ANULIKA EIRA

ANULIKA EIRA
Eira passed out..~05~


__ADS_3

sekitar 2 jam ia menghabiskan waktunya di kantor polisi menyelesaikan masalah kedua adiknya. sebenarnya ia bisa saja menggunakan nama keluarga nya untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat. namun sedari kecil ia terbiasa tidak berdiri di balik nama keluarganya.


akibatnya ia menggerutu kesal mendengar ceramahan yang cukup panjang membuat kupingnya panas dan keram mendengarnya.


"ah' akhirnya..." ucap nya pelan. ia mengipas ngipasi wajahnya yang terasa panas dan gerah.


setelah selesai dengan acara mengipas ngipas. ia menancapkan mobilnya menuju kediaman besar nya.


soal Felix dan Dian, mereka berdua telah dipulang kan kerumah sejam yang lalu. karena luka mereka yang tak terlalu parah membuat dokter mengizinkan mereka untuk bisa beristirahat dirumah saja.


...*****...


"ra! lama banget sih lu, ngapain aja lu di kantor polisi?" gerutu Jessika membuat Eira yang baru menutup pintu mobil tarsentak kaget.


"lu tau?" tanya nya membuat Jessika mengangguk.


"Dian sama Felix udah ceritain semua kok sama gue! ohiya di dalam ada tante lu noh" ujar Jessika membuat Eira mengernyit.


"mama nya Felix?" tanya nya memastikan dan dijawab anggukan oleh Jessika.


tanpa menunggu lama, Eira berlari memasuki rumahnya. dan benar seperti yang dikatakan Jessika bahwa tante nya sudah duduk di atas Sofa dengan sebuah majalah di tangannya.


"tante Nova!" panggil nya membuat wanita paruh baya yang masih tampak cantik itu menoleh dan tersenyum lembut ke arah Eira.


"sini sayang" ajak Nova dan langsung di angguki oleh Eira.


"maafin Felix ya! udah buat kamu susah..." ujar Nova membuat Eira tersenyum tipis.


"sudahlah tante mereka masih kecil, wajar saja mereka berani berbuat nekat dengan segala sesuatu yang membuat mereka penasaran" sahut Eira yang di balas elusan kepala oleh Nova.


"baiklah tante gak bisa lama lama soalnya butik lagi rame ramenya, tante nitip Felix ya!" ujar Nova yang di angguki oleh Eira.


"iya tanye Eira bakal jaga mereka kok" sahut nya tenang.


"baiklah kalau begitu tante pamit ya bye" Nova meninggalkan Eira setelah memberikan kecupan singkat pada dahi putri Sulung adiknya itu.


"ada apa Ra?" tanya Jessika yang kembali muncul.


"ga adasih" sahut Eira dan bangkit untuk menuju kamarnya.


"Ra! hari ini jalan jalan yuk, bosen gue" keluh Jessika.


"oke" sahut Eira dengan singkat dan kembali ke kamarnya untuk segera mengganti pakaian.


...*****...

__ADS_1


di kamar mandi ia menatap jari nya yang tadi di hisap oleh Gavin.


"kayaknya gue pernah ketemu sama tuh cowo! tapi dimana ya? ada perasaan asing yang mengatakan bahwa kami memiliki hubungan yang erat di masalalu. bahkan jika tadi gue gak segera sadar. mungkin gue udah hanyut dalam permainannya " lirih Eira menatap pantulannya di cermin kamar mandinya.


tak ingin ambil pusing ia memutuskan untuk mandi dan berjalan jalan sebentar.


...*****...


ia memutuskan memakai hotpans di padukan Hoodie dongker kebesaran dan rambut yang ia kucir kuda. dan sepatu keet yang menambas kesan coolnya.


sedangkan Jessika sendiri ia memutuskan memakai dres bunga bunga selutut dengan lengan pendek nya manampakkan lengan mulusnya.


"kalian mau kemana?" tanya Dian berusaha berjalan tertatih ke arah Eira dan Jessika.


"Dian kenapa lu keluar sih?" gerutu Eira membuat Dian tercengir kuda.


"aku bosan kakak! Felix sendiri tidur, jadi aku gak tega bangunin dia.


"kakak ingin keluar sebentar, jika kamu lapar langsung minta kepada pelayan saja, ohiya kamu nitip apa?" tanya Eira membuat Dian terdiam.


"aku mau permen, ice cream, cemilan, dan beberapa coklat" ujar nya membuat Eira menggaruk pelipisnya yang tidak gatal dan Jessika yang terbelalak.


"lu mau adain syukuran dek! banyak banget pesanan lu" cibir Jessika membuat Dian menatapnya malas.


"bilang aja miskin" celetuk Dian membuat Jessika ingin menendangnya kebawah.


...*****...


di perjalanan tampak sunyi dan suram Jessika agak curiga melihat wajah Eira yang semakin pucat. dan seperti dugaan nya mobil mereka berhenti di pinggir jalan. dan Eira yang menyandarkan kepala nya pada stir mobil.


"are you oke ra? "


"hem..." dehemnya singkat.


bruk...


Jessika tercekat saat melihat Tubuh Eira ambruk di samping nya.


"astaga ra!" teriak Jessika dengan panik.


dengan cepat ia keluar dari mobil dan berjalan ke pintu sebelah untuk segera memindahkan Eira ke kursi penumpang.


"aduh ra! bangun dong, astaga badan lu panas banget..." keget Jessika saat meraba dahi Eira yang terasa sangat panas.


"aduhhh susah banget lagi mindahin nya" gerutu Jessika mencoba menarik tubuh Eira keluar dari mobil.

__ADS_1


"ada apa?" Jessika hampir saja terjungkal kedepan jika tubuhnya tidak di tahan oleh sepasang tangan kekar.


ia kembali meletakkan Eira di kursi pengemudi dan berbalik menatap siapa yang berada di belakangnya.


"kak Gavin, kak Darrel sama kak Bara! ngapain kalian disini?" tanya Jessika merasa heran.


"seharus nya kami yang bertanya ada apa dengan gadis itu?" tanya Bara membuat Jessika menepuk dahinya.


"astaga aku kelupaan! Eira sakit kak badannya panas banget jadi aku mau pindahin dia kebelakang agar aku bisa segera membawanya kerumah sakit" ujar Jessika dengan khawatir.


dan sekali lagi ia hampir terjungkal kesamping saat Gavin tiba tiba mendorong nya dan mengecek suhu tubuh Eira. jika saja Darrel tidak menahan tubuhnya sudah ia pastikan bahwa ia akan terperosok ke atas aspal.


"terima kasih kak !" ucap nya yang di angguki oleh Darrel.


"DARREL PERSIAPKAN MOBIL" teriak Gavin membuat mereka bertiga kaget.


"ba- baik." setelah mengatakan itu Darrel berlari ke arah mobil mereka dan segera membawanya ke arah depan mobil Eira.


dan lagi lagi Jessika melongo saat melihat wajah panik Gavin apalagi saat ini ia sudah mengambil alih tubuh Eira kedalam dekapannya dan dengan segera membawanya kedalam mobil.


"lu anterin temannya" ucap nya singkat kepada Bara sebelum Gavin berlari memasuki mobilnya.


"huh... gue lagi yang kena, yaudah ayo kita pulang" ajak Bara membuat Jessika reflek memegang tangannya .


Bara menaikkan sebelah alis nya sambil melirik pergelengannya yang di tahan oleh Jessika. Jessika Yang menyadari itu pun langsung membolakan matanya.


"ah, maaf kak aku cuma bilang, bisakah kita ikutin mobil Mereka?" tanya Jessika hati hati.


"kenapa?" tanya Bara sambil bersedekap dada.


"emm itu anu, aku nginap di rumah Eira, jika aku pulang tidak dengannya kedua adiknya pasti akan khawatir. sedangkan jika dirumah ku, terlalu sepi" ujar Jessika takut takut.


"yaudah lu ikut gue ke markas aja, sekalian disana banyak cewe juga lu bisa duduk sebentar, karena gue gak mau lu ganggu waktu Gavin dan Eira disana" sahut Bara dan langsung menaiki mobil milik Eira tersebut.


Jessika pun hanya bisa pasrah saat ini, dengan perlahan ia melangkah untuk masuk ke kursi disamping kemudi. setelahnya mereka pergi meninggalkan kawasan itu.


...Bersambung...


...☆¤☆¤☆¤☆¤☆¤☆...


...•...


...•...


...•...

__ADS_1


...•...


__ADS_2