
Betapa terkejut nya Zikon saat melihat adiknya sudah begantung ditepi tebing bukit yang mereka pijaki. dengan larian tergesa gesa, Zikon berlari ke arah adiknya yang masih berpegangan pada pinggiran tebing.
"kakak!" panggil Eira berusaha naik.
satu pertanyaan! mengapa Eira tidak menggunakan sayap nya saja untuk naik? bukankah bukit tersebut sedang sepi? jawabannya, masih ingat arti dari nama Eira? ia hanya bisa mengontrol emosi dan kekuatannya hanya tepat saat musim dingin menerpa wilayah yang ia tinggali.
sebab itu kekuatannya melemah jika bukan saat tertentu.
dengan lincah Zikon menyungkurkan dirinya sendiri ke depan, dan meraih telapak dan lengan Eira untuk ditariknya.
"bertahan sedikit lagihh.." tukas Zikon berusaha menarik Eira ke atas.
hah.. hah... hah...
setelah keduanya berhasil selamat dari tebing itu. keduanya langsung merebahkan diri di atas rerumputan bukit.
"gila! nafas gue hampir berhenti saat gue ngeliat lu gelantungan kayak begitu" gerutu Zikon menutup matanya menggunakan lengan.
"hah... hah... batu sialan! kalau ga ada dia tadi. gue gak bakalan kayak tadi" maki Eira kepada batu yang sudah hilang kemana akibat tersandung olehnya.
"lu sih ngapain lari larian segala" ujar Zikon membuat Eira mendelik ke arahnya tanpa sepatah suara pun.
merasa tak ada jawaban dari sampingnya, Zikon mengangkat lengannya dan menoleh ke samping, wajahnya langsung kaget melihat wajah garang Eira yang siap siap menerkam mangsanya.
"kenapa lu liatin gue kayak gitu?" tanya Zikon berpura pura polos.
"kakak sialan! andai aja lu tadi gak ninggalin gue. gue gak bakal jatuh kesana, kalau lu marah ya marah aja gak usah main pergi pergian lu, gue gak suka. sialan sialan, kaka sialan!" makinya mengeluarkan segala unek unek, sambil memukul dada bidang Zikon yang tertidur disampingnya.
Merasa sudah kekuarangan oksigen akibat pukulan maut Eira, Zikon beralih menangkap kedua tangan itu menatap wajah Eira yang tampak memerah menahan marah dan tangis nya.
huh!
"maafin gue! sini..." Zikon menepuk lengan kirinya yang terjulur, untuk menyuruh Eira tidur disana.
dengan perasaan yang masih marah, Eira menidurkan dirinya kembali disamping Zikon dengan lengan Zikon sebagai bantalannya.
"lu tau? gak semua hal tentang keluarga kita harus lu ketahui dek! ada beberapa hal yang memang sangat sensitif untuk gue bahas apalagi untuk lu ketahui, gue mohon lu mengerti" lirih Zikon menatap langit biru yang memancarkan kelembutannya.
Eira menatap kakaknya sendu, ia dapat merasakan kepahitan yang kakak nya rasakan, sama sekali tak bisa di bandingkan dengan kehidupannya sekarang, yang penuh dengan kemewahan dan juga kasih sayang.
"gue ngerti perasaan lu kak! maaf" cicit Eira membuat Zikon menoleh ke arahnya.
tangan Zikon yang sebelahnya lagi, yang awalnya menjadi bantalan kepalanya sendiri, kini beralih mengusap kepala Eira dengan sayang.
sesekali ia mengecup pucuk kepala adiknya dengan lembut, memberitahukan kepada adiknya bahwa ia sangat sangat menyayangi adiknya ini.
__ADS_1
"gue gak masalahin dengan segala sesuatu yang lu penasaranin, tapi untuk masalah ini jangan coba coba untuk cari tahu. karena gue gak akan pernah ngizinin lu dek" ujar Zikon masih sibuk dengan usapan di rambut Eira.
"iya gue usahakan gue gak akan cari tahu apapun itu, jika memang lu gak ngizinin gue" sahut Eira membuat Zikon tersenyum manis.
"lu memang adik gue, ayo pulang! udah hampir siang, gue mau makan masakan bunda Abel" ujar Zikon beranjak bangkit, dan menarik tangan Eira untuk berjalan beriringan dengannya.
disisi lain tenyata terdapat seorang gadis yang tertawa senang karena mendapatkan foto yang sangat spesial. dimana didalam foto tersebut, terdapat Zikon dan Eira berpelukan dalam posisi tidur, Zikon yang mencium pucuk kepala Eira, dan Zikon yang mengusap kepala Eira dengan lembut, dan banyak hal lainnya lagi.
"tcih... dengan foto foto ini. gue akan buat hubungan lu dan Gavin semakin merenggang Eira. lu liat aja, gue gak akan nyia nyiain lagi kehidupan gue yang kali ini" ujar sosok gadis itu sambil tersenyum miring.
...*****...
Keesokan paginya. Eira menuruni tangga dengan seragam sekolah khas nya. namun kali ini ia tak lagi mewarnai rambutnya. hanya pakaiannya saja yang menampilkan jiwa Badgirl.
"pagi ma! pa! an!" sapanya dan duduk di kursi pribadinya.
"pagi!"
"pagi sayang!"
"pagi kak!"
"sayang kamu berangkat sama siapa?" tanya Abel sambil memberikan gelas susu milik Eira.
"bareng Jessi sama Jihan ma" sahutnya sibuk mengoleskan selai di rotinya.
"engga!"sahut Eira cuek.
"tumben kamu gak bareng Zikon? biasanya nempel mulu?" sindir Dion sambil melahap rotinya.
"dia ada rapat pagi pa, jadi gak bisa ngantar. lagi pula Eira pingin naik mobil sendiri" sahut Eira dengan malas, membuat Dion dan Abel cekikikan.
sedangkan Dian hanya diam menyimak, karena ia tak mengerti apapun yang kakak dan orang tuanya bicarakan.
"morning... om... morning bundaa..." teriakan dari belakang mereka berhasil menghentikan sarapan keluarga tersebut.
"kak Jessi? kak Jihan?" kaget Dian melihat kedatangan keduanya yang begitu cepat.
"pagi cantik" sapa Jessika sambil mencubit pipi gembul milik Dian.
"pagi banget kalian datangnya?" tanya Abel membuat keduanya tercengir.
"kita bosen bunda dirumah mulu, jadi gak sabaran untuk datang ke sekolah lagi" sahut Jihan yang di angguki dengan semangat oleh Jessika.
"yasudah, sudah sarapan belum?" tanya Abel membuat keduanya mengangguk dengan semangat. "udah kok bunda"
__ADS_1
"ma! pa! Eira berangkat ya..." ujar Eira setelah menghabiskan tegukan terakhir susu miliknya.
"baiklah, hati hati di jalan" ujar keduanya membuat Eira mengangguk.
setelah keluar Eira langsung menahan kedua temannya yang ingin memasuki mobil milik Jihan. "naik mobil gue aja" tukas nya dan berjalan terlebih dahulu.
dengan semangat keduanya beralih mengejar Eira yang sudah memasuki Mobil lamborghini merahnya.
...*****...
"Ra! nama lu lagi trending topik nih di sekolah..." ucap Jessika tiba tiba saat melihat ponselnya, membuat Eira yang mengemudi langsung mengernyit.
"trending apaan Jess?" bukan Eira yang bertanya namun Jihan yang langsung menongolkan wajah nya di tengah tengah mereka.
"noh foto Eira bareng cowo lagi panas panasnya"sahut Jessika melirik foto yang berada di ponsel nya. mata Eira langsung terbelalak saat melihat pose nya saat bersama Zikon di atas bukit menjadi alasan trending topik.
"sialan ada yang buntutin gue ternyata, ngefans banget yah" gumamnya merasa kesal.
"ntar deh ra? dia siapa?" tanya Jihan menatap Eira penuh selidik.
"pacar!"sahut Eira ngasal yang langsung menghebohkan kedua temannya.
"what! apa! lu pacaran..." pekik keduanya membuat kuping Eira terasa panas. "OMG! ini pantes jadi trending topik gue juga setuju kalau begini" sungut Jihan antusias, membuat Eira menatap temannya dengan malas.
beberapa menit kemudian, mobil Eira terpakir indah di parkiran mobil, ketiga gadis itu turun dan disambut oleh banyaknya mata. jika di dalam drama, pasti akan ada adegan slowmotion yang terjadi disana.
"astaga mereka makin cantik ajaa..." pekik seorang siswi yang melihat kedatangan mereka.
Eira sang berandalan cantik, Jessika si jutek yang menarik, dan Jihan siswa Baru yang seksi.
"guys, duluan aja gue mau ketoilet dulu" ujar Eira dan pergi berlalu meninggalkan kedua temannya.
dengan langkah santai ia berjalan di koridor yang agak sepi untuk menuju ke toilet wanita, tempat dimana ia pernah dicuri. bahkan sampai sekarang ia masih takut dengan kejadian itu.
"grebb.."
"siap- mhhhhhh"
...Bersambung...
...☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆...
...•...
...•...
__ADS_1
...•...
...•...