ANULIKA EIRA

ANULIKA EIRA
He was dead?.. ~24~


__ADS_3

setelah melenyapkan pengawal pengawal bodoh itu, ia kembali beranjak mendekati Gavin yang masih terbaring lemah akibat efek obat bius tersebut.


dan disitu juga pakaian Eira lagi lagi berganti dengan sebuah gaun panjang bewarna hijau daun lembut, dengan rambut yang kembali bewarna coklat dan mata yang berubah menjadi warna hijau, serta jubah hitam yang masih melekat.


"Hah! gue harus nemuin teratai hijau raksasa di sekitar sini, karena gue perlu bunganya" gumamnya pelan mengusap lembut pipi Gavin yang sudah tampak pucat.


ia bangkit dan berjalan disekitar sana setelah memberikan pelindung transparan sementara untuk Gavin.


beberapa menit berlalu akhirnya ia menemukan bunganya, dan itu sungguh indah, ia bahkan tak henti hentinya terkagum.


dengan cepat ia memetiknya dan langsung berlari ketempat ia meninggalkan Gavin. tak menunggu lama ia langsung memasukkan beberapa tetes air yang berada di bunga teratai tersebut ke dalam mulut Gavin. setelah nya ia memutarkan tangannnya membentuk lingkaran kecil bewarna hijau yang mengapungkan bunga teratai yang sedang menggugurkan kelopaknya dan menyerap ke dalam tubuh Gavin.


uhuk uhuk uhuk....


Eira langsung terjengkit kaget saat mendengar batuk tersebut ia langsung merubah wujud asli nya dalam sekali kedipan mata, sebelum akhirnya ia pun jatuh pingsan di sebelah Gavin.


sedangkan tak jauh dari mereka tampak Abel yang melihat kejadian perubahan Eira dengan kaget, ia juga telah menutup penglihatan Ketiga remaja yang berada disisinya.


"Fa- fairy... jang- jangan kak Vi- vio adalah seorang bangsawan Peri obat yang terkenal itu, namun jika ia begitu mengapa eira memiliki kekuatan iblis, sekejam apapun seorang Fairy, mereka tak pernah memiliki darah iblis." gumamnya pelan terbata bata.


"aku gak nyangka, bukankah kaum mereka sudah diyatakan lenyap? " tanya Abel dengan air mata yang mulai jatuh.


"kalian ikut tante!" ujar Abel yang telah membuka penghalang pada penglihaan para remaja itu


"lah sejak kapan Gavin sama eira ada disana?" tanya Bara dengan kaget, hal itu juga berlaku bagi Jessika dan Darrel.


eghhh...


Gavin bangun dari baringannya, dan duduk seraya menyentuh dahinya yang terasa berdenyut. "sialan dimana ini?" tanyanya yang belum menyadari keberadaan Eira.


dan saat ia menoleh ia baru menyadari ada seseorang berbaring disampingnya, setelah menyibak pelan rabut gadis disampingnya ia di buat kaget dengan keberadaan Eira yang ada disampingnya dengan wajah pucat.


"wait!" ia cobat mengingat kejadian sebelum ini terjadi, dan ia hanya mengingat dimana ia diserang saat ingin memasuki hutan ini, dan melihat sekilas bayangan seorang wanita berjubah yang memiliki rambut panjang bewarna violet.


"gak mungkin kan gadis itu adalah Eira?" tanyanya sambil menyentuh pipi Eira yang tampak kotor.

__ADS_1


"Gavin!" panggil Darrel membuat Gavin menoleh.


"kalian! kok kalian disini?" tanya Gavin bingung.


"emmm... itu.."


"nak! angkat Eira, dia pingsan, dan tubuhnya hanya memakai selapis pakaian ini sudah menjelang malam, takutnya eira akan jatuh sakit dalam keadaan pingsan begitu" ujar Abel dengan datar membuat mereka menatap Eira yang terbaring.


dan tanpa berfikir dua kali, Gavin bangkit dari duduk nya dan menggendong Eira untuk segera ia bawa keluar dari hutan tersebut. sedangkan Abel ia menahan gejolak saat bertemu dengan Gavin.


ia tau ini salah, tapi ia tidak bisa membiarkan Gavin bertemu dengan Anak Viola, itu akan memperkeruh suasana nantinya, terlebih saat ia menyadari bahwa eira bukanlah manusia murni. "kakak bantulah aku untuk menangani masalah ini..." gumamnya pelan.


"tan.. ayo..." ajak Jessika yang masih transparan.


...*****...


setelah sampai di kediaman Damian, mereka semua turun dari tiga mobil yang berbeda, karena Gavin dan Eira memasuki mobil Dion yang saat itu baru tiba di depan hutan bersiap untuk memasukinya.


sedangkan orang tua Jessika masih tampak cemas karena putri mereka belum juga ditemukan, tapi Abel sudah memaksa untuk menghentikan pencarian karena ia sudah menemukan Jessika. walaupun awalnya sempat ada pertentangan diantara kedua ibu itu.


dengan sekali kedipan mata, telapak tangan Abel sudah mengolah alih daun daun obat yang ia pinta dengan kekuatannya, dan setelah selesai ia menyuruh Jessika.


meminumnya sampai tandas.


uekkkk... uek...


"apaan ini tan, bau banget, rasanya aneh pait lagi astaga.. uekk.." gerutunya dengan wajah berkerut aneh.


dan disaat itu Abel tersenyum tanpa mendengar ocehan Jessika yang tiada henti itu, namun tubuhnya perlahan menampilkan tubuh sosok Jessika yang sudah mengenakan pakaian santai. karena ia sudah menggantinya saat dirumah sakit.


"jessi! tubuh kamu udah balik" ucap Abel dengan bahagia membuat Jessika langsung terdiam.


ia berlari menghadap kekaca dan ia menemukan tubuhnya dipantulan tersebut, menampilkan dirinya dengan pakaian yang sama. "ahh tantee.. makasihh..." teriak nya dan mengahambur memeluk ibu sahabatnya itu.


Abel pun tak sungkan untuk memeluk Gadis yang dihadapannya kini, yang sudah lama ia menganggap anaknya sendiri. "yaudah sekarang kita keluar" ujar Abel membuat Jessika mengangguk.

__ADS_1


Abel dan Jessika pun keluar dari kamar tersebut membuat orang orang disana tercegang dan kaget atas kehadiran Jessika yang baik baik saja dan tiba tiba.


"Jessi! kamu dari mana aja..." tangis Linda pun pecah di dalam pelukan sang anak. "Jessi gak kemana mana kok ma! tadi cuma ada masalah sedikit" ujar Jessika mencoba menenangkan orang tuanya.


"Jessi! jelaskan ke kita kejadian nya secara ditail" ucap Dion membuat mereka semua mengangguk. Jessika pun membawa mereka keruang tengah agar ia bisa bercerita dengan leluasa.


sampai disana ia pun menceritakan segala kejadian yang sempat menimpa ia dan Eira, dari awalnya yang tiba tiba datang tiga orang kedalam kamar inap Eira, dan langsung membius Eira dan dibawa pergi, Jessi yang saat itu sedang berdandan pun mencoba menolong namun sayang, ia juga ikut terjebak saat ia berhasil di lumpuh kan oleh kedua sosok lainnya. dan juga menceritakan dalang di balik itu semua.


namun yang diceriakan Jessika tak terasa masuk akal oleh Bara dan kedua kawannya.


"Jess! lu tau sebuah berita gak?" tanya Bara yang membuat Jessika menggeleng. "gimana gue mau tau kalau lu gak bilang..." tandas Jessika dengan malas.


"seminggu yang lalu gadis yang bernama lilyana itu, bunuh diri gara gara Keluarga Gavin mutusin pertunangan mereka" jelas Darrel membuat Jessika terkejut.


"waitt, kok gue gak tau?" tanya Jessika membuat Darrel mengehela nafas. "karena keluarga Haydar menutupi berita ini, biar gak jadi masalah" jelas Bara membuat Jessika bingung.


"ohh.. putri bungsu dari keluarga Queenteir itu kan?" tanya Dion yang diangguki mereka bertiga.


"om tau?" tanya Gavin membuat Darrel mengangguk. "keluarga Queenteir memiliki dendam pribadi dengan keluarga Damian dari tahun ke tahun" ujar Dion membuat mereka mengangguk.


"ehh... waittt...! kalau dia udah meninggal, terus yang neror dan yang nyulik kita siapa?" tanya Gadis tersebut membuat semua orang menatapnya. "pantas ada hawa aneh yang ada pada sihir tranparan di tubuh Jessika " gumam Abel dalam hatinya.


"dia iblis..."


...BERSAMBUNG...


...<☆>☆<☆>☆<☆>☆<☆>...


...•...


...•...


...•...


...•...

__ADS_1


__ADS_2