
jalanan itu begitu sepi dan kotor, namun Eira tak menghentikan langkahnya dan terus mengikuti sosok wanita di depannya. "permisi kita mau kemana?" tanyanya datar. namun sekali lagi ia tidak mendapat jawaban.
"sial" gerutu nya kesal, namun anehnya kaki nya tak berhenti bergerak.
sampai mereka berdiri di sebut rumah, eh tidak lebih tepat sebuah masion besar tak berpenghuni, tampak gelap dan mengerikan. bahkan mampu membuat bulu kuduk Eira merinding seketika.
"cih, lu mau ngapain ngajak gue kesini, gak usah macam macam lu ya" ancam Eira dan berjalan menjauh namun bukannya menjauh, kakinya malah melangkah mengikuti kaki wanita di depannya memasuki masion besar tersebut.
"akhh.. siall lepasss..." teriaknya takut.
BRAK!
Eira tersentak kaget saat pintu besar tersebut terbuka lebar tanpa ada yang membukanya. "kok jadi serem ya" keluh batinnya.
dan lagi lagi Eira diseret dengan sesuatu yang tak kasat mata menuju sebuah rak buku besar, namun ia kaget saat wanita tersebut mengambil salah satu buku di sana, rak buku tersebut terbuka secara perlahan, menampilakan anak tangga yang menurun ke bawah.
Eira bahkan meneguk kasar ludahnya saat melihat betapa gelapnya di bawah sana."egh.. boleh gak jangan turun" bujuk nya, namun tanpa menjawab Tubuh Eira lagi lagi tertarik paksa menuju kebawah.
sampai akhirnya ia jatuh tersungkur di atas lantai yang becek dan berbau amis. bukan hanya lantai bahkan seluruh ruangan itu memberikan sensasi bau bangkai yang cukup pekat sehingga membuat kepalanya sampai pening .
"astaga bau banget" gumamnya pelan.
tek..
dan seketika itu lampu ruangan hidup menyala mengelilingi mereka. mata Eida langsung terbelalak menyaksikan banyaknya tengkorak, sisa sisa daging, dan beberapa kepala puntung yang berada di dalam kotak pengawetan. potongan tubuh dan bermacam.
__ADS_1
tanpa menunggu lama, Eira langsung memuntahkan isi perutnya yang sudah tidak tahan melihat dan mencium itu semua.
sampai ia tersentak kaget saat wanita di sampingnya menepuk pundak nya dan menunjuk salah satu ruangan.
karena penasaran Eira pun berjalan ke arah tertunjuk dan membuka pintu tersebut. dan ia kebali tersentak kaget saat melihat seorang wanita berambut Violet, kulit putih, dan hidung mancung sungguh cantik.
namun tunggu ia seperti tak asing dengan wajah itu. setelah mennyadarinya ia menoleh ke belakang menatap wanita yang bersamanya, namun ia tidak menamukan keberadaannya sama sekali. "sialan dia hantu" lirihnya takut.
namun matanya beralih ke arah sehuah foto yang tertempel di depan kaca pengawet tersebut. foto yang menampilkan seorang wanita cantik dan itu sangat kirip dengannya "Viola sasentra Bario" bacanya pelan menatap tulisan di bawah foto tersebut.
akhhh..." teriaknya saat rasa pusing itu menyerangnya kembali, dan ada sesuatu yang memaksa masuk ke dalam fikirannya.
"mama...." teriaknya dengan mata melotot.
dan keajaiban lagi lagi terjadi, mata itu kembali berwarna violet dengan ranbut Violet dan gaun sepaha berlapis emas, dengan pinggiran berlian berlian mahal.
namun walau begitu ia tetap berusaha mengendalikan tubuhnya yang ingin di kuasa sisi gelap. dengan cepat ia menyimpan foto tersebut, dan mengambil beberapa barang barang penting di sekitar sana untuk menjadi buktinya.
eghhrrrr" taring tajam tampak keluar dari gigi atasnya melewati bibir bawahnya. "jangan jangan..." lirih nya menahan sakit di tubuhnya seakan retaknya tulang tulang tubuhnya.
"tahan..." dengan langkah gontai ia mulai berjalan mengambil sebuaj topeng bewarna hitam untuk menutup identitasnya "gue harus nahan" bisiknya kembali menahan berat tubuhnya yang seakan panas.
"akhhhrrr" teriaknya melengking sehingga membangunkan beberapa makhluk mitologi yang di kenal kejam dan aneh.
"siapa kalian" tanya nya terbata.
__ADS_1
"wah, apa ini? gadi campuran Demon dan Elf... waw..." ucap seornang pria tampan dengan gigi taring mencuat keluar "drakula" gumam Eira menatap takut pada gerombolan itu.
"erggg..." mereka langsung menoleh mendengar geraman itu. "dia berada di kawasan ku, berarti dia milikku" ucap serigala besar tersebut yang terlah berubah menjadi seorang pria tampan juga.
"siapa mereka?" tanya Eira dalam hati.
"Hey binatang menjijikkan dia juga berdiri di wilyahku" sentak pria tersebut.
"hallo pak tua, jelas jelas ia melebihi sedikit banyak tempatku" sahut sang serigala tak mau kalah.
persaingan sengit pun terjadi di antara mereka membuat Eira menatap mereka dengan dingin.
bruss... BHOMM!
Bruss.. BHOM!
bunyi ledakan tersebut berhasil melukai kedua pria asing itu yang terus berdebat. "sialan berani sekali kau wanita licik" umpat sang drakula dengan marah.
"sialan! kau telah mengotori jubah ku gadis kecil" cetus sang serigala membuat Eira memutar matanya malas.
"gue benci liat kalian berantam gak jelas, kalau berantam yang serius kali" tukasnya membuat kedua pria tersebut melongo. "udah ah basi" ia pun melanjutkan perjalanannya sampai ia tersanding ranting pohong dan berhasil membuat nya jatuh dan pingsan.
eghh...
ia menggeluh pelan terbangun dari tidur nya, yang terasa meneganggkan sehingga membuat tubuhnya pegal pegal.
__ADS_1
saat mata itu terbuka sempurna, Eira kaget saat mendapati dirinya tertidur di atas pasir masih menggunakan seragam olahraga.
"ini aneh, gue harus nanya bunda!" dengan segera ia berlari menyusuri pasir yang memperlambat perjalanannya. "Shitt..." makinya kesal.