
"Dia ibliss..." ujar seseorang membuat mereka menoleh.
"maksud kamu?" tanya Abel terhadap pelayan wanita muda yang bekerja dirumahnya baru baru ini.
"maaf nyonya jika saya lancang, namun saat melihat kondisi nona muda Eira, saya langsung mendapat ikatan batin dari sosok yang menculik nona muda dan nona Jessika" tukas nya membuat mereka mengernyit.
"lu.. bisa lihat hal hal gaib gitu atau apa gitu?" tanya Jessika yang di angguki olehnya.
"jelaskan secara rinci" tukas Gavin yang merasa penasaran dengan kisah itu.
"hum.. 3 hari setelah nona lily terpuruk karena pembatalan perjodohan itu, ia nekat untuk pergi ke orang pintar dan memelihara iblis untuk kembali mendekati tuan muda Haydar, dan menghabisi segala gadis yang mendekati tuan muda" jelasnya menundukkan kepalanya dalam diam mencoba menyembunyikan sesuatu dibalik wajahnya.
"setelah ia berhasil memelihara iblis itu, 2 hari kemudian ia mengorbankan nyawanya sebagai syarat utama agar niatnya berhasil, dan ia dibangkitkan kembali dengan raga yang sama namun jiwa yang berbeda" ujar Gadis pelayan tersebut bercerita berdiri tak jauh dari mereka.
"apakah hal itu dapat di percaya?" tanya Ayah Jessika dengan ragu.
"saya tidak bisa membuat kalian semuanya percaya terhadap omongan saya, karena itu hak kalian untuk mempercayai atau tidak!" sahutnya mantap.
"baiklah kalau begitu, terimakasih penjelasannya gadis kecil" ujar Abel membuat gadis tersebut menganggukkan kepalanya.
"cantik? mengapa menunduk terus?" tanya Bara berniat menggoda gadis itu, sedangkan Jessika sudah memandangnya dengan tatapan jijik.
"goda terus, receh begitu siapa yang mau?" ejek Jessika bersedekap dada.
"eh belah ketupat diem aja lu jomblo!" sarkas Bara dengan sadisnya membuat Jessika sukses melotot kearahnya.
__ADS_1
"dari pada lu buaya darat!" tuduh Jessika tak terima.
"haduh kalian ini, sudah jangan bertengkar, nak siapa namamu?" tanya Linda terhadap gadis pelayan tersebut.
"Sera..." ucapnya pelan, yang diangguki oleh mereka semua.
"kalau begitu saya permisi nyonya!" ia pun berbalik menuju dapur.
sampai didapur tepatnya di depan wastafel ia mengangkat kepalanya dan memperlihatkan bola matanya yang bewarna hijau terang di balik pony coklat miliknya.
"akhinya kami menemukanmu nona muda! selama ini, kau berhasil menyembunyikan aura mu yang begitu tertutup sehingga kaum kita tidak dapat mencium aroma penerus kerajaan! " lirihnya tersenyum tipis dan kembali menudukkan kepalanya.
...*****...
Disisi lain tampak seorang gadis yang mengamuk besar dan menghancurkan kamarnya tanpa tersisa. "sialan! sialan! sialan! kenapa dia bisa kabur, dan kenapa Gavin bisa tau keberadaan dia, sialan! siapa sebenarnya Eira..." teriaknya marah mengacak acak rambutnya frustasi.
"Gue lilyana! gak akan ngelepas lu sebelum diantara kita ada yang tewas" kekehnya meremehkan .
...*****...
Jika orang orang disekitarnya sedang panik, namun berbeda Eira yang terbangun dari pingsannya dengan tampang polos dan bodohnya.
"kok gue ada dikamar?" tanya yang bingung akan kondisi, apakah ia bertranformation?
"eh bentar!" otak cantiknya coba mengingat beberapa buah kejadian sebelum ia terbangun di kamarnya.
__ADS_1
perlahan. namun pasti, raut wajahnya tak dapat satupun dari orang dapat menebaknya "sialan! yang berubah itu gue?" tanya nya dalam hati dengan desakan tawa yang ingin keluar.
"haih.. yang bener aja gue berubah gitu kayak power ranger" gumam nya masih terkekeh geli.
"gue harus tau kekuatan apa itu" dia pun berjalan ke arah lapton yang berada di lab dan mencari banyak informasi semua yang ada di internet.
ia bingung banyak yang mejelaskan tentang kekutaan kekuatan yang ia punya itu. namun, tak ada satupun jawaban yang membuatnya puas dan mengerti. menurutnya semua itu terlalu membelit belit.
"gue bakalan tanya bunda permasalahan ini" ucapnya dan beranjak turun dari ranjang.
kreett..
"Eira!"
...Bersambung...
...☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆...
...•...
...•...
...•...
...•...
__ADS_1
... ...