja. "Kau..." tatap Louis dengan tidak percaya.


"bagaimana paman kau sudah mengingat ku?" tanya Eira sambil memainkan kukunya.


"heh! pantas saja, aku merasa tidak asing dengan dirimu, ternyata kau cucu dari Riana Aurora Bario, dan Fathur Bario, 2 makhluk beda alam, yang menikah tanpa restu, benar tidak?" sindir Kaisar membuat Eira tertawa sinis.


"kau tau banyak paman! ayolah mari kita berbincang bincang" ajak Eira berjalan mendahului mereka dan duduk disalah satu tempat ratu utama, membuat mereka semua melotot. "Lancang!" teriak Samuel, saat melihat tepat ibunya ada yang menduduki.


saat ia ingin melayang kan pedangnya. Eira terlebih dahulu menatap nya tajam. membuat nya terlempar dari tempat ia berlari. "Vampire lemah, ingin melawan ku? setidaknya kau mengaca dulu tampan!" sindir Eira tersenyum miring.


"kau menyakiti anakku putri!" tekan Kaisar membuat Eira Duduk bersila dengan tenang. "kau fikir aku peduli paman? andai ia tidak mencari gara gara, aku tak akan menyakitinya" sahut Eira dengan tenang.


"baiklah kau ingin berbicara apa?" tanya Kaisar dengan helaan nafas berat. sedangkan Louis sibuk menyuruh pengawal membawa kakaknya masuk, dan ia sendiri menjaga Ayahanda nya.


traaang...


Kaisar terbelalak saat Eira tak segan segan melempar 3 pedang ke arahnya, sehingga menancap mengelilingi tubuhnya. "sekali lagi kau berbohong, aku tak akan membuat nya melesat paman" ancamnya menatap tajam.


"baiklah! aku akan memberitahu, tapi hanya sedikit yang aku tau" sahug Kaisar dengan bergetar, berbeda dengan Louis yang masih menegang.


"katakan!" ucapnya dengan duduk beribawa layaknya seorang raja.


"ibu mu telah tiada, bertepatan saat kau di berikan oleh seorang wanita, yang berasal dari klan mermaid. namun tubuh ibumu masih di awetkan di sebuah masion besar. di rumah manusia, dia ayah mu, terlebih kau memiliki 2 orang kakak laki laki, yang satu dengan ibu yang sama, dan satu lagi dengan ibu yang berbeda" ceritanya membuat Eira merengut.


"tunggu sebentar! maksudmu, mama Abel yang merawatku selama ini seorang Mermaid?" tanya nya kaget, dan di angguki oleh kaisar tersebut.


"beritahu aku di mana ibuku?" tanya nya sekali lagi.


"aku benar benar tidak tahu, aku berani bersumpah, kau cari saja keluarga Mafia terkuat di dunia mu, dan kau akan mendapat jawabannya" sahut Kaisar bergetar ketakutan saat pedang tersebut bergerak mendekatinya.

__ADS_1


"jangan menyakiti ayah ku" bentak Louis membuat Eira menatapnya tajam "jangan membentakku bedebah!" makinya dan melayangkan sebuah anak panah yang berhasil di hindari oleh Louis.


"putri kumohon jangan sakiti putraku" pinta Kaisar parau.


Eira mengangkat tangannya tinggi tinggi, menandakan ia ingin di tinggalkan sendirian di sana, "pergilah! sebentar lagi purnama akan penuh, aku takut tidak bisa mengontrol kekuatan ku" pinta Eira dengan suara yang melembut.


"tapi put-"


"PERGILAH!" bentaknya, membuat semua nya keluar dari ruangan tersebut dan menutup nya rapat rapat.


"sial! gue gak bisa nahan tubuh gue... pliss deh ini apa apaan, jangan buat gue pusing...." lirihnya menahan sakit.


bertepatan dengan itu sinar purnama memenuhi ruangan nya membuat ia berteriak kesakitan di dalam sana. membuat orang yang berada di luar ketakutan dan menggigil "ayah! siapa wanita itu?" tanya Louis merasa merinding.


"Louis! sebaiknya jangan mencari masalah dengan dirinya. neneknya seorang elf murni sedangkan kakeknya juga seorang Demon murni, ia memiliki kekutan penyembuhan, racun, dan pertempuran yang hebat, kita bukan lawannya, walau ayah seorang kaisar"


"bahkan ibunya, tak sekuat dirinya!" sabung Kaisar.


sedangkan didalam, tampak Eira yang sudah berubah total, rambut Coklat, manik mata yang bewarna Violet dan ungu gelap, gaun hitam, jubah hitam, di tambah sayap hitam yang sangat mengerikan, taring keluar mencuat di antara kedua bibirnya. "kita akan bertemu Demondark" gumamnya tertawa mengerikan membuat semua penghuni disana merinding.


setelahnya ia melesat hilang dari sana entah kemana.


...BERSAMBUNG...


...☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆...


...•...


...•...


...•...


...•...

__ADS_1


__ADS_2